Kebocoran Minyak Cemari Kepulauan Seribu, Pengamat: Jangan Buka Data Sembarangan

Minggu, 22 September 2019 - 15:05 WIB
Kebocoran Minyak Cemari...
Kebocoran Minyak Cemari Kepulauan Seribu, Pengamat: Jangan Buka Data Sembarangan
A A A
JAKARTA - Pertamina diminta tak membuka data sembarangan kepada publik, termasuk data sumur YYA-1 yang mengalami kebocoran hingga tumpahan minyak itu mencemari perairan di Kepulan Seribu, Jakarta dan sekitar Karawang, Jawa Barat.

Alasannya, data tersebut mengandung rahasia bisnis yang memang harus ditutup. “Tidak boleh dibuka sembarangan," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean dalam keterangan persnya, Minggu (22/9/2019).

Hal itu, kata dia, ada dalam undang-undang Migas yang melindungi upaya eksplorasi, pengeboran, dan sebagainya karena data tersebut terkait banyak hal yang harus dijaga dan disimpan, misal teknologi supaya tidak ditiru pihak lain.

Dia juga menambahkan, migas merupakan sektor yang erat dengan teknologi dan juga memiliki biaya besar. Maka itu, kata dia, Pertamina harus menyimpan data dengan rapat, karena disanalah letak keunggulan perusahaan tersebut.

"Data tersebut harus dijaga karena merupakan keunggulan perusahaan dan tidak bisa dibuka begitu saja karena berpotensi diketahui pihak lain. Kecuali jika ada penyelidikan oleh aparat sehingga Pertamina harus membuka,” tegasnya.

Menurut dia, penyimpanan data tersebut tidak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sebab UU tersebut tidak dapat diartikan bahwa pemerintah bisa membuka semua data yang diminta publik.

"Ada batasan-batasannya. Kalau data umum saja memang bisa, tetapi data krusial yang memang harus dijaga, tentu saja tidak bisa," ujarnya.

Maka itu, Ferdinand meminta semua pihak untuk bersabar menunggu penanganan yang dilakukan Pertamina, apalagi saat ini BUMN tersebut juga sedang berupaya untuk menutup kebocoran melalui pengeboran miring di dekat sumur YYA-1 yang bocor.

"Beberapa waktu lalu saya meninjau lokasi, dan hingga sekarang terus memantau perkembangannya. Upaya Pertamina sudah sangat tepat dan masih on track sesuai timeline mereka," ujarnya. (Baca: Tumpahan Minyak Cemari Kepulauan Seribu, Bupati: Kebersihan Terjaga )

Sekadar diketahui, limbah minyak atau pek ini sudah mencemari kepulau seribu. Limbah tersebut diduga muncul lantaran kebocoran dan gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, blok Minyak dan Gas Offshore North West Java (ONWJ) PT Pertamina dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Beberapa pulau di Kepulauan Seribu yang tercemar antara lain Pulau Untung Jawa, Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kelor, dan Pulau Rambut.
(ysw)
Berita Terkait
Fraksi Demokrat DKI...
Fraksi Demokrat DKI Apresiasi Pencabutan Perda Penataan Kepulauan Seribu
Pulau Panjang Kepulauan...
Pulau Panjang Kepulauan Seribu Disiapkan Jadi Tempat Wisata Religi
Profil AKBP Eko Wahyu,...
Profil AKBP Eko Wahyu, Kapolres Kepulauan Seribu yang Terlibat Pencarian Korban Sriwijaya Air
Perairan Kepulauan Seribu...
Perairan Kepulauan Seribu Dipenuhi Tumpahan Minyak, Polisi Turun Tangan
Stop BAB Sembarangan,...
Stop BAB Sembarangan, Pemkab Kepulauan Seribu Bangun Toilet Gratis
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Pemkab Kepulauan Seribu Kolaborasi dengan Perusahaan Swasta
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
57 menit yang lalu
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
1 jam yang lalu
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
2 jam yang lalu
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
3 jam yang lalu
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved