Hanguskan 12 Kontrakan di Pluit, Kerugian Ditaksir hingga Rp1 M
Minggu, 24 November 2019 - 14:28 WIB
Hanguskan 12 Kontrakan di Pluit, Kerugian Ditaksir hingga Rp1 M
A
A
A
JAKARTA - Sedikitnya 12 rumah terbakar hebat setelah api dari lilin menyambar sebuah warnet di Jalan Dermaga Ujung, Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 23 November 2019. Banyaknya material yang mudah terbakar, membuat api dengan mudah menyambar, kurang dari 30 menit api membuat 12 rumah petak atau kontrakan terbakar.
Kasudin Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan Jakarta Utara Satriadi Gunawan menuturkan kebakaran melalap 12 kontrakan. Selain itu, kata dia, 120 jiwa dari 70 kepala kelurga terpaksa mengungsi.
"Unit yang turun semalam sebanyak 21 unit. Kalau untuk personil itu ada 105 orang," ujar Satriadi ketika dikonfirmasi, Minggu (24/11/2019).
Satriadi mengaku kebakaran baru bisa di lokalisir sekitar pukul 22.25 WIB semenjak diterima berita pada pukul 20.45 WIB. Dari kejadian itu, pihaknya mengupayakan melakukan pemadaman. (Baca juga: Kebakaran di Pluit, 21 Unit Mobil Damkar Diterjunkan )
"Kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Dan untuk dugaan kebakaran karena ada lilin yang terbakar di salah satu rumah warga lanjut merembet ke bangunan lainnya,” tuturnya.
Camat Penjaringan, Mohamad Andri mengatakan sejak semalam warga yang tempat tinggalnya terbakar sudah mengungsi di lingkungan RW 22 kelurahan pluit.
"Rumah kontrakan sebanyak 59 unit itu rusak berat. Daei data sih ya, dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 168 jiwa," kata Andri.
Sementara rumah hunian warga yang rusak berat mencapai 12 rumah. Jumlah kepala keluarga tercatat sebanyak 48 jiwa. Andri mengatakan total jiwa terdampak bencana kebakaran sebanyak 210 orang.
"Sekarang di pos RW 22 mereka lagi di cek kesehatannya. Ada tim yang sedang mengecek apakah dari kejadian semalam ada yang terluka atau tidak," katanya.
Meski begitu, Andri menemui laporan kurangnya baju untuk anak kecil dan dewasa. Bantuan yang datang disebutnya sudah lengkap, namun baju warga banyak yang terbakar tadi malam.
"Yang sangat dibutuhkan korban kebakaran itu pakaian anak dan untuk dewasa laki maupun perempuan. Karena hampir semua warga menyelamatkan diri saat kejadian. Tidak ada yang sempat mengambil pakaian karena sudah panik," tutupnya.
Kasudin Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan Jakarta Utara Satriadi Gunawan menuturkan kebakaran melalap 12 kontrakan. Selain itu, kata dia, 120 jiwa dari 70 kepala kelurga terpaksa mengungsi.
"Unit yang turun semalam sebanyak 21 unit. Kalau untuk personil itu ada 105 orang," ujar Satriadi ketika dikonfirmasi, Minggu (24/11/2019).
Satriadi mengaku kebakaran baru bisa di lokalisir sekitar pukul 22.25 WIB semenjak diterima berita pada pukul 20.45 WIB. Dari kejadian itu, pihaknya mengupayakan melakukan pemadaman. (Baca juga: Kebakaran di Pluit, 21 Unit Mobil Damkar Diterjunkan )
"Kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Dan untuk dugaan kebakaran karena ada lilin yang terbakar di salah satu rumah warga lanjut merembet ke bangunan lainnya,” tuturnya.
Camat Penjaringan, Mohamad Andri mengatakan sejak semalam warga yang tempat tinggalnya terbakar sudah mengungsi di lingkungan RW 22 kelurahan pluit.
"Rumah kontrakan sebanyak 59 unit itu rusak berat. Daei data sih ya, dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 168 jiwa," kata Andri.
Sementara rumah hunian warga yang rusak berat mencapai 12 rumah. Jumlah kepala keluarga tercatat sebanyak 48 jiwa. Andri mengatakan total jiwa terdampak bencana kebakaran sebanyak 210 orang.
"Sekarang di pos RW 22 mereka lagi di cek kesehatannya. Ada tim yang sedang mengecek apakah dari kejadian semalam ada yang terluka atau tidak," katanya.
Meski begitu, Andri menemui laporan kurangnya baju untuk anak kecil dan dewasa. Bantuan yang datang disebutnya sudah lengkap, namun baju warga banyak yang terbakar tadi malam.
"Yang sangat dibutuhkan korban kebakaran itu pakaian anak dan untuk dewasa laki maupun perempuan. Karena hampir semua warga menyelamatkan diri saat kejadian. Tidak ada yang sempat mengambil pakaian karena sudah panik," tutupnya.
(mhd)