Cegah Warganya Penyakitan, Pemkot Bogor Perbanyak Fasilitas Publik

Rabu, 06 November 2019 - 16:03 WIB
Cegah Warganya Penyakitan,...
Cegah Warganya Penyakitan, Pemkot Bogor Perbanyak Fasilitas Publik
A A A
BOGOR - Masih tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular di kalangan masyarakat perkotaan, kini menjadi sorotan. Bahkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), sempat merilis data terbaru tentang peningkatan kematian di kalangan masyarakat urban serta mendorong kepala daerah aktif membuat kebijakan dalam menekannya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku serius terkait pengurangan angka kematian warganya yang diakibatkan penyakit tak menular. Bahkan sebelum WHO merilis data terbaru tentang hasil penelitian yang menyebutkan angka kematian masyarakat urban meningkat, pihaknya sudah dan sedang menjalankan program pembangunan yang arahnya menyehatkan publik.

"Intinya, pembangunan kota harus diarahkan kepada pencegahan agar masyarakat sehat. Selain mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas publik berupa sarana prasarana berkegiatan di luar ruangan, juga kita terus membangun bahkan memperluasnya," ujar Dedie saat dikonfirmasi, Rabu (6/11/2019).

Ia mencontohkan, sarana prasarana publik yang sudah dan sedang diperluas titiknya hingga saat ini yakni pedestrian (fasilitas pejalan kaki dan olahraga lari), bukan hanya di sekitar Kebun Raya Bogor atau pusat kota saja. "Jadi pedestrian itu selain sebagai sarana penghubung orang dari titik ke titik tujuan, juga sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk merubah pola hidup sehat dengan berolahraga," ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga akan memperbanyak taman sebagai sebagai tempat rekreasi yang dampaknya meminimalisir stres. "Termasuk menata kawasan, sanitasi lingkungan serta penghijauan. Artinya, metode preventif menjadi penting dibanding kuratif. Itulah yang akan terus kita upayakan. Sehingga nantinya angka kematian akibat penyakit tak menular di Kota Bogor ini berkurang," paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor pada 2017-2018, angka kematian akibat penyakit tidak menular trennya menurun. Namun demikian, setiap tahunnya kematian warga Kota Bogor didominasi oleh penyakit tak menular berupa diabetes mellitus disusul jantung koroner.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Ruabeah sempat menyampaikan jumlah kasus penyakit tak menular dari 2017 ke 2018 meningkat, namun angka kematiannya berkurang. "Kasus penyakit tidak menular data dari puskesmas dan rumas sakit, pada 2017 jumlah totalnya yakni 58.090 kasus dengan jumlah kematian 682. Iya diabetes mellitus dan jantung koroner penyumbang kematian terbesar dari 16 penyakit tak menular lainnya," jelasnya.

Kemudian, pada 2018, jumlah kasus penyakit tidak menular sebanyak 66.218 kasus. Dengan jumlah total kematian dari 16 penyakit tidak menular yang didata itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya yakni 357 orang.

"Dari 16 penyakit tidak menular dari tahun ke tahun paling banyak diabetes mellitus. Pada 2017 dari 7.731 kasus sebanyak 87 orang meninggal dunia. Disusul jantung koroner dari 635 kasus, 96 meninggal. Sedangkan tahun lalu jumlahnya meningkat dari 13.684 kasus diabetes mellitus tapi menurun angka kematiannya yakni 47 orang saja, dan jantung koroner dari 576 kasus, 28 orang yang meninggal, sama dengan stroke," tukasnya.
(thm)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
4 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
5 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
5 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
6 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
7 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved