Pahami Ilmu Kebumian Risiko Bencana Alam Cara Tepat Hadapi Situasi

Minggu, 10 November 2019 - 10:19 WIB
Pahami Ilmu Kebumian...
Pahami Ilmu Kebumian Risiko Bencana Alam Cara Tepat Hadapi Situasi
A A A
GARUT - Mengetahui tentang ilmu kebumian serta risiko bencana alam perlu diketahui apalagi Indonesia wilayahnya rawan bencana alam. Hal ini sama artinya mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi.

Nah dalam konteks itulah PT Reasuransi Maipark menggelar Geo-Ekskursi yakni gabungan antara seminar dan praktik lapangan untuk mempelajari ilmu kebumian dan resiko bencana alam.

Kegatan ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen dalam melaksanakan penelitian di bidang ilmu kebumian yang bermuara pada peningkatan kompetensi industri asuransi umum Indonesia.

Menurut Direktur Utama MAIPARK, Ahmad Fauzie Darwis, program Geo-Ekskursi yang berlangsung sejak tahun 2009 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai potensi risiko bencana di wilayah yang dikunjungi. Tahun 2019, Geo-Ekskursi dilaksanakan pada 7-9 November 2019 di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat.

Dipilihnya Papandayan, Garut, sebagai tujuan kegiatan ini, menurut Ketua Panitia, Hengki Eko Putra, selain sebagai destinasi wisata yang terkenal, Gunung Papandayan merupakan gunung api strato yang menarik sebagai lokasi edukasi potensi risiko bencana di kawasan tersebut.

Gunung Papandayan terletak di Kecamatan Cicurupan, Kabupaten Garut, sekitar 70 KM sebelah Tenggara Kota Bandung, Jawa Barat, berada pada ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Papandayan memiliki beberapa kawah yang terkenal di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak dan Kawah Manuk.

Sejarah mencatat Gunung Papandayan telah beberapa kali meletus, di antaranya pada 12 Agustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942 dan 11 November 2002. Letusan besar yang terjadi pada 1772 menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2.957 orang

Peserta Geo-Ekskursi ini adalah perwakilan dari seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi umum di Indonesia yang merupakan pemegang saham sekaligus mitra kerja MAIPARK.

"Jumlah peserta keseluruhan sekitar 110 orang. Sedangkan pemateri yang hadir diantaranya adalah Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, ST, MT dari Teknik Geologi, lnstitut Teknologi Bandung dan juga pemateri dari Balai Adat Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat," jelas Hengki.

Pada 7 November, para peserta mengikuti kuliah ruangan di kampung Sampireun. Kemudian hari kedua para peserta mengikuti kuliah lapangan di Gunung Papandayan.

"Pada hari ke-3, kuliah lapangan yang terakhir dilaksanakan di Gunung Guntur, untuk selanjutnya melakukan perjalanan kawasan wisata kampung Naga, kemudian ke Jakarta," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Ratas Penanganan Bencana,...
Ratas Penanganan Bencana, Presiden Minta Percepatan Evakuasi Korban
Penanganan Bencana Harus...
Penanganan Bencana Harus Dipercepat
Kemensos akan Gandeng...
Kemensos akan Gandeng LSM dalam Penanganan Bencana
Pemkab Morowali Menggelar...
Pemkab Morowali Menggelar Rakor Penanganan Bencana
Temui Jajaran Pimpinan...
Temui Jajaran Pimpinan ITS dan Unair, Mensos: Silaturahim dan Diskusi Penanganan Bencana
Resmi Pimpin RAPI Sulsel,...
Resmi Pimpin RAPI Sulsel, IAS Dorong Penguatan Fungsi Sosial
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
33 menit yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
56 menit yang lalu
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
6 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
11 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
11 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
11 jam yang lalu
Infografis
Oarfish, Ikan Kiamat...
Oarfish, Ikan Kiamat yang Dikaitkan dengan Bencana Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved