Anggota DPRD DKI soal Ade Armando: Dia Mencederai Citra Seorang Dosen

Selasa, 05 November 2019 - 13:20 WIB
Anggota DPRD DKI soal...
Anggota DPRD DKI soal Ade Armando: Dia Mencederai Citra Seorang Dosen
A A A
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta, Syarif, turut angkat bicara soal penyebaran foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diedit mirip tokoh Joker, oleh dosen dan pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando.

Dia menilai klaiman Ade Armando bahwa postingannya di media sosoal itu hanya bentuk kritikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Baca juga: Dipolisikan Atas Postingan Meme Anies, Begini Respons Ade Armando) "Itu menurut Ade Armando kan. Itukan di dalam cuitannya ada narasinya. Narasi singkat, Gubernur Jahat. Kalau Pinokio kan orang bisa menafsirkan apapun, satu, Pinokio kan orang yang baik, Pinokio bukan orang yang jahat. Kalau Joker? Apa? Orang jahat, bahkan jahatnya jahat brutal, bukan jahat menakuti. Dalam literatur Yunani kuno yang umumnya dipahami, Joker itukan asal usulnya penjahat brutal, gila, dari keluarga gila dan dia jadi gila, jadi perampok," beber Syarif kepada wartawan, Selasa (5/11/2019).

Syarif menyayangkan Ade Armando yang tercatat sebagai dosen aktif di UI justru kerap bertingkah laku di luar etika seorang pengajar. Selain mencederai citra seorang dosen, menurut Syarif, Ade Armando juga membuat kritikan yang menyimpang.

"Bukan kurang pas lagi, sudah menyimpang. Saya agak menyesalkan di belakang itu ada motivasi kotor di belakang kepala Ade Armando itu. Bukan sekadar mengkritik itu. Coba baca narasinya," tukas politikus Partai Gerindra itu.

Kritikan tersebut bukan dianggap sebagai cara perbaikan, namun lebuh kepada pembunuhan karakter pemimpin daerah, dalam hal ini Anies Baswedan. (Baca juga: Kerap Dilaporkan ke Polisi, UI Peringatkan Ade Armando)

"Yang penting itu narasinya ya, narasinya tuh menabrak tata krama sebagai dia seorang kritikus. Dia kan emang tukang kritik, yang pasti enggak sampai kritiknya," pungkas Syarif.
(thm)
Berita Terkait
3 Terdakwa Kasus ITE...
3 Terdakwa Kasus ITE Bebas, Penasehat Hukum Apresiasi Majelis Hakim
Simak, Begini Cara Melaporkan...
Simak, Begini Cara Melaporkan Pencemaran Nama Baik ke Polisi
Nikita Mirzani Mangamuk...
Nikita Mirzani Mangamuk di Sidang, Lempar Mic dan Berkas Perkara
Dilaporkan Syekh Puji...
Dilaporkan Syekh Puji soal Pelanggaran UU ITE, Eko Kuntadhi Jalani Mediasi di Polda Jateng
Putusan MK Melarang...
Putusan MK Melarang Lembaga Pemerintah Adukan Pencemaran Nama Baik
Pasal Pencemaran Nama...
Pasal Pencemaran Nama Baik Dihapus Pemerintah dari UU ITE
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
1 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
1 jam yang lalu
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
1 jam yang lalu
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
2 jam yang lalu
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
3 jam yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
6 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved