Warga Padang Sawah Direlokasi, Sungai Buluh Bakal Dinormalisasi

Senin, 20 Januari 2020 - 08:08 WIB
Warga Padang Sawah Direlokasi,...
Warga Padang Sawah Direlokasi, Sungai Buluh Bakal Dinormalisasi
A A A
BATUSANGKAR - Pemkab Tanah Datar, Sumatera Barat menetapkan masa tanggap darurat selama satu pekan pascabanjir bandang yang melanda kawasan Padang Sawah, Kecamatan Batipuh Selatan.

Warga yang menjadi korban dan tempat tinggalnya berada di kawasan rawan bencana akan segera di relokasi ketempat yang lebih aman. Sedangkan untuk normalisasi Sungai Buluh masih menunggu hasil penelitian dan kajian pakar. (Baca juga: Banjir Bandang di Tanah Datar Juga Renggut Nyawa Anak-anak)
Warga Padang Sawah Direlokasi, Sungai Buluh Bakal Dinormalisasi

Hingga kini upaya pembersihan terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Akses jalan sekarang sudah bisa dilalui setelah sempat terputus terendam banjir.

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, TNI dan Polri bersama masyarakat melakukan pembersihan material longsor.

“Saat ini untuk memperlancar aliran air di Sungai Buluh maka sementara waktu alirannya dialihkan karena aliran yang asli tertimbun material batu dan lumpur,” kata Andi, salah satu warga Padang Sawah.

Di lokasi bencana juga dibangun dua posko, yaitu posko dari Kabupaten dan posko dari Nagari setempat. Tujuannya agar memudahkan penerimaan dan penyaluran bantuan.

Warga korban banjir bandang telah diungsikan ke tempat yang lebih aman dan tim gabungan bersama warga telah mendirikan posko dan dapur umum menggunakan tenda-tenda.

Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma menjelaskan, curah hujan begitu tinggi di Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya menyebabkan air di Sungai Buluh menumpuk. Sehingga membentuk embung dengan dinding yang begitu tipis.

Dinding air tidak kuat lagi menahan genangan air sehingga akhirnya jebol dan tumpah. Luapan air ini membawa material pasir, tanah, batu dan kayu-kayu besar ke arah pemukiman warga di Nagari Padang Laweh Malalo. Hingga kini Pemprov Sumatera Barat masih menetapkan masa status siaga darurat bencana sampai 28 Februari mendatang.
(shf)
Berita Terkait
42 Meninggal Dunia Akibat...
42 Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang Sumatera Barat
Banjir Bandang Lahar...
Banjir Bandang Lahar Dingin Sumatera Barat, 3.198 Orang Mengungsi
Mendikdasmen Salurkan...
Mendikdasmen Salurkan Bantuan Pendidikan ke Sekolah Terdampak Bencana di Sumbar
14 Orang Dilaporkan...
14 Orang Dilaporkan Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Sumatera Barat
Banjir Bandang Terjang...
Banjir Bandang Terjang 3 Daerah di Sumbar, 13 Orang Meninggal Dunia
Banjir Lahar dan Longsor...
Banjir Lahar dan Longsor Sumbar, Kepala BNPB: 50 Korban Meninggal, 27 Hilang, 3.396 Masih Mengungsi
Berita Terkini
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
1 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
4 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
6 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
6 jam yang lalu
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
7 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
8 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved