Situ Ciburuy Kering, Tukang Perahu Kehilangan Pemasukan

Senin, 09 September 2019 - 20:37 WIB
Situ Ciburuy Kering,...
Situ Ciburuy Kering, Tukang Perahu Kehilangan Pemasukan
A A A
PADALARANG - Objek wisata Situ Ciburuy di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi ini berdampak pada masyarakat sekitar, terutama tukang perahu yang kehilangan mata pencarian.

Penghasilan mereka semakin menurun karena genangan air situ sudah tidak menarik lagi untuk dijadikan tempat wisata. Situ Ciburuy sendiri memiliki luas sekitar 8 hektare dan saat ini hampir setengahnya sudah mulai mengering, hanya beberapa titik saja yang terlihat masih ada airnya dan itupun sudah dangkal.

"Praktis sekarang tidak pernah narik karena sudah tidak ada wisatawan. Lagi pula air situnya dangkal sehingga tidak memungkinkan perahu untuk bermanuver," kata salah seorang penyewa perahu, Ade (24), Senin (9/9/2019).

Selama musim kemarau, debit air Situ Ciburuy menyusut drastis. Bagian tengah situ mulai terlihat dataran. Bahkan di bagian pinggir situ sudah bisa dipakai main bola atau trek sepeda motor.

"Kalau musim kemarau selalu seperti ini (mengering). Sedangkan untuk kemarau tahun ini sudah terjadi sejak empat bulan ke belakang," terang Anggota Forum Masyarakat Cinta Ciburuy (Formacib), Alo (45), Senin (9/9/2019).

Dia mengatakan, surutnya sebagian air di Situ Ciburuy menciptakan arena bermain baru bagi warga sekitar. Kondisi itu benar-benar dimanfaatkan oleh warga untuk bersenang-senang, karena kalu musim hujan air Situ Ciburuy selalu meluap. Di musim kemarau ini warga bisa melihat sebagian dari dasar situ yang mengering dan bisa dilalui.

Anak-anak juga banyak memanfaatkan untuk bermain air sambil berendam. Pada saat kondisi normal, kedalaman Situ Ciburuy bisa mencapai 5 hingga 7 meter, namun setelah terjadi musim kemarau yang berkepanjangan saat ini kedalamannya hanya mencapai 1 hingga 1,5 meter. Bahkan jika hujan masih belum turun dalam dua atau tiga bulan ke depan bisa saja kedalamannya semakin menyusut.

"Kalau lagi surut dan dangkal seperti ini ya oleh warga dipakai aktivitas. Sementara wisatawan atau pengunjung jarang ada yang datang," katanya.
(wib)
Berita Terkait
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
Warga Jakarta Diimbau...
Warga Jakarta Diimbau Waspada Hadapi Musim Kemarau
18 Daerah Ini Tidak...
18 Daerah Ini Tidak Mengalami Hujan Lebih 2 Bulan
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
28 menit yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
32 menit yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
11 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved