Kriminolog Sebut Penjara Tak Cukup buat Ibra Azhari Lepas dari Narkoba

Senin, 23 Desember 2019 - 20:22 WIB
Kriminolog Sebut Penjara...
Kriminolog Sebut Penjara Tak Cukup buat Ibra Azhari Lepas dari Narkoba
A A A
JAKARTA - Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Ferdinand Andi Lolo, menilai kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat publik figur, Ibra Azhari, perlu pendekatan di luar hukuman penjara. Ibra tercatat sudah empat kali berurusan dengan pihak kepolisian karena tersandung kasus yang sama.Menurut Ferdinand, jika terus menerus dijerat dengan hukuman kurungan penjara, maka tidak tepat menangani para pengguna narkoba yang sudah akut. Sebab, hukuman penjara tidak akan menyelesaikan akar permasalahan terhadap para pengguna narkoba. Selain itu hukuman penjara sejatinya tidak akan mengubah situasi pemakai jika tanpa adanya rehabilitasi.

"Karena itu, penjara bukan pendekatan yang cocok, saya lebih cenderung melihat itu untuk direhabilitasi. Tapi rehabilitasi yang betul-betul rehabilitasi, bukan rehabilitasi yang sebatas formalitas saja," kata Ferdinand saat dihubungi SINDOnews, Senin (23/12/2019). (Baca juga: Ibra Azhari Kembal Dibekuk Polisi Kasus Penyalahgunaan Narkoba )

Dia menambahkan, bagi para pemakai narkoba yang terus menerus terjerat kasus penyalahgunaan, maka harus ada bentuk kepedulian tinggi dari pihak keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Keluarga dalam hal ini memegang peranan kunci untuk bisa membebaskan pengguna dari pengaruh lingkungan sekitar.

"Orang-orang yang sedang melakukan beberapa kali pelanggaran seperti itu, itu perlu dipisahkan dari lingkungan lamanya, karena lingkungan lamanya itu membuat dia kembali lagi dan lagi menjadi kambuh. Dia dan keluarga harus berani untuk masuk ke dalam lingkungan yang baru. kalau tidak, dia akan kembali lagi ke dalam siklus pelanggaran seperti itu," bebernya. (Baca juga: Dibekuk Polisi, Ibra Azhari Sempat Sembunyi di Kamar)

Ferdinand juga menilai jika para pengguna narkoba tidak pantas mendapat hukuman berat. Sebab, yang berhak mendapat hukuman berat, yakni mereka yang memproduksi dan para pengedar narkoba.

Pengguna diibaratkan sebagai orang sakit yang membutuhkan penanganan medis secara tepat. Jika tidak, penyakit itu akan kembali kambuh dan merusak dirinya serta membuat orang di sekitarnya terpengaruh.

"Karena kan pengguna itu pada dasarnya sakit dan yang harus diperbaiki adalah disembuhkan sakitnya, dan sistem penjara itu tidak terlalu tepat untuk menyembuhkan orang sakit. Sistem penjara adalah sistem penghukuman bukan sistem menyembuhkan," tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Enam Kali Pakai Narkoba,...
Enam Kali Pakai Narkoba, Hukuman 12 Tahun Penjara Menanti Ibra Azhari
Komika Fico Fachriza...
Komika Fico Fachriza Ditetapkan Tersangka, Polisi Amankan 1,45 Gram Tembakau Sintetis
Begini Tampang Ammar...
Begini Tampang Ammar Zoni Berbaju Tahanan untuk Ketiga Kalinya
Aktor Jeff Smith Kembali...
Aktor Jeff Smith Kembali Ditangkap dengan Barang Bukti Narkotika Jenis LSD
Potret Rizky Nazar,...
Potret Rizky Nazar, Aktor Tampan Pujaan Kaum Hawa yang Kembali Terjerumus Narkoba
Artis JJ Istri Ajun...
Artis JJ Istri Ajun Perwira Resmi Tersangka Narkoba
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
4 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
13 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
13 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
13 jam yang lalu
Infografis
Hujan Buatan di Jakarta...
Hujan Buatan di Jakarta 2X Gagal, Tak Cukup Teknologi Canggih
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved