Sampah dan Banjir Selalu Jadi Masalah Pemkot Tangsel

Senin, 02 September 2019 - 14:37 WIB
Sampah dan Banjir Selalu...
Sampah dan Banjir Selalu Jadi Masalah Pemkot Tangsel
A A A
TANGERANG SELATAN - Persoalan sampah dan banjir masih menjadi permasalahan klasik bagi Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) selama 10 tahun ini. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah dan banjir mulai dari menggiatkan bank sampah hingga membuat saluran air dengan beton. Namun, upaya tersebut seperti tidak berdampak. Hujan sebentar di Tangsel tetap banjir dan sampah semakin menumpuk, bahkan meluber ke Sungai Cisadane.

Ketua Sementara DPRD Tangsel H Sukarya mengatakan, dalam 10 tahun terakhir Tangsel tidak pernah beranjak dari masalah klasik, sampah dan banjir, bahkan semakin bertambah buruk tiap tahunnya. Sampah dan banjir hari ini tidak bisa dianggap remeh. "Maka itu, sering saya sampaikan sebagai mitra kerja bidang infrastruktur. Sampaikan keluhan sampah dan banjir di lingkungan masing-masing saat musrenbang," ujarnya kemarin.

Hanya sumbang saran dari masyarakat yang terkena dampak langsung sampah dan banjir itulah yang benar-benar bisa mengatasi persoalan tersebut dengan jitu. DPRD pun berjanji akan turun ke lapangan. "Pada usulan program kegiatan ada RT/RW yang bisa menyampaikan saat pramusrenbang. Di situ dewan mulai turun. Sampaikan jika ada wilayah yang masih terisolasi akibat banjir," ungkapnya.

Dosen Universitas Pamulang (Unpam) Suhendar mengatakan, persoalan aset, sampah, dan banjir di Tangsel itu setali tiga uang yang harus diselesaikan sesegera mungkin. "Logikanya kalau dia mau pinjam, dia enggak perlu nyewa. Soal dinas dikasih pinjam, dinas mana yang pinjam? Karena itu, kan punya dia kecuali dinas bukan bagian dari pemda," ucapnya.

Terkait aset lagi, dia menyoroti di Tangsel ini kan banyak pengembang. Mereka diharuskan menyerahkan lahan fasos dan fasumnya ke Pemkot Tangsel. Jumlah fasos-fasum itu sangat banyak. "Siapa pun yang menggunakan aset pemkot harus ada naskah perjanjian. Tanpa ada hitam di atas putih, tidak bisa. Misalnya reklame di pinggir jalan yang diserahkan ke pihak ketiga, itu tidak boleh," ungkap Suhendar.

Reklame di atas lahan milik Pemkot Tangsel itu merupakan bagian dari aset daerah yang jumlahnya bisa puluhan, bahkan mencapai ratusan titik. Perputaran uang di lahan yang disia-siakan itu pun sangat besar, terutama untuk meningkatkan PAD Tangsel yang mencapai Rp1,6 triliun. "Kalau kaitannya dengan sampah dan banjir, coba lihat Tangsel itu banyak berdiri kawasan perhunian. Saat pembangunan kawasan perumahan tentunya bagaimana sistem perencanaan pembangunannya," ucapnya.

Pengawas utama dalam pembangunan ini merupakan dinas perizinan. Dia menilai ada yang salah dalam perizinan kawasan perumahan yang ada saat ini. "Saat developer bangun harus ada sistem perencanaannya. Nah, itu seperti apa, ada saluran airnya atau tidak. Jangan asal melihat uang saja, langsung diambil, tapi dilihat juga syarat-syaratnya," kata Suhendar.

Dengan memperhatikan berbagai masukan yang ada, pengelolaan aset daerah dan persoalan klasik pembangunan seperti sampah dan banjir diharapkan dapat teratasi. (Hasan Kurniawan)
(nfl)
Berita Terkait
Capaian Kinerja Airin...
Capaian Kinerja Airin Selama Menjabat Walikota Tangsel
Langgar Netralitas ASN,...
Langgar Netralitas ASN, Dua Calon Wali Kota Tangsel Dilaporkan ke KASN
PDIP-Gerindra Resmi...
PDIP-Gerindra Resmi Usung Keponakan Prabowo di Pilkada Tangsel
Cari Kerja Sulit, Pendatang...
Cari Kerja Sulit, Pendatang Diminta Jangan Datang ke Tangsel
PSBB Tangerang Selatan...
PSBB Tangerang Selatan Diperpanjang Hingga 23 Agustus
Groundbreaking Stasiun...
Groundbreaking Stasiun Pondok Ranji, Airin: Penataan Kawasan Mengurangi Kemacetan
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
32 menit yang lalu
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
44 menit yang lalu
Sukseskan MBG, Aliansi...
Sukseskan MBG, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Luncurkan Gerakan Minum Susu
47 menit yang lalu
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
1 jam yang lalu
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
1 jam yang lalu
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved