Dua Kapal Angkut Rokok Diamankan Bakamla, Pemilik Merasa Dirugikan

Sabtu, 30 November 2019 - 04:24 WIB
Dua Kapal Angkut Rokok...
Dua Kapal Angkut Rokok Diamankan Bakamla, Pemilik Merasa Dirugikan
A A A
BATAM - Dua unit kapal layar motor (KLM) pengangkut rokok yang diamankan oleh Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Trisula Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Perairan Kepulauan Riau (Kepri) beberapa waktu lalu diakui Ahong, pemiliknya memiliki dokumen lengkap.

Penangkapan terhadap dua kapalnya tersebut telah menimbulkan kerugian yang cukup besar dan ketidaknyamanan dalam bisnis angkut lanjut yang telah dilakoninya sejak 7 tahun terakhir.

Dua kapal yang diamankan yakni KM Keluarga Mandiri dan KM Karya Sampurna. Keduanya berlayar guna mengangkut rokok merk U2 dari Batam menuju Songkla, Thailand.

"Kami ini penyedia jasa angkut. Biasanya, kami bawa rokok ini dari Singapura ke Songkla. Tapi beberapa tahun ini kami alihkan melalui Batam, (Kepri) karena biayanya lebih murah. Kami tawarkan kepada pengguna jasa kami dan mereka setuju," kata Ahong kepada SINDOnews, Jumat (29/11/2019) malam.

Ahong menjelaskan, penangkapan yang pertama kali dilakukan Bakamla yaknj terhadap KM Keluarga Mandiri yang mengangkut 1.500 kotak rokok U2. Kapal tersebut berlayar dari Batam pada 7 September 2019 lalu.

Namun, karena cuaca buruk, kapal yang dinahkodai oleh Kapten Bambang tersebut terpaksa kembali ke perairan Berakit, Tanjung Uban, Bintan, Kepri setelah beberapa hari berlayar. "Kapal lego jangkar di Perairan Berakit ini. Pada saat itulah kapal ini diamankan Bakamla," katanya.

Penangkapan tak hanya dilakukan terhadal KM Keluarga Mandiri saja, namun juga terhadap KM Karya Sampurna pada 12 November 2019. Kapal ini telah berada di laut sejak 1 November 2019 dengan tujuan dan muatan yang sama. Kapal ini diamankan saat labuh tambat di peraiaran OPL atau perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

"Kapal ini labuh tambat karena memang cuaca buruk. Sebagian muatan memang sudah dipindahkan ke kapal pemilik barang karena dalam bisnis jasa pengangkutan laut ini, ada perjanjian waktu. Dan ketika cuaca buruk terjadi atau ada kendala lainnya, kapal mereka akan datang untuk mengambil muatan agar tiba di tujuan tepat waktu," jelas Ahong lagi.

Saat diamankan, KM Karya Sampurna memiliki muatan rokok U2 sebanyak 390 kotak. Kapal yang dinahkodai oleh Kapten Abdullan Amin Taragai ini dicurigai membawa barang-barang berbahaya sehingga harus diperiksa dan diamankan.

"Padahal semua dokumen lengkap. Saat bongkar muatan di Batam pun, bongkar dilakukan oleh BC (Bea Cukai). Dan ini muatan kan tidak untuk dibawa ke Batam tapi ke Songkla. Kenapa mereka mempermasalahkan dan menyebutkan kapal ini mengangkut rokok ilegal, tidak ada cukainya. Kan sudah jelas ini rokok bukan untuk di Batam. Ini hanya transit dan melintas saja," ujar Ahong.

Penangkapan terhadap dua unit kapalnya telah membuat Ahong mengalami kerugian yang cukup besar. Muatan yang bernilai miliaran rupiah tersebut terpaksa harus diganti Ahong kepada pemilik. Selain itu, Ahong juga telah kehilangan kepercayaan dari pengguna jasanya.

"Mereka sudah bilang bahwa alur bisnis ini ditutup. Mereka tidak mau menggunakan jasa saya lagi. Bahkan, pengguna jasa lainnya pun tak berani lagi setelah ada permasalahan ini," kata Ahong.

Menurut Ahong, penangkapan terhadap dua unit kapalnya tidak hanya merugikan dirinya semata namun juga pemerintah. Pasalnya banyak potensi pendapatan negara yang hilang karena putusnya kerjasama atau perjanjian bisnis tersebut.

"Kalau mereka menggunakan jasa kita melalui Batam, jelas memberikan pendapatan kepada negara. Mulai dari labuh tambat dan pendapat lainnya. Nah, dengan diputusnya kerjasama karena permasalahan ini, jelas saja potensi pendapatan negara berkurang. Saya juga tidak mengerti maksud Bakamla ini apa? Banyak sekali yang dirugikan, termasuk anggota saya, keluarga anggota saya. Mereka kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian," ujar Ahong.

Sementara itu, kuasa hukum Ahong, Alex Cornelis Timmerman dan Yayuk Mujirahayu dari dua kantor hukum yang berbeda mengaku sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan Bakamla. Menurut Alex, Bakamla seharusnya menegakkan hukum dari sudut pandang yuridis dan sosiologis.

"Harus dilihat juga dampaknya sosiologisnya seperti apa. Kalau memang ada kesalahan, seharusnya tidak lantas ditindak seperti ini tapi diperingatkan. Kami juga bingung, karena Bakamla menyebutkan bahwa ada 3 kesalahan yang telah dilakukan yakni pembongkaran muatan di luar wilayah kepabeanan, menghindari cukai dan turut serta. Ini semua tidak termasuk kewenangan Bakamla. Kenapa tidak Bea Cukai yang menangkap jika terkait kepabeanan," ungkap Alex.

Ditambahkan Yayuk, berdasarkan aturan dalam UU Kemaritiman disebutkan, tidak diperbolehkan melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang memiliki kelengkapan dokumen.

"Ada aturan yang menyebutkan, kapal yang berlayar dalam jalur bisnis jasa angkut tidak boleh dilakukan pemeriksaan di tengah laut sebelum kapal tersebut sampai ke tujuan. Ini saja sudah jelas menyalahi aturan. Selain itu disebutkan untun menghindari cukai. Kan barang ini bukan untuk diedarkan di Indonesia. Mereka hanya numpang transit saja," jelas Yayuk.

Saat ini sambung Alex, proses hukum atas penangakapan KM Keluarga Mandiri sudah sampai pada tahap P21 dan akan segera disidangkan. "Harapan kami, segera diproses untuk maju ke persidangan agar klien kami tahu titik salah dan benarnya dimana. Kami juga berharap adanya pembinaan," kata Alex.
(maf)
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Tangkap Lima Kapal...
KKP Tangkap Lima Kapal Asing I Perairan Natuna dan Sulawesi
KKP Gagalkan Upaya Pengangkatan...
KKP Gagalkan Upaya Pengangkatan Benda Bersejarah Secara Ilegal
Luar Biasa, Kapal Hiu...
Luar Biasa, Kapal Hiu Macan 01 Menangkap 1.001 Kapal Pelaku Illegal Fishing
KKP Dorong Inovasi Produk...
KKP Dorong Inovasi Produk Perikanan di Tengah Pandemi
KKP Ajak Warga Kepulauan...
KKP Ajak Warga Kepulauan Seribu Budidaya Rumput Laut
Berita Terkini
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
3 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
4 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved