Angka Jumlah Penyintas Pascagempa Maluku Dinamis

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 21:40 WIB
Angka Jumlah Penyintas...
Angka Jumlah Penyintas Pascagempa Maluku Dinamis
A A A
JAKARTA - Data Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi Maluku hari ini (5/10/2019), pukul 18.00 WIT mencatat jumlah penyintas mencapai 135.875 orang. Sehari sebelumnya jumlah penyintas sebanyak 111 ribu jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dalam siaran persnya mengungkapkan, kenaikan jumlah pengungsi disebabkan berapa faktor seperti gempa susulan yang masih dirasakan oleh warga. BMKG mencatat gempa susulan hingga hari ini (5/10/2019), pukul 21.00 WIT mencapai 1.077 kali dan gempa yang dirasakan mencapai 116 kali.

"Tiga hari terakhir gempa susulan memiliki magnitudo yang cukup signifikan antara M 3,5 hingga 4,4," jelas Agus.

Di samping itu, kenaikan angka pengungsi khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) disebabkan berita palsu atau hoaks. Informasi yang beredar melalui mulut ke mulut bahwa tanggal 9 Oktober nanti akan ada gempa besar.

Faktor selanjutnya warga mengungsi karena ada informasi akan adanya bantuan. Namun tidak spesifik bantuan seperti apa yang diharapkan oleh warga yang sebelumnya pernah mengungsi.

Data posko tadi juga mencatat total jumlah rumah rusak mencapai 6.975 unit. Jumlah rusak berat mencapai 1.914 unit dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 1.339, SBB 285 dan Kota Ambon 230.

Sedangkan rumah rusak sedang, total di Kabupaten Malteng 1.101 unit, SBB 469 dan Kota Ambon 241. Pada kategori rusak ringan mencapai 3.250 unit dengan rincian di Malteng 2.641 unit, Kota Ambon 546 dan SBB 333.

Gempa dengan kekuatan M 6,5 pada 26 September lalu menyebabkan 37 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban disebabkan karena tertimpa bangunan.
Angka Jumlah Penyintas Pascagempa Maluku Dinamis

Terkait dengan pemenuhan logistik, khususnya permakanan, stok bahan pangan masih cukup untuk kebutuhan satu bulan ke depan. Namun demikian, beberapa jenis logistik diakui masih minim dari yang diharapkan oleh mereka yang masih mengungsi, seperti tenda atau terpal.

Posko hingga kini mengidentifikasi sejumlah kebutuhan yang masih diperlukan selama penanganan darurat ini, seperti selimut, matras, air minum, air bersih dan kebutuhan logistik kesehatan. Di sisi lain, kebutuhan personel dengan latar belakang kesehatan juga masih dibutuhkan seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker dan tenaga psikososial.

Sementara itu, bantuan logistik tahap kedua BNPB telah tiba di Ambon hari ini. Total bantuan logistik yang telah diberikan sebagai berikut selimut 5.500 lembar, tenda gulung 5.000, matras 3.919, sandang 500 paket, family kit 200 paket, tenda keluarga kapasitas besar 15 unit, rumah sakit lapangan 1 unit dan light tower portable 1 unit.
(rhs)
Berita Terkait
Gempa Dahsyat di Maluku...
Gempa Dahsyat di Maluku Akibatkan Sejumlah Bangunan Rusak Parah
Gempa M7,9 Guncang Maluku,...
Gempa M7,9 Guncang Maluku, Sejumlah Rumah Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar Rusak
Maluku Barat Daya Diguncang...
Maluku Barat Daya Diguncang Gempa Dahsyat, BNPB Imbau Warga Tetap Waspada dan Siaga
Gempa Beruntun Guncang...
Gempa Beruntun Guncang Tanimbar, BNPB: Aman, Tak Ada Kerusakan!
Masyarakat MTB Rasakan...
Masyarakat MTB Rasakan Getaran Kuat Saat Gempa M 7,3 Terjadi
Gempa M6,1 Guncang Kepulauan...
Gempa M6,1 Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku
Berita Terkini
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
27 menit yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
2 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
2 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
2 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
2 jam yang lalu
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
3 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved