Banjir Jakarta: Malam Senang-Senang, Pagi Mengungsi

Kamis, 02 Januari 2020 - 07:59 WIB
Banjir Jakarta: Malam...
Banjir Jakarta: Malam Senang-Senang, Pagi Mengungsi
A A A
RAUT wajah Gunadi, 33, tampak kelelahan. Kupluk merah di kepalanya basah karena keringat bercampur air hujan. Baju dan celananya juga basa kuyup terkena cipratan dan genangan air.

Gunadi berjalan kaki menerabas genangan air sejauh 50 meter. Sembari menenteng tas besar, napas Gunadi mulai ngos-ngosan. Dia sama sekali tidak menyangka hujan deras di malam tahun baru yang baru dilewatinya berujung banjir besar.

Banjir menggenangi rumahnya di kawasan Jalan Inspeksi Cengkareng Drain, Jakarta Barat, sejak kemarin pagi. Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini tak menyangka bila hujan deras di akhir tahun 2019 membawa petaka di awal tahun 2020. Banjir dan genangan menenggelamkan setengah dari rumahnya. Televisi, kulkas, dan tak bisa diselamatkan.

“Udah cukup mas, kita udah saya sisir sejak pagi tadi,” ucap Gunadi lirih saat ditemui kediamannya kemarin.

Gunadi hanya bisa pasrah melihat lemari yang terbuat dari bahan kayu olahan di rumahnya mulai lapuk dan hampir roboh. Beberapa potong baju dibiarkan berserakan di antara sampah-sampah yang masuk ke rumah.

“Padahal semalam kita masih senang senang. Bakar ikan dan ayam, tapi paginya kita malah sibuk,” ucap Gunadi yang baru dua jam tidur.

Kondisi rumah Gunadi yang berada di RT 17/12 Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat itu sudah tak memungkinkan untuk di tempati. Air memasuki setiap sudut rumah. Mobilnya yang terparkir di garasi pun ikut terendam. Beruntung dua dari tiga motornya berhasil di selamatkan usai ditempatkan di atas meja kayu.

Tak mau berlarut-larut di rumah yang sudah mirip kolam, Gunadi bersama keluarganya berinisiatif mencari hotel untuk menginap sementara. Namun apa daya karena berbagai aplikasi pemesanan hotel selalu menyebut kamar penuh.

Lina, istri Gunadi butuh setengah jam untuk booking kamar hotel. Itu pun hanya tersedia satu kamar dengan tarif naik hampir dua kali lipat. “Padahal saya perlu dua kamar untuk saya, istri dan mertua,” katanya.

Meski sudah memesan hotel, namun masalah Gunadi belum selesai. Banjir yang melanda Jakarta membuat dia dan keluarganya kesulitan mencari transportasi menuju hotel di kawasan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat. Bus TransJakarta yang biasanya menjadi andalan lumpuh, sementara pengemudi ojek online memilih tak beroperasi. Begitu pula taksi, tak ada yang melintas di daerahnya.

Nafas Gunadi sedikit lega setelah salah seorang tetangganya yang merupakan bandar angkot siap mengantar. Tak pikir panjang, Gunadi pun berangkat menuju hotel bersama keluarganya. Dia terpaksa meninggalkan banjir di rumahnya yang entah kapan surut.

Nasib serupa dialami Dias, 34, warga perumahan Daan Mogot Estate, Jakarta Barat. Pengusaha bahan material ini mengaku sudah mem-booking hotel sejak kemarin pagi, saat air mulai menggenangi rumahnya.

Dias yakin sekalipun tadi malam Jakarta tak hujan, air tak akan cepat surut. Ini setelah melihat berita-berita di televisi dan yang menyebutkan debit air di kali dekat rumahnya semakin tinggi. Maka, hotel pun menjadi pilihannya untuk sekadar beristirahat. Dia juga tak lagi memikirkan tarif penginapan yang menawarkan harga relatif tinggi.

“Kita tidak bisa pilih, karena tadi meleng dikit udah di-booking orang,” ucapnya.

Sejak pagi kemarin, Dias mengaku telah mengepaki sejumlah baju untuk dirinya, istri, dan anaknya. Menggunakan tas besar ia kemudian berjalan kaki menerabas banjir setinggi semeter lebih.

Untuk mencapai penginapan, Dias menerabas banjir dengan berjalan kaki. Anaknya yang berumur lima tahun digendong menggunakan selendang di belakang punggungnya. Sepanjang perjalanan dia hanya bisa berharap banjir Jakarta segera surut.

Nasib Dias dan Gunadi lebih beruntung karena di saat banjir dia masih bisa tinggal di hotel. Kondisi mengenaskan dialami puluhan ribu warga Jakarta lainnya yang terpaksa harus mengungsi di sejumlah titik penampungan.

Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, hingga pukul 16.00 wib kemarin, setidaknya sebanyak 19.079 warga mengungsi di berbagai tempat. Mereka tersebar di beberapa titik yakni 9.248 orang di Jakarta Timur. Kemudian di Jakarta Selatan terdapat 5.080 pengungsi, Jakarta Barat 3.553 pengungsi, Jakarta Utara 888 pengungsi, dan di Jakarta Pusat sebanyak 310 pengungsi. Para pengungsi ini menempati posko-posko darurat mulai dari tempat ibadah, kantor RW, kelurahan dan gedung-gedung pusat pendidikan dengan fasilitas seadanya. (Yan Yusuf/Bhima Setyadi/Helmi Syarif)
(nfl)
Berita Terkait
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Anies Posting Ini di...
Anies Posting Ini di Akun Media Sosial, Antisipasi Banjir Datang
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
40 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
1 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved