Suhu Panas Bisa Picu Heat Stroke, Begini Cara Mengantisipasinya
Jum'at, 25 Oktober 2019 - 13:02 WIB
Suhu Panas Bisa Picu Heat Stroke, Begini Cara Mengantisipasinya
A
A
A
JAKARTA - Di tengah suhu panas yang melanda Jabodetabek, masyarakat diingatkan dengan beberapa dampak yang bisa terjadi seperti dehidrasi dan heat stroke. Untuk penyakit heat stroke sendiri, masyarakat dimintan untuk mengenali gejalanya agar tidak berakhir fatal.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti meminta masyarakat untuk tak menganggap remeh suhu panas di Jakarta. "Karena jika suhu panas yang terjadi telah melebihi batas wajar, maka bisa memicu munculnya penyakit heat stroke," katanya kepada wartawan, Jumat (25/10/2019). ( Baca: BMKG Sebut Indonesia Tak Dilanda Gelombang Panas tapi Suhu Panas )
Ia menuturkan, adapun gejala dari penyakit heat stroke antara lain kepala pusing, kebingungan, kelelahan, muntah bahkan hingga tidak sadarkan diri. Maka itu untuk mencegah heat stroke dia menyarankan agar masyarakat tidak berada di luar ruangan pada saat matahari sedang terik.
"Minum dua jam sekali, jangan berada di luar ruangan pada siang hari antara pukul 10.00-16.00 WIB, jika sudah terlalu panas segera masuk ke ruangan bersuhu dingin," ucapnya.
Sebelumnya BMKG menyatakan bahwa saat ini Indonesia dilanda suhu panas, dan bukan gelombang panas. "Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya Gerak semu matahari," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo pada 23 Oktober 2019. (Baca: Dinkes DKI Ingatkan Waspadai Suhu Panas karena Bisa Picu Heat Stroke )
Mulyono mengatakan, ini merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti meminta masyarakat untuk tak menganggap remeh suhu panas di Jakarta. "Karena jika suhu panas yang terjadi telah melebihi batas wajar, maka bisa memicu munculnya penyakit heat stroke," katanya kepada wartawan, Jumat (25/10/2019). ( Baca: BMKG Sebut Indonesia Tak Dilanda Gelombang Panas tapi Suhu Panas )
Ia menuturkan, adapun gejala dari penyakit heat stroke antara lain kepala pusing, kebingungan, kelelahan, muntah bahkan hingga tidak sadarkan diri. Maka itu untuk mencegah heat stroke dia menyarankan agar masyarakat tidak berada di luar ruangan pada saat matahari sedang terik.
"Minum dua jam sekali, jangan berada di luar ruangan pada siang hari antara pukul 10.00-16.00 WIB, jika sudah terlalu panas segera masuk ke ruangan bersuhu dingin," ucapnya.
Sebelumnya BMKG menyatakan bahwa saat ini Indonesia dilanda suhu panas, dan bukan gelombang panas. "Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya Gerak semu matahari," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo pada 23 Oktober 2019. (Baca: Dinkes DKI Ingatkan Waspadai Suhu Panas karena Bisa Picu Heat Stroke )
Mulyono mengatakan, ini merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
(ysw)