Soal Wagub DKI, Pengamat Lihat Hubungan PKS-Gerindra Renggang

Selasa, 15 Oktober 2019 - 11:39 WIB
Soal Wagub DKI, Pengamat...
Soal Wagub DKI, Pengamat Lihat Hubungan PKS-Gerindra Renggang
A A A
JAKARTA - Hingga saat ini, mandeknya proses pemilihan Wagub DKI dinilai pengamat karena adanya komunikasi yang kurang matang antara dua partai pengusung yakni Gerindra dan PKS.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyatakan, jika pola komunikasi antara kedua partai pengusung tidak saling terbuka maka sampai akhir jabatan Anies berkahir maka tidak akan ada Wakil Gubernur.

"Untuk mendampingi Anies itu ketika Gerindra dan PKS bertemu kembali, kunci nya satu cuma itu saja. Kalau itu tidak dilakukan maka sampai akhir jabatan saya yakin itu akan masih kosong," kata Ujang saat dihubungi SINDOnews, Selasa (14/10/2019).

Ujang menilai antara kedua partai pengusung sudah ada kerenggangan, baik itu sifatnya dalam skala parlemen di Kebon Sirih maupun dalam konteks politik nasional. "Itu kuncinya disitu kalau itu tuntas maka selesai semua itu," katanya. (Baca: Pemilihan Wagub DKI, Dewan Pastikan Setelah Ketua Dilantik )

Apalagi sekarang, lanjutnya, melihat Gerindra dan PKS sudah mulai merenggang, seperti di politik nasional. "Gerindra ingin merapat ke pemerintahan, lalu PKS masih diluar pemerintahan. Nah ini sudah berbeda pendapat. Menurut saya hanya ada satu rumus saja bertemu saja, tidak ada cara lain," ucapnya.

Selanjutnya Ujang menuturkan, jika dalam pertemuan kedua partai pengusung melahirkan nama calon baru itu sejatinya sah-sah saja, karena panitia pemilihan sendiri belum dibentuk oleh pimpinan DPRD DKI. Maka secara harfiah dua nama calon yang telah disodorkan PKS berpeluang untuk berubah. (Baca juga: Wagub DKI Belum Terpilih, Ada Tarik Menarik Kepentingan Politik di DPRD )

"Semua serba mungkin, karena ini belum masuk ke panitia pemilihan, baru masuk di panja, panlih itu belum dibentuk oleh pimpinan. Karena rapat pimpinan di periode juga belum mengadakan rapat kan begitu. Karena itu sesunguhnya nama ini belum sah. Karena belum masuk di pembahasan panlih, belum ada belum dibentuk panlihnya. artinya nama itu bisa berubah," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Pelantikan Wagub DKI...
Pelantikan Wagub DKI Dihadiri 30 Orang, Sebelum Masuk Istana Rapid Test
Pesan Khusus Sandiaga...
Pesan Khusus Sandiaga Uno kepada Riza Patria Sebelum Dilantik Jadi Wagub DKI
Riza Patria Blak-blakan...
Riza Patria Blak-blakan soal Dinamika di Balik Pemilihan Wagub DKI
Riza Patria Curhat Soal...
Riza Patria Curhat Soal Kerjaan jadi Wagub dan Kolak Menu Wajib Buka Puasa
Kenakan Masker, Riza...
Kenakan Masker, Riza Patria Dilantik Presiden Jokowi sebagai Wagub DKI
Tinjau Kawasan Pulogadung,...
Tinjau Kawasan Pulogadung, Wagub: Di Sini Akan Dibangun RS dan Rusunawa
Berita Terkini
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
52 menit yang lalu
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
2 jam yang lalu
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
2 jam yang lalu
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
3 jam yang lalu
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
4 jam yang lalu
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
5 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved