Fenomena Tanah Berasap di Surabaya Diduga Sisa Batu Bara dan Biomassa

Rabu, 08 Januari 2020 - 17:18 WIB
Fenomena Tanah Berasap...
Fenomena Tanah Berasap di Surabaya Diduga Sisa Batu Bara dan Biomassa
A A A
SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya meneliti fenomena tanah berasap yang muncul di kawasan Dipo Sidotopo, Surabaya , Jawa Timur.

Tim mengambil contoh tanah serta survei untuk mengetahui penyebab dari fenomena yang masih menyimpan banyak misteri. Sampel tersebut selanjutnya akan diuji di Laboratorium Energi ITS. (Baca juga: Kabut Asap Tebal Masih Terdeteksi di Wilayah Udara Sumatera)

Tim dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS dipimpin Amien Widodo menuturkan, asap tersebut keluar dari tanah hingga menyebabkan kayu dan kertas koran yang coba dimasukkan langsung terbakar.

Dosen Departemen Teknik Geofisika ini datang langsung bersama tim menemukan beberapa fakta menarik. Salah satunya, tanah berasap tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanah yang ada di sekitarnya. Tanah berasap memiliki ukuran pasir, sedangkan tanah sekitarnya memiliki ukuran lempung dari endapan aluvial.

"Dari segi warnanya juga berbeda, tanah berasap memiliki warna yang lebih hitam dan mengkilap," kata Amien, Rabu (8/1/2020).

Ia melanjutkan, fenomena tersebut tidak hanya sekali terjadi di Jawa Timur. Sebelumnya di kawasan Kutisari, Surabaya dan Sampang, Madura juga pernah mengalami kejadian serupa.

"Memang secara alami daerah di Jawa Timur ini adalah cekungan minyak dan gas bumi," sambungnya.

Namun setelah diamati, Amien berpendapat, kemungkinan tanah berasap di daerah Dipo Sidotopo tersebut tidak berasal dari gas alam. Pihaknya meyakini hal tersebut, lantaran asap yang keluar dinilai masih normal. "Asapnya tidak besar, jadi kemungkinan bukan dari gas alam," ungkapnya.

Dosen lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menambahkan, ada beberapa kemungkinan faktor penyebab fenomena tersebut. Kemungkinan pertama yaitu keberadaan sisa batubara yang dibuang di area Dipo Sidotopo. "Batu bara ini berasal dari bahan bakar kereta api zaman dahulu yang tersisa dan menumpuk sehingga keluar asap," jelasnya.

Selain itu, katanya, kemarau panjang juga bisa menjadi faktor berikutnya. "Kemarau panjang ini semakin membuat tumpukan batubara membara dan mengeluarkan asap," ucapnya.

Faktor lain tentu saja adanya sampah dari beberapa tahun lalu yang sengaja dibuang ke area tersebut. Sampah-sampah ini kemudian memicu terbentuknya biomassa. "Biomassa inilah yang mungkin menyebabkan tanah tersebut berasap," ujarnya.

Amien menyampaikan, sampai saat ini sampel tanah dari Dipo Sidotopo masih diteliti bersama dengan melibatkan beberapa dosen Departemen Teknik Geomatika dan juga DLH Kota Surabaya. "Jangan terlalu panik, ini adalah fenomena yang sering dan lumrah terjadi," tegasnya.

Sebelumnya, warga sekitar lokasi dibuat geger dalam beberapa hari terakhir ini ketika melihat ada asap yang keluar dari tanah.
(shf)
Berita Terkait
Catat! Ini Rekomendasi...
Catat! Ini Rekomendasi Enam Jurusan Teknik di ITS Surabaya
Berbasis AI, Mahasiswa...
Berbasis AI, Mahasiswa ITS Gagas Urbaneur untuk Optimalkan Pariwisata Surabaya
Tesis Ditolak 10 Kali,...
Tesis Ditolak 10 Kali, Pria 64 Tahun Ini Akhirnya Jadi Wisudawan Tertua di ITS
PTN Ini Jadi Kontributor...
PTN Ini Jadi Kontributor Insinyur Tertinggi di Jawa Timur
Mahasiswa Teknik ITS...
Mahasiswa Teknik ITS Wakili Indonesia di AFMAM Plus Japan
Selamat, ITS Berhasil...
Selamat, ITS Berhasil Sabet 10 Medali di Pomprov Jatim 2022
Berita Terkini
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
6 menit yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
54 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
9 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
10 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved