Korban Meninggal Akibat Gempa Ambon Jadi 23 Orang

Jum'at, 27 September 2019 - 08:35 WIB
Korban Meninggal Akibat...
Korban Meninggal Akibat Gempa Ambon Jadi 23 Orang
A A A
AMBON - BPBD Provinsi Maluku mencatat pada Kamis (26/9), pukul 21.53 WIT, total korban meninggal akibat gempa Ambon, Maluku sebanyak 23 orang.

Selain ditemukan di Kabupaten Maluku Tengah, korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon, sebanyak 6 orang, dan Kabupaten Seram Bagian Barat 3 orang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga melaporkan bahwa lebih dari 100 orang menderita luka-luka.

"Korban luka disebabkan reruntuhan bangunan pascagempa. Korban luka-luka terjadi di Kabupaten Maluku Tengah. Lebih dari 100 orang mengalami luka di Desa Liang. Di Kota Ambon, 5 orang luka dan telah mendapatkan perawatan medis," ujar Agus Wibowo, Plt Pusat Data , Informasi dan Humas BNPB.

Sedangkan lanjut Agus Wibowo di Kabupaten Seram Bagian Barat, 1 orang luka di Desa Waisama. Sekitar 15.000 warga masih mengungsi pascagempa dan dikarenakan karena rumah mereka yang rusak dan mengantisipasi gempa susulan yang membahayakan bangunan tempat tinggal.

"Sementara itu, kerusakan infrastruktur tidak hanya terjadi pada sektor perumahan tetapi juga fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran, dan fasilitas umum. Kerusakan rumah di wilayah terdampak mencapai 171 unit, dengan rincian 59 rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan. Fasilitas pendidikan rusak sebanyak 5 unit antara lain beberapa bangunan di Universitas Pattimura dan Kampus IAIN," jelasnya.

Berdasarkan situasi lapangan, beberapa kebutuhan berupa makan dan nonmakanan mendesak diperlukan selama penanganan darurat. "Berikut ini daftar nonmakanan mendesak yang dibutuhkan pascagempa Maluku, yaitu terpal sebanyak 30.000 lembar, tenda keluarga 20 buah, popok balita, pembalut perempuan, selimut 20.000 lembar, matras 5.000 lembar, tikar 10.000 lembar, alat penerang 20.000 buah dan tandom air beserta MCK. Tenda sangat dibutuhkan mengingat wilayah Maluku mengalami hujan," sebutnya.

Sedangkan kebutuhan makan, para penyintas membutuhkan makanan bayi sebanyak 120 paket, makanan dan minuman 20.000 paket, obat-obatan, air mineral, dan makanan siap saji. "Di samping itu, pendekatan trauma healing diperlukan bagi anak-anak dan remaja," sebutnya.

Pemerintah daerah setempat dibantu banyak pihak masih terus melakukan upaya-upaya penanganan darurat di lapangan. Tim kaji cepat melakukan pendataan untuk melihat secara lebih rinci kondisi di lapngan. "Tim BNPB telah berada di lokasi untuk mendukung penanganan darurat," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tsunami Setinggi 80...
Tsunami Setinggi 80 Meter Pernah Menerjang Ambon Tahun 1674
Gempa Susulan Magnitudo...
Gempa Susulan Magnitudo 5,6 Guncang Tanimbar, Dirasakan hingga Ambon
Gempa M6,0 Guncang Ambon,...
Gempa M6,0 Guncang Ambon, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,5 di Ambon...
Gempa M5,5 di Ambon Akibat Aktivitas Subduksi Laut Banda
Selasa Dini Hari Maluku...
Selasa Dini Hari Maluku Diguncang Gempa Bermagnitudo 5.2
Gempa Bumi Rusak 230...
Gempa Bumi Rusak 230 Rumah di Kabupaten Selayar
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
9 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
10 jam yang lalu
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved