Guru Besar Undip Bongkar Kebohongan Raja Keraton Agung Sejagat

Jum'at, 17 Januari 2020 - 06:19 WIB
Guru Besar Undip Bongkar...
Guru Besar Undip Bongkar Kebohongan Raja Keraton Agung Sejagat
A A A
SEMARANG - Sejarawan yang juga Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono MHum mengatakan klaim Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso (42) di Purworejo bahwa dia penerus Kerajaan Mataram tidak didukung bukti otentik dan kridibel. Artinya, Toto telah melakukan kebohongan publik.

Berdasarkan pengamatannya, klaim itu lebih mengarah ke Kerajaan Mataram Hindu (Mataram Kuno). "Kalau raja dan ratu Keraton Agung Sejagat mengaku keturunan Raja Mataram, tampaknya mereka cenderung mengindentifikasikan dirinya dengan Mataram Hindu, bukan Mataram Islam yang sekarang sisa-sisanya masih ada," kata Prof Singgih, Jumat (17/1/2020).

"Perlu ada bukti-bukti yang otentik yang juga kredibel atas klaimnya itu. Dia menggunakan dasar-dasar historis atau sejarah apa untuk mengukuhkan keberadaannya pada saat ini," tambahnya.

Dia menilai dokumen-dokumen maupun prasasti yang di kawasan Keraton Agung Sejagat tidak menunjukkan keterkaitan dengan Kerajaan Mataram. Selain itu, Kerajaan Mataram Kuno dengan Wangsa Sanjaya dan Syailendra sudah tak ditemukan jejaknya lagi sejak abad ke-11.

"Dokumen-dokumen yang mereka miliki belum ada keterkaitannya," tutur Guru Besar Undip yang terlibat dalam penyelidikan kasus Keraton Agung Sejagat bersama Polda Jateng itu.

"Secara logika juga sulit diterima, karena keberadaan Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah di Bumi Mataram itu sejak abad ke-7 dan ke-8. Kemudian setelah abad ke-11, tidak ada informasi lagi yang berdasarkan prasasti atau informasi yang ada," bebernya.

Dia menjelaskan, Kerajaan Mataram kemudian bergeser ke Jawa Timur dan berdiri Wangsa Isyana. Kemudian lahir dinasti dan kerajaan-kerajaan yang silih berganti mulai dari Kerajaan Mpu Sendok, Kahuripan, Erlangga, Dharmawangsa, Jenggala, Kediri, kemudian Singasari dan Majapahit.

"Kalau di Jawa Tengah, Mataram waktu itu, Wangsa Sanjaya dan Syailendra. Kerajaannya di sekitar Jogja - Magelang, karena kita bisa menemukan bekas-bekas candi jadi diperkirakan situ. Kalau keratonnya sendiri analisisnya yang baru di Candi Boko. Sedangkan untuk Prambanan, Borobudur, Pawon, Mendut itu bukan keraton tapi tempat ibadah Hindu maupun Budha," katanya.

"Jadi, dinasti di Jawa Tengah sepertinya sudah tidak ada kabar lagi waktu itu. Lalu dia (Raja Toto Santoso) memperoleh itu dari mana?. Saya juga belum tahu," tandas dia.

Prof Singgih juga meragukan klaim Toto yang menyebut memiliki kedekatan dengan Hamengkubuwono X. Dia merinci secara histori tak ada bukti maupun fakta keterkaitan antara Mataram Hindu dengan Mataram Islam.

"Bukti-bukti fakta historis memamg tidak ada (keterkaitan). Mataram yang sekarang ada, sisanya itu adalah Jogja dan Solo. Jogja ada Kasultanan dan Pakualaman, Solo ada Kasunanan dan Mangkunegaran. Sebenarnya ini kan dinasti baru setelah munculnya kerajaan Islam di Demak. Ini pasca-Majapahit," ungkapnya.
(zil)
Berita Terkait
Enam Kerajaan Fiktif...
Enam Kerajaan Fiktif di Indonesia yang Muncul dan Bikin Geger
Kabar Terakhir Raja...
Kabar Terakhir Raja Agung Sejagat, Divonis Empat Tahun Penjara
Mahkamah Agung Tolak...
Mahkamah Agung Tolak Kasasi Jaksa, Begini Respons Bos MeMiles
Kisah Keraton Dalem...
Kisah Keraton Dalem Agung Pakungwati, Kasultanan Cirebon dan Banten
Penampakan Rumah Termahal...
Penampakan Rumah Termahal Sejagat Milik Putra Mahkota Arab Saudi
Kejagung Ciduk M. Zakaria...
Kejagung Ciduk M. Zakaria Buronan Kasus Penipuan
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
1 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
2 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
3 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
3 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
3 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved