Ribuan Ketua RT dan RW Bekasi Belum Terima Honor Empat Bulan

Senin, 02 September 2019 - 21:45 WIB
Ribuan Ketua RT dan...
Ribuan Ketua RT dan RW Bekasi Belum Terima Honor Empat Bulan
A A A
BEKASI - Upah bulanan atau honor yang diterima aparatur RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) di Kota Bekasi terancam dihapus dari perencanaan anggaran belanja pegawai tahun 2020 mendatang. Bahkan sudah beberapa bulan ini para RT dan RW tersebut sudah tidak menerima honor dari pemerintah.

Salah satu warga yang mengeluhkan hal tersebut adalah Ketua RT 2/2, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Imam. Menurut dia, sudah lebih dari empat bulan tidak lagi menerima honor. "Kita sudah sudah tandatangan surat pertanggung jawaban (SPJ), tapi sudah lebih dari empat bulan honor belum cair," kata Imam kepada wartawan Senin (2/9/2019).

Belum cairnya honor tersebut, kata dia, dibarengi dengan informasi bahwa tahun depan honor RT RW dihapuskan. Imam menuturkan, honor RT/RW sangat penting buat kegiatan maupun pembangunan lingkungan di wilayah. Pasalnya, uang iuran yang ditarik dari warga tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lingkungan.

Adapun warga ditarik iuran sebesar Rp5.000 per bulan, sehingga total pihaknya hanya bisa mendapatkan Rp1.300.000. Untuk itu, warga meminta pemerintah mempertimbangkan kembali soal penghapusan honor RT/RW tersebut.

Jika itu dilakukan, maka berpotensi banyak yang malas untuk menjadi Ketua RT ataupun RW."Kalau seperti ini bisa pada enggak mau jadi RT/RW, kami minta pemerintah bijak menyikapinya," tegasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Sopandi Budiman mengatakan, wacana penghapusan honor RT dan RW masih dalam tahap pembahasan."Kita masih wacana, masih dalam pembahasan. Tahun ini masih ada dibayarkan kok tiap bulan, walaupun memang ada keterlambatan," katanya.

Dia memastikan pencairan honorarium RT/RW, kader Posyandu/PKK, linmas dan keagamaan tertunda disebabkan kondisi keuangan daerah yang belum stabil. Namun, pemerintah juga tengah menggencarkan pendapatan asli daerah dari sektor PBB untuk salah satunya melaksanakan belanja pembangunan dan kemasyarakatan.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), selaku Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati mengatakan, TAPD memutuskan melakukan efesiensi pemberian insentif kemasyarakatan tersebut untuk menyeimbangkan kondisi keuangan."Hingga Maret 2019 honorarium, sudah dicairkan," katanya.

Kemudian, lanjut dia, penundaan pembayaran itu dilakukan agar terjadi keseimbangan fiskal. Hingga kini, Pemkot Bekasi telah menetapkan prioritas pembayaran insentif kemasyarakatan pada APBD Perubahan 2019."Sudah masuk anggaran perubahan, nanti dibayarkan semua honornya," ungkapnya.

Untuk diketahui, pemberian insentif kepada RT sebesar Rp1.250.000 dan Insentif RW sebesar Rp1.750.000 dan kader Posyandu sebesar Rp400.000, insentif pimpinan atau pemuka umat beragama sebesar Rp300.000, pemelihara rumah ibadah sebesar Rp200.000 ribu.

Kemudian insentif kepada pengurus majelis umat beragama tingkat kecamatan sebesar Rp750.000, dan pengurus majelis umat beragama tingkat kelurahan sebesar Rp500.000. Jumlah RT sebanyak 7.086, RW sebanyak 1.013. Untuk pengurus dan anggota tim PKK, kader Posyandu dan pendamping kader posyandu ditotal berjumlah 16.101 orang.
(whb)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Begini Penampakan Gepokan...
Begini Penampakan Gepokan Uang Rp5 Miliar dari OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
1 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
2 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Ribuan Wisudawan UMY...
Ribuan Wisudawan UMY Serukan Kemerdekaan Palestina dan Kutuk Zionisme
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved