8 Ribu Anak Muda Hadiri Acara Pemuda Sholawatan di UIN Walisongo Semarang

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 13:41 WIB
8 Ribu Anak Muda Hadiri...
8 Ribu Anak Muda Hadiri Acara Pemuda Sholawatan di UIN Walisongo Semarang
A A A
SEMARANG - Indonesia Youth Forum (IYF) dan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI bersama UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan ajang kepemudaan bertajuk Pemuda Sholawatan, Jumat, 4 Oktober 2019 di Semarang.

Bertempat di Auditorium II Kampus III Universitas Islam Negeri Walisongo, kegiatan ini dikemas dalam serangkaian acara seperti sholawatan, arahan tokoh, hingga tausyiah untuk menguatkan peran pemuda untuk kemajuan Indonesia.

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Imam Taufiq mengaku bangga melihat tingginya antusiasme peserta. Bahkan, dia memperkirakan ada sekitar 8.000 orang yang hadir pada acara pemuda sholawatan tersebut.

“Malam ini saya cukup terharu, bahkan hati saya sampai bergetar melihat antusiasme segenap keluarga besar UIN Walisongo yang hadir,” ujar Imam Taufiq, melalui rilis yang diterima SINDOnews, Sabtu (5/10/2019).
8 Ribu Anak Muda Hadiri Acara Pemuda Sholawatan di UIN Walisongo Semarang

Dalam acara tersebut, UIN Walisongo juga memberikan penghargaan Cendekiawan Muda Inspiratif kepada Asrorun Ni'am Sholeh. Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq.

Menurut Prof. Imam Taufiq, Niam merupakan salah satu tokoh muda yang tak kenal lelah mendorong para pemuda untuk terus berkarya dan menempah diri menjadi pemuda yang berkualitas baik secara intelektual maupun spiritualias melalui berbagai program salah satunya dengan menginisiasi pemuda sholawatan.

Dalam sambutannya, Asrorun Ni’am mengucapkan terimakasih kepada Rektor dan Civitas Akademika UIN Walisongo Semarang atas penghargaan yang diberikan kepadanya.

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi dirinya memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara dengan mendorong anak muda Indonesia untuk mau berkarya dan berkontribusi yang terbaik untuk bangsa.

Lebih lanjut Niam mengatakan bahwa kegiatan Pemuda Sholawatan ini merupakan bagian dari upaya Kemenpora RI untuk mencanangkan Oktober sebagai Bulan Pemuda. “Para pemuda harus diajak kembali mengenang bulan Oktober 1928 silam, dimana beberapa pemuda mencuatkan gelora persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda.”

Inilah yang menurutnya mendorong Kemenpora, melalui Kantor Deputi Pengembangan Pemuda-nya, untuk mencanangkan Oktober sebagai Bulan Pemuda.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora tersebut menambahkan bahwa memberdayakan pemuda adalah keniscayaan bagi Indonesia. Karena itu, ekspresi mereka dalam berkreasi dan berkarya harus terus didorong. Tanpa itu, Indonesia akan menjadi negara yang lemah.

"Patriotisme harus berbanding lurus dengan spiritualitas yang tinggi. Sehingga bulan Oktober selain sumpah pemuda taggal 22 Oktober nanti ada spirit Hari Santri. Dimana patriotisme dan spiritualisme berbanding lurus sebagai modal untuk belajar mendahulukan kepentingan orang banyak dan bangsa," ungkap Niam tegas.

"Jika kita benar-benar cinta Rasulullah, maka jangan gampang dibohongi hoak dan menyebarkan berita bohong. Bahkan jika ada kabar yang benar tapi itu dapat menyebabkan kehancuran dan pertikaian. Maka, haram hukumnya kita menyebarkan informasi. Demi kemaslahatan dan keutuhan bangsa Indonesia," imbuh Niam.

Sebagai tokoh muda, Niam menekankan bahwa spirit Sumpah Pemuda yang akan diselebrasikan pada 28 Oktober nanti harus dimaknai untuk menjadikan bulan ini sebagai Bulan Pemuda. Sebagai wujud komitmen kongkritnya, Kemenpora menginisiasi terwujudnya Bulan Pemuda tahun ini dengan kegiatan Pemuda Sholawatan.

Dalam kesempatan yang sama Founder Indonesia Youth Forum Muhammad Abdul Idris mengatakan bangga sekaligus mengapresiasi kegiatan Pemuda Sholawatan dalam rangka menyongsong hari sumpah pemuda yang ke-91.

Harapannya, ini bisa menjadi awal menggelorakan semangat Hari Sumpah Pemuda. “Kita akan melaunching dan mendoakan kesuksesan Bulan Pemuda diawali dengan kegiatan Pemuda Sholawatan di UIN Walisongo Semarang. Semoga bisa menggelorakan semangat para pemuda,” ujarnya.

Dalam acara Pemuda Sholawatan tersebut, hadir beberapa figur anak muda baik individu maupun komunitas. Ikut serta meramaikan kegiatan tesebut yakni, Veve Zulfikar, Gus Azmi, dan kelompok hadrah As-Syahid. Mereka saat ini adalah anak-anak muda yang menjadi representasi anak muda kreatif dan religious melalui karya mereka dibidang industri musik relegius.
(pur)
Berita Terkait
15 Tokoh Penting di...
15 Tokoh Penting di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda, Ada yang Keturunan Tionghoa
Sejarah, Tokoh, Tujuan,...
Sejarah, Tokoh, Tujuan, dan Makna di Balik Hari Sumpah Pemuda
28 Oktober Hari Sumpah...
28 Oktober Hari Sumpah Pemuda, Ini 3 Lokasi Bersejarah yang Wajib Kamu Tahu
33 Ucapan Hari Sumpah...
33 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2024, Pesan Penuh Harapan dan Semangat
Mengenal Tiga Tokoh...
Mengenal Tiga Tokoh Perempuan Penting di Balik Hari Sumpah Pemuda
Sejarah Sumpah Pemuda...
Sejarah Sumpah Pemuda 1928 dan Deretan Tokoh di Baliknya
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
6 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
8 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved