Desa Kreatif Jadi Basis Pengembangan Destinasi Wisata Super Prioritas

Kamis, 19 September 2019 - 21:04 WIB
Desa Kreatif Jadi Basis...
Desa Kreatif Jadi Basis Pengembangan Destinasi Wisata Super Prioritas
A A A
SURABAYA - Pengembangan destinasi wisata super prioritas bakal dimulai dari desa dengan mengembangkan desa-desa kreatif. Potensi desa yang begitu besar bahkan bisa jadi basis pengembangan wisata karena efeknya yang langsung pada pemberdayaan dan kesejahteraan warga desa.

“Dengan jumlahnya yang masif (75,436 desa di seluruh Indonesia), pembangunan yang bersifat bottom-up, hanya akan berhasil apabila kita ikut memberdayakan seluruh sumber daya yang ada di desa,” kata Ketua Tim Quick Win 5 Destinasi Super Prioritas Irfan Wahid dalam keynote speech-nya di Seminar Arah Pengembangan Industri Desa Berbasis Teknologi di Surabaya kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Menurut Irfan wahid, mengembangkan desa-desa kreatif merupakan salah satu pendekatan kita dalam mengembangkan pariwisata di 5 destinasi super prioritas. "Desa kreatif di Joglosemar, Kawasan Danau Toba, dan Mandalika terbukti menjadi daya tarik wisatawan mancanegara karena nilai budayanya yang begitu kental. Membangun desa dengan pariwisata sebagai driver-nya,” jelas Irfan Wahid.

Seminar tersebut juga ikut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, dan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November, Prof Mochammad Ashari.

Pembangunan fisik di berbagai desa di Indonesia, kata Ipang Wahid—sapaan akrab Irfan Wahid—harus diikuti dengan pengembangan sumber daya manusia, dengan cakupan pengetahuan yang luas termasuk digital.

“Dalam kasus pariwisata, ketika kita membangun suatu daerah hanya dengan pembangunan fisik saja terbukti tidak akan menciptakan sustainabilitas. Pengembangan sumber daya manusia juga sangat penting. Pola strategi ini juga yang kita terapkan di 5 destinasi super prioritas nanti,” timpalnya.

Membangun desa kreatif, kata tokoh senior di dunia branding Indonesia itu, apabila dipandang dari segi makro juga memperkuat perekonomian Indonesia. “Bayangkan apabila 1,000 desa kreatif Indonesia memiliki 1 saja produk ekspor dan terkoneksi dengan teknologi digital. Artinya ada 1,000 produk ekspor yang dihasilkan oleh desa. Hal ini tentu akan menghasilkan multiplier effect yang luar biasa,” terang Irfan Wahid.

Menurut Irfan, pengembangan desa kreatif kendepannya harus mendukung strategi meja seribu kaki yang sempat dipaparkan ke Presiden Joko Widodo. Strategi ini menjadi salah satu jurus menghadapi pelemahan daya beli global yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat.

“Kita harus memperkuat ekonomi sekaligus menyebar risiko atas potensi resesi global yang akan terjadi. Kita harus menciptakan desa kreatif berbasis agrikultur, holtikultur, aquakultur, budaya, maupun keindahan alam. Semuanya berbasis digital, beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Intinya, kolaborasi menjadi kunci dalam hal ini,” tandas Irfan Wahid.
(sms)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata Ramah...
5 Destinasi Wisata Ramah Muslim di Indonesia, Juaranya Aceh
BSI Dukung Pariwisata...
BSI Dukung Pariwisata Halal Melalui MotoGP Mandalika 2025
5 Tempat Wisata Alam...
5 Tempat Wisata Alam dengan Pemandangan Indah di Surabaya, Nomor 4 Mirip di Amazon
Menparekraf: Fokus Pariwisata...
Menparekraf: Fokus Pariwisata Halal Tambah Layanan Bukan Mensyariahkan
Mengapa Wisata Halal?
Mengapa Wisata Halal?
10 Tempat Wisata Paling...
10 Tempat Wisata Paling Aneh, Ada Taman Bertema Toilet di Korea Selatan
Berita Terkini
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
10 menit yang lalu
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
10 menit yang lalu
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
40 menit yang lalu
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
2 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
6 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved