Jatuh di Antara Peron dan Pintu KRL, Penyandang Disabilitas Nyaris Tewas
Senin, 25 November 2019 - 07:54 WIB
Jatuh di Antara Peron dan Pintu KRL, Penyandang Disabilitas Nyaris Tewas
A
A
A
JAKARTA - Fazlur Rahman Ketua Pengkaderan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah terperosok ke dalam rel saat hendak naik KRL Commuter Line di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Fazlur yang merupakan disabilitas tuna netra ini nyaris meregang nyawa akibat peristiwa yang terjadi pada Minggu, 17 November 2019 lalu.
Fazlur mengatakan, saat itu dirinya hendak menuju Stasiun Klender menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Cikini."Saya menggunakan tongkat menuju pintu KRL, tiba-tiba terperosok dicelah-celah peron dengan pintu kereta," katanya dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews pada Senin (25/11/2019).
Menurut Fazrul, sejumlah penumpang di dalam dan luar kereta berteriak histeris karena saat itu pintu kereta dalam proses menutup dan sia-siap melaju. Beruntung nyawa Fazrul terselamatkan, meski harus menderita luka di kaki, siku dan pinggang kanan lebam
"Seringkali perlakuan alat transportasi yang belum akses pada disabilitas menyebabkan berakhir di meja hukum beserta tuntutannya," ujar Fazlur.
Belajar dari kisah-kisah disabilitas yang mengalami permasalahan diberbagai alat transportasi, tentu menjadi perhatian juga pihak manajemen transportasi, guna kepentingan memperhatikan layanan dan segera memperbaiki layanan.
Atas kejadian tersebut, lanjut Fazrul, pada hari ini dijadwalkan pimpinan KCI akan bertemu Fazlur Rahman di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jalan Menteng Raya No 62 Jakarta Pusat dalam rangka mengetahui kejadian sebenarnya.
"Insya Allah saya akan menemuinya di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah," singkatnya. Bagi Fazlur Rahman kejadian tersebut jangan sampai terlewat begitu saja, dalam rangka mencegah terulangnya kejadian dan pentingnya memberi masukan dan peningkatan layanan kepada PT KCI pasca peristiwa tersebut.
Fazlur mengatakan, saat itu dirinya hendak menuju Stasiun Klender menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Cikini."Saya menggunakan tongkat menuju pintu KRL, tiba-tiba terperosok dicelah-celah peron dengan pintu kereta," katanya dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews pada Senin (25/11/2019).
Menurut Fazrul, sejumlah penumpang di dalam dan luar kereta berteriak histeris karena saat itu pintu kereta dalam proses menutup dan sia-siap melaju. Beruntung nyawa Fazrul terselamatkan, meski harus menderita luka di kaki, siku dan pinggang kanan lebam
"Seringkali perlakuan alat transportasi yang belum akses pada disabilitas menyebabkan berakhir di meja hukum beserta tuntutannya," ujar Fazlur.
Belajar dari kisah-kisah disabilitas yang mengalami permasalahan diberbagai alat transportasi, tentu menjadi perhatian juga pihak manajemen transportasi, guna kepentingan memperhatikan layanan dan segera memperbaiki layanan.
Atas kejadian tersebut, lanjut Fazrul, pada hari ini dijadwalkan pimpinan KCI akan bertemu Fazlur Rahman di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jalan Menteng Raya No 62 Jakarta Pusat dalam rangka mengetahui kejadian sebenarnya.
"Insya Allah saya akan menemuinya di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah," singkatnya. Bagi Fazlur Rahman kejadian tersebut jangan sampai terlewat begitu saja, dalam rangka mencegah terulangnya kejadian dan pentingnya memberi masukan dan peningkatan layanan kepada PT KCI pasca peristiwa tersebut.
(ysw,ars)