Kekurangan Blanko, 144 Ribu Warga Bekasi Belum Miliki e-KTP

Rabu, 16 Oktober 2019 - 21:29 WIB
Kekurangan Blanko, 144...
Kekurangan Blanko, 144 Ribu Warga Bekasi Belum Miliki e-KTP
A A A
BEKASI - Sebanyak 144 ribu warga di Kota dan Kabupaten Bekasi tercatat belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga kini. Pemerintah daerah berdalih fenomena itu terjadi lantaran keterbatasan blanko dari Kementerian Dalam Negeri.

Di Kabupaten Bekasi, pemerintah setempat mencatat sebanyak 59 ribu warganya belum memiliki e-KTP hingga saat ini. Padahal, ribuan warga tersebut sudah melakukan perekaman data dan biometri dengan status Print Ready Record (PRR). Kondisi serupa juga terjadi di Kota Bekasi tercatat sebanyak 85 ribu warganya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan, puluhan ribu warganya tersebut sudah melakukan perekaman, namun tidak memiliki e-KTP karena keterbatasan blanko yang diberikan pemerintah pusat. "Mereka statusnya sudah PRR, tapi kita kurang blanko, tidak bisa cetak," katanya kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Menurut dia, 59 ribu warga yang belum memiliki e-KTP itu hampir tersebar di 23 Kecamatan se-Kabupaten Bekasi. Rincianya, 25.500 warga yang berada di 22 Kecamatan. Dan 33.500 merupakan penduduk Kecamatan Tambun Selatan. "Warga Tambun yang paling banyak tak miliki KTP, dan yang paling sedikit warga Muaragembong," ujarnya.

Saat ini, kata dia, alokasi blanko e-KTP hanya 20 sampai 30 keping yang didistribusikan setiap dua pekan sekali ke masing-masing kecamatan. Meski terkendala ketersediaan blanko, penduduk Kabupaten Bekasi yang wajib KTP diimbau tetap melakukan perekaman di masing-masing kecamatan tempat tinggalnya.

Akibat dampak dari keterbatasan blanko e-KTP juga menimpa wilayah Kota Bekasi, pemerintah setempat menghitung ada 85 ribu warga Kota Bekasi belum kantongi e-KTP. Alhasil, sampai saat ini warganya menggunakan Suket atau surat keterangan domisili sementara sebagai bentuk dokumen kependudukan pengganti e-KTP.

Ada beberapa faktor 85 ribu warga Kota Bekasi belum punya e-KTP. Hal itu diketahui dari banyaknya warga Kota Bekasi pakai Suket, belum lakukan perekaman, kehilangan, hingga pindah domisili. "Hingga Oktober ini, tercatat puluhan ribu warga belum miliki e-KTP," kata Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Hidayat.

Penyebabnya, kata dia, akibat dari keterbatasan blanko e-KTP yang diberikan ke Kota Bekasi. Bahkan sampai saat ini juga, wilayahnya baru terima 500 keping blanko e-KTP per bulannya dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Akibat kondisi itu, butuh belasan tahun warga Kota Bekasi punya e-KTP secara utuh.

"Ada 85 ribu warga belum punya e-KTP. Kalau kondisinya seperti ini, ya kemungkinan butuh belasan tahun untuk menyelesaikan percetakan KTP warga Kota Bekasi," tegasnya. Untuk itu, dia berharap suplai blangko e-KTP dari Kemendagri bisa lebih diperbanyak. Sebab, Kota Bekasi salah satu kota yang melakukan permohonan blangko e-KTP- paling besar.

Taufiq mengaku, lembaganya berencana mengajukan 50 juta keping blanko kepada Kemendagri pada tahun 2020 mendatang. Hal itu, untuk mengsiasati ratusan ribu warga Bekasi yang belum e-KTP agar secepatnya memiliki identitas resmi."Semoga Bekasi bisa dapat lebih banyak sehingga bisa meng-cover kekurangan," pintanya.

Taufiq menambahkan banyak pengajuan e-KTP baru bukan hanya dari warga yang belum memiliki e-KTP atau baru berusia 17 tahun. Akan tetapi sebagai kota urban, banyak orang yang datang maupun pindah. Untuk mengsiasatinya, pemerintah memberikan Suket yang fungsinya sama e-KTP berdasarkan dari surat edaran Kemendagri dan Wali Kota Bekasi.

Sehingga warga yang belum mendapatkannya tak perlu khawatir. Jika terdapat penolakan dari Perbankan maupun pihak lain, dapat diadukan ke pemerintah untuk segera ditindaklanjuti."Kalau ada warga yang ditolak menggunakan Suket tolong minta penolakan itu secara tertulis agar nanti bisa kami tindak," tegasnya.

Sementara fenomena membludaknya pemohon e-KTP bisa terlihat di Komplek Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Hampir ribuan warga memadati kantor pelayanan kependudukan. Kebanyakan mereka sangat kecewa kedatangan mereka tidak bisa mendapatkan KTP. Padahal, mereka sudah mengantri sejak pagi hari.

Salah satu warga Tambun Selatan, Wahyu Prihantono mengaku sudah dua tahun terakhir ini hanya memegang surat keterangan (Suket) karena belum ada blanko di kecamatan. Oleh karena itu, setiap enam bulan sekali harus memperbarui."Setiap nanya ke kecamataan atau dinas, alasannya tidak ada blanko. Ko pelayanan pemerintah seperti ini," kata warga Jatimulya ini.

Menanggapi hal itu, Fungsionaris Mahasiswa dan Pemuda (Mahmuda) Bekasi, Hasan Basri menyesalkan, kondisi warga Bekasi yang belum memiliki e-KTP tersebut. Menurut dia, kondisi ini terjadi lantaran ada perencanaan dan pelaksanaan yang tidak matang dari pemerintah dalam hal e-KTP."Kami sebagai pemuda Bekasi sangat kecewa dengan pemerintah," katanya.

Menurut dia, program data kependudukan yang terintegrasi ini sangat bagus untuk meminimalisir manipulasi admin kependudukan. Namun, seyogyanya harus diimbangi dengan ketersediaan blanko kosong E-KTP yang memadai, bayangkan di Bekasi masih kekurangan blanko hampir ratusan ribu orang.

Padahal, kata dia, target tahun 2020 seluruh rakyat Indonesia sudah memiliki E-KTP. Kemendagri harus perhatikan persoalan klasik ini (blanko kosong). Untuk itu, pihaknya mewakili warga Bekasi agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan ini."Hal ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah, dan jangan dianggap sepele," tukasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Disdukcapil Bekasi Catat...
Disdukcapil Bekasi Catat 42.476 Warga Belum Memiliki e-KTP
Disdukcapil Kabupaten...
Disdukcapil Kabupaten Bekasi Ungkap 2 Persen Warganya Belum Punya e-KTP
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Perumda Tirta Bhagasasi...
Perumda Tirta Bhagasasi Tunggu Pembayaran Kompensasi Pisah Aset
Efisiensi Anggaran,...
Efisiensi Anggaran, Pemkot Bekasi Minta Warganya Aktivasi KTP Digital
Simak! 3 Perbedaan Kota...
Simak! 3 Perbedaan Kota dan Kabupaten Bekasi
Berita Terkini
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
56 menit yang lalu
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
1 jam yang lalu
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
1 jam yang lalu
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
1 jam yang lalu
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
1 jam yang lalu
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
2 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved