Pemprov Sumsel Pasang Kamera dan Jebakan untuk Harimau

Senin, 30 Desember 2019 - 10:44 WIB
Pemprov Sumsel Pasang...
Pemprov Sumsel Pasang Kamera dan Jebakan untuk Harimau
A A A
PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru (HD) memberikan perhatian khusus terhadap keresahan masyarakat di Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Muara Enim yang mengalami gangguan dari binatang buas salah satunya harimau.

Sejauh ini, Pemprov Sumsel membentuk satgas khusus yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat Kementerian LHK, Dishut Provinsi Sumsel (UPTD KPH Semendo) dan berkoordinasi dengan Camat Semende Darat Laut, Kades Muara Dua dan masyarakat untuk mengantisipasi serangan harimau tersebut. "Masalah ini sudah saya sampaikan kepada Menteri," terang HD saat Rakor di Pagar Alam beberapa waktu lalu.

Tim Satgas pun telah melakukan upaya pemasangan delapan unit camera trap dan box trap di beberapa titik yang menurut laporan sering terlihatnya harimau tersebut.

Kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Panji Tjajanto mengatakan, saat ini pemasangan trap box dan camera trap sudah hampir rampung dikerjakan.

"Ada delapn camera trap yang kita pasang dan 1 unit box trap di Semendo. Dan saat ini kita adakan rapat koordinasi di Pemkab Muara Enim dalam upaya penanganan konflik harimau dan manusia ini di Kabupaten Muara Enim," kata Pandji kepada SINDOnews, Senin (30/12/2019).

Menurutnya, hal itu dilakukan guna melihat pergerakan harimau yang sudah meresahkan dan mengancam keselamatan manusia tersebut. "Itu sesuai instruksi pak Gubernur. Tim Satgas juga terus berkoordinasi dengan masyarakat. Saat ini, antisipasi dan penanganan dilakukan titik-titik yang menjadi prioritas," tuturnya.

Bahkan, lanjutnya, antisipasi tersebut akan melibatkan beberapa NGO yakni FHK, WCS, ZSL. Dimana beberapa NGO tersebut akan memberikan bantuan camera trap sebanyak 55 unit. "Kita juga akan melibatkan beberapa pihak untuk penanggulangannya. Camera trap juga rencananya akan kita tambah yang merupakan bantuan NGO," terangnya.

Menurutnya, masuknya harimau itu keperkebunan warga diduga lantaran habitat mereka terganggu. Namun hal itu masih dalam penyelidikan.

"Namun bisa jadi juga karena terganggunya rantai makanan, sehingga harimau tersebut keluar dari habitatnya. Kita juga menghimbau agar masyarakat terus menjaga kelestarian lingkungan. Dan jangan sekali-sekali mengganggu habitat hewan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Apakah Harimau Adalah...
Apakah Harimau Adalah Kucing? Ini Jawabannya!
5 Bahaya Harimau Sebagai...
5 Bahaya Harimau Sebagai Hewan Peliharaan: Masalah Legalitas hingga Rentan Penyakit
4 Ciri Khas Harimau...
4 Ciri Khas Harimau Sumatera yang Membedakannya dari Jenis Harimau Lain
Menyelamatkan Raja Rimba:...
Menyelamatkan Raja Rimba: Inilah Daftar Habitat Harimau Sumatera di Indonesia
5 Fakta Mencengangkan...
5 Fakta Mencengangkan Harimau Sumatera: Sang Raja Hutan yang Terancam Punah
3 Perbedaan Harimau...
3 Perbedaan Harimau Putih dan Harimau Biasa, Selain dari Warnanya
Berita Terkini
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
12 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved