Warga China Dibekuk Aparat saat Cari Pengantin Pesanan di Cimahi

Selasa, 01 Oktober 2019 - 18:54 WIB
Warga China Dibekuk...
Warga China Dibekuk Aparat saat Cari Pengantin Pesanan di Cimahi
A A A
CIMAHI - Warga negara asing (WNA) asal China ditangkap oleh petugas imigrasi dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, Kemenkumham RI Wilayah Jawa Barat, karena terbukti melanggar keimigrasian.

Tersangka yang bernama Shao Dongdong (29) itu juga terlibat dalam tindak pidana penyelundupan orang dengan modus mencari wanita Indonesia sebagai pesanan pengantin untuk dinikahkan dengan WNA asal China dengan iming-iming uang.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jabar R Ari Budijanto mengungkapkan, tersangka asal Heilongjiang yang telah menikah dengan WNI ini ditangkap di wilayah Cibeber, Kota Cimahi, pada 8 Juli 2019. Tersangka ini menjalankan modus operandinya dengan mencari wanita Indonesia sebagai pengantin pesanan untuk kemudian menikah dengan warga China. Dalam praktiknya tersangka mengiming-imingi sejumlah uang kepada orang tua wanita tersebut.

"Dia menjanjikan uang Rp35 juta kepada orang tua wanita yang menjadi target dengan pembayaran awal Rp10 juta. Sementara tersangka sendiri menjual 'paket' wanitanya itu senilai Rp110 juta ke WNA China untuk dinikahi," terang Ari saat menggelar konferensi pers didampingi Kajari Cimahi, Harjo di Aula Kajari, Kota Cimahi, Selasa (1/10/2019).

Menurutnya, tersangka ini masuk secara legal ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno Hatta tanggal 23 juni 2019. Meski belum lama berada di Indonesia, tapi yang bersangkutan sudah menikahi wanita Indonesia tentunya dengan prosedur yang tidak sesuai dan dokumen yang dipalsukan. Pernikahan itu disinyalir sebagai kedok karena istrinya kemudian bertugas mencari wanita yang dijadikan target untuk mau menjadi pengantin pesanan.

Melalui praktik tersebut, lanjut Ari, tersangka mendapatkan keuntungan dari hasil 'penjualan' pesanan pengantin yang dibawa ke China. Pernikahan tersebut jelas melanggar aturan karena tidak sesuai hukum dan mengandung unsur penyelundupan manusia. Selain tidak sesuai prosedur karena banyak dokumen yang dipalsukan, pernikahan juga dilakukan agar bisa mendapatkan akses masuk menuju ke China.

"Berdasarkan pemeriksaan ada dua orang korban yang hendak diselundupkan namun berhasil digagalkan. Saat diamankan dari tersangka juga turut diamankan sejumlah dokumen seperti pasport, buku tabungan, ATM, HP, surat nikah, dan dokumen lain," ucapnya.

Pihaknya juga mendapatkan informasi jika di KBRI China, terdapat beberapa orang yang menjadi korban pengantin pesanan. Saat ini pihak KBRI masih menangani kasus pengantin pesanan yang belum dipulangkan ke Indonesia, apakah ada kaitannya dengan tersangka ini atau bukan. Termasuk melakukan penyelidikan tiga orang lainnya yang diduga terlibat dalam masalah tersebut.

"Untuk kasus modus pengantin pesanan yang sampai di China sudah dari tahun 2018, sedangkan yang ditemukan di Jabar (Cimahi) sama seperti di Pontianak. Kebanyakan kasus yang ada, perempuan dibawa ke sana tapi dipekerjakan tidak layak," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Penangkapan WNA Myanmar...
Penangkapan WNA Myanmar Etnis Rohingya di Tegal
Penjelasan Kemenkumham...
Penjelasan Kemenkumham Terkait Penangkapan WNA Diduga Pelaku Spionase di Nunukan
Apresiasi Penangkapan...
Apresiasi Penangkapan 321 WNA Sindikat Judi Online, Penasihat Ahli Kapolri: Sangat Meresahkan
Kisah Penangkapan WNA...
Kisah Penangkapan WNA Asal Malaysia yang Cinta Buta ke WNI, Bikin Imigrasi Sedih
Polisi Tangkap Pemuda...
Polisi Tangkap Pemuda yang Tikam Remaja Gegara Tak Diberi Rokok
Perempuan Seksi Tewas...
Perempuan Seksi Tewas Pakai Rok Mini di Tebing Pantai Bingin Bali, Ternyata WNA AS
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
2 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
3 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
4 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
6 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved