Pemangkasan Eselon III dan IV, 5.340 Pejabat DKI Terancam Hilang Jabatan

Jum'at, 01 November 2019 - 07:02 WIB
Pemangkasan Eselon III...
Pemangkasan Eselon III dan IV, 5.340 Pejabat DKI Terancam Hilang Jabatan
A A A
JAKARTA - Sebanyak 5.340 pejabat eselon III dan IV dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terancam kehilangan jabatannya terkait rencana pemerintah pusat melakukan pemangkasan eselon. Meski demikian, Pemprov DKI minta agar posisi camat dan lurah dipertahankan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir mengatakan, total pejabat yang mengisi eselon III sebanyak 862 orang, eselon IV mencapai 4.478 orang. Bila ditotal ada 5.340 pejabat eselon III dan IV di DKI Jakarta.

Untuk eselon III itu terdiri dari kepala bagian, kepala bidang dan camat. Sedangkan eselon IV terdiri dari kepala seksi, kepala sub bagian, kepala sub bidang, kepala unit pelaksana teknis (UPT) dan lurah.

Ribuan pejabat eselon III dan IV ini terancam hilang jabatan karena, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu meminta agar hanya ada dua level jabatan struktural yakni eselon I dan II, sementara sisanya dialihkan ke jabatan fungsional.

"Kami tetap mendukung rencana pemerintah pusat dalam menghapus pejabat eselon III dan IV. Tujuan untuk merampingkan jumlah birokrasi di pemerintah dengan kualitas yang lebih baik dengan mengganti posisinya sebagai jabatan fungsional," kata Chaidir kepada wartawan Kamis (31/10/2019).

Menurut dia, perampingan struktural di pemerintah daerah, tentunya berimplikasi pada APBD DKI Jakarta. Terutama dalam pemberian tunjangan kinerja daerah (TKD) yang diambil dari APBD.

Namun nilainya belum diketahui karena pemerintah daerah masih menunggu petunjuk dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) soal perubahan pejabat struktural menjadi fungsional. "Sekarang ini kan istilanya miskin fungsional, tapi kaya terhadap struktural. Nanti berbalik jadi miskin struktural tapi kaya terhadap fungsi (keterampilan). Itulah yang diinginkan pemerintah pusat," ujarnya.

Namun, Chaidir berharap agar posisi camat dan lurah tetap dipertahankan. Sebab pejabat eselon III dan IV itu tidak hanya bekerja di satuan perangkat kerja daerah (SKPD) saja. Tapi camat dan lurah juga masuk dalam eselon itu sebagai pejabat kepala wilayah.

Posisi mereka tidak bisa diganti oleh pejabat fungsional karena jabatan struktural cenderung memiliki anak buah dan kewenangan untuk memerintahkan. Berbeda dengan pejabat fungsional, cenderung tidak memiliki anak buah dan dituntut memiliki ketrampilan yang berkompeten di bidang kerjanya masing-masing

"Camat masuk eselon III dan lurah eselon IV. Saya harap posisi mereka tetap dipertahankan di wilayah. Mereka punya kewenangan untuk memerintah jajaran ke bawah dan juga punya kewenangan sebagai pimpinan kepala wilayahnya, dalam hal ini ada RT dan RW," ujarnya.

Chaidir menuturkan, jabatan fungsional adalah jabatan yang mempunyai keterampilan sesuai keahlian profesionalnya. Dia mencontohkan, bila posisinya yang eselon II difungsionalkan, maka Chaidir harus memiliki keahlian di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

"Nanti di situ (BKD) saat jadi fungsional saya bisa menjadi instruktur pelatihan SDM," ucapnya. (Baca: Siap-siap, 400 Ribu PNS Bakal Terdampak Pemangkasan Eselon)

Sementara itu, Sekretaris komisi A DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono meminta Pemprov DKI Jakarta mengikuti arahan pemerintah pusat terkait penghapusan eselon III dan IV meskipun itu berimplikasi terhadap jabatan lurah dan camat. "Nanti tinggal disesuaikan sesuai aturan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
5 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
7 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
8 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
8 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
9 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved