DKI Siapkan Regulasi untuk Jerat Pengguna Skuter Listrik

Kamis, 14 November 2019 - 06:17 WIB
DKI Siapkan Regulasi...
DKI Siapkan Regulasi untuk Jerat Pengguna Skuter Listrik
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menyusun regulasi penggunaan skuter listrik atau otoped di wilayahnya. DKI berencana memasukkan skuter listrik tersebut kedalam kendaraan bermotor ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, saat ini pihaknya masih menggodok regulasi terkait operasional skuter listrik. Menurutnya, skuter listrik itu sama seperti sepeda. Hanya saja tidak digowes. Dia pun berencana memasukkannya ke dalam kendaraan ramah lingkungan yang diperbolehkan melintas di jalur sepeda.

"Mereka sistemnya bike share. Dimana, hitungannya sewa Rp5.000 per 30 menit dan seterusnya. Nah kita sedang menyusun regulasinya seperti apa. Kemudian kita jalankan. Tahun ini selesai," kata Syafrin di Jakarta, Rabu 13 November 2019.

Syafrin menjelaskan, rencana membebaskan skuter listrik ke jalur sepeda itu karena spesifikasi kendaraannya mirip sepeda yang kecepatannya hanya sekitar 20-25 kilometer per jam. Berbeda dengan kendaraan bermotor lainnya yang bisa mencapai 70-80 kilometer per jam.

Selain itu, kata Syafrin, dalam penataan transportasi, pihaknya akan mendahulukan pejalan kaki, sepeda dan baru kemudian kendaraan bermotor lainnya.

"Mereka tidak boleh di trotoar dan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Boleh di jalur sepeda kalau di jalan umum," ungkapnya.

Terkait dengan pengggunaan GrabWheels yang disewakan di sekitar Jalan Sudirman, Jakarta Pusat beberapa hari lalu, Syafrin menyatakan bahwa pihaknya sudah bertemu dengan pihak Grab selaku operator skuter listrik GrabWheels.

"Kami sudah membahas hal ini dengan Grab, mereka akan pasang alat di JPO yang berfungsi menonaktifkan e-scooter saat di JPO," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua koalisi pejalan kaki, Ahmad Safrudin meminta Pemprov DKI Jakarta tegas melarang operasional skuter listrik meskipun di jalur khusus sepeda dan sebagainya. Sebab, skuter listrik itu bukan tergolong sebagai kendaraan dan menggunakan tekhnologi motorik yang jelas membahayakan pengguna sepeda.

Sedari awal, kata Ahmad, pihaknya sudah mengingatkan kepada pemerintah perihal larangan skuter listrik. Dia menilai bahwa keberadaan skuter listrik sangat membahayakan. (Baca juga: Penabrak Skuter Listrik di Senayan Terpengaruh Minuman Beralkohol )

"Skuter listrik tidak boleh dikategorikan dengan kendaraan. Pejalan kaki sangat berbahaya bila ditabrak dengan skuter bermotor. Kita sudah mengingatkan dari awal. Tidak boleh di jalan raya Trotoar ataupun JPO," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
KTT ASEAN, Pemprov DKI...
KTT ASEAN, Pemprov DKI Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
Cegah KLB Flu Burung,...
Cegah KLB Flu Burung, DKI Perketat Pengawasan Lalu Lintas Unggas
Daftar Rekayasa Lalu...
Daftar Rekayasa Lalu Lintas saat Kegiatan Malam Takbiran Pemprov DKI Jakarta
Proyek MRT Fase II,...
Proyek MRT Fase II, Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Gelar Jakarta Maraton...
Gelar Jakarta Maraton 2022, Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Lalu lintas Jakarta...
Lalu lintas Jakarta Masih Kondusif, Ganjil Genap Belum Dilaksanakan
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
4 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
6 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
7 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
7 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
8 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
8 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved