Antisipasi DDT, Bekasi Minta Pusat Bangun 3 Underpass di Perlintasan Sebidang

Rabu, 09 Oktober 2019 - 15:54 WIB
Antisipasi DDT, Bekasi...
Antisipasi DDT, Bekasi Minta Pusat Bangun 3 Underpass di Perlintasan Sebidang
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meminta pemerintah pusat agar membangun sejumlah underpass di perlintasan sebidang Kota Bekasi. Permintaan wilayah mitra DKI Jakarta itu sangat mendesak untuk mengantisipasi beroperasinya Double-Double Track (DDT) di perlintasan rel kereta Jakarta-Cikarang pada 2021 mendatang.

"Kami sudah usulkan kepada pemerintah pusat melalui Direktur Keselamatan PT Kereta Api Indonesia (KAI), semoga mendapatkan respons baik," ungkap Kabid Infrastruktur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Erwin Guwinda, Rabu (9/10/2019).

Erwin mengatakan, Pemkot Bekasi mengusulkan pembangunan underpass di tiga titik lokasi perlintasan sebidang. Yakni, perlintasan sebidang Jalan Perjuangan, Jalan M Yamin dan Jalan Agus Salim."Hal itu untuk memperlancar arus kendaraan. Karena jika DDT sudah aktif, maka perlintasan itu sudah tidak bisa dilintasi," katanya.

Menurut dia, di Kota Bekasi ada lima sebidang perlintasan kereta api. Di Jalan Perjuangan, Jalan KH Agus Salim, Jalan M. Yamin, Jalan Ampera dan Bulak Kapal. Untuk di Jalan Ampera dipastikan akan ditutup, sementara untuk Bulak Kapal sudah ada rencana pembangunan flyover oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Meski demikian, Kota Bekasi menyerahkan sepenuhnya pembangunan tiga perlintasan itu kepada pemerintah pusat. Apakah nantinya dibangun underpass ataupun fly over."Pilihan itu tergantung pemerintah, bisa dibangun underpass atau flyover. Karena kan kalau sudah DDT pasti arus kereta aktif. Kita hanya menyusulkan," ungkapnya.

Sayangnya, lanjut dia, usulan yang diajukan itu belum diterima dengan baik. PT KAI menyerahkan pembangunan underpass tersebut dibebankan kepada pemerintah daerah."Keuangan daerah sangat berat untuk membangunnya, tapi setelah dikomunikasikan akan dibebankan kepada pemerintah pusat melalui proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya," jelasnya.

Erwin berharap, usulan itu segera direalisasikan oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat ini. Sebab, dengan adanya underpass atau flyover nantinya tidak menganggu perjalanan kereta maupun kendaraan yang ingin melintas bisa lebih lancar."Kami belum tahu pasti kapannya. Tapi semoga bisa segera dibangun ya," tegasnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dedet Kusmuyadi mengatakan, banyak perlintasan sebidang kereta api memang tidak memiliki palang pintu. Alhasil, sering terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang tersebut."Memang sangat rawan kecelakaan, jadi butuh dibangun underpass atau flyover," ujarnya.

Perlintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu berada di Bulak Kapal dan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur, sementara dua lagi berada disepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Bekasi Barat. "Dari empat titik itu yang paling rawan ada di perlintasan kereta Bulak Kapal, selain volume kendaraan cukup tinggi, pengendara motor juga banyak yang menerobos padahal sudah diperingatkan masyarakat," ungkapnya.

Selain tidak memiliki pintu, ada beberapa perlintasan kereta api sebidang masih menggunakan palang manual. Palang pintu itu hanya ditutup menggunakan bambu atau kayu sebagai penghalang kendaraan. Hal itu bisa dilihat di perlintasan sebidang di dekat Ruko Ampera, Bekasi Timur, perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan karena tidak dijaga petugas resmi dan sejumlah peralatan yang mendukung untuk mengetahui kedatangan kereta api.
(whb)
Berita Terkait
DPR Dorong Pembangunan...
DPR Dorong Pembangunan Double-Double Track Buntut Tragedi Bekasi Timur
Top! Proyek DDT Manggarai-Cikarang...
Top! Proyek DDT Manggarai-Cikarang Paket A Tahap 1 Sudah 98%
KRLmania Desak Audit...
KRLmania Desak Audit Total Persinyalan dan Percepatan DDT Bekasi-Cikarang
Double Track, Elektrifikasi,...
Double Track, Elektrifikasi, dan Pemasangan Palang Pintu Jadi Evaluasi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Proyek Pembangunan Double...
Proyek Pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi Capai 70%
Ingat! 4-6 Desember...
Ingat! 4-6 Desember 2020, Penyesuaian Jadwal KRL untuk Dukung Uji Coba Jalur Baru Double-Double Track
Berita Terkini
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
52 menit yang lalu
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
1 jam yang lalu
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
1 jam yang lalu
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
1 jam yang lalu
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
1 jam yang lalu
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved