Kronologis Demo Massa di Deiyai Papua Berujung Gugurnya Anggota TNI

Rabu, 28 Agustus 2019 - 20:21 WIB
Kronologis Demo Massa...
Kronologis Demo Massa di Deiyai Papua Berujung Gugurnya Anggota TNI
A A A
JAYAPURA - Unjuk rasa yang terjadi di halaman Kantor Bupati Deiyai, Rabu siang (28/8/2019) pukul 13.00 WIT berujung tindakan anarkis oleh massa pendemo. Seorang anggota TNI AD gugur dipanah oleh kelompok bersenjata.

Informasi yang diterima dari Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua menyebutkan kronologis peristiwa berdarah itu. Pada pukul 13.00 WIT, sekitar 100 orang menggelar demo damai di halaman kantor Bupati. Setelah 1 jam berorasi, situasi masih terkendali sembari menunggu kehadiran Bupati Deiyai.

"Pada pukul 14.00 WIT, tiba-tiba sekitar 1.000 orang bersenjata tajam berupa panah, tombak dan parang datang bergabung dengan pendemo yang sudah ada sebelumnya sambil menari Waita (tarian adat perang)," ungkap Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, Kompol Anton Ampang, dalam keterangan tertulisnya.

Mereka melakukan pelemparan batu kepada aparat yang sedang melaksanakan pengamanan. Mereka juga memprovokasi dengan teriakan-teriakan, namun anggota yang melaksanakan pengamanan tidak terprovokasi.

Tiba-tiba massa melakukan penyerangan dan penganiayaan kepada anggota TNI yang berada di mobil kijang super di samping kantor Bupati Deiyai. Saat itu anggota yang melaksanakan pengamanan berupaya menghentikan tindakan kekerasan yang dilakukan massa.

Namun terjadi perlawanan secara membabi buta dengan menggunakan alat tajam yang sudah dibawa sebelumnya. Kemudian massa memanah dan melempar batu anggota yang sedang melaksankan pengamanan di halaman kantor Bupati Deiyai. Bahkan terdengar suara tembakan dari arah massa, sehingga anggota membalas tembakan massa yang menyerang anggota TNI dan Polri.
Kronologis Demo Massa di Deiyai Papua Berujung Gugurnya Anggota TNI

6 Anggota TNI-Polri menjadi korban (TNI 2 orang dan Polri 4 orang):

1). 1 personel TNI meninggal dunia.
2). 1 personel TNI terkena panah.
3). 1 personel Brimob terkena panah.
4). 3 personel Samapta Polres Paniai kena panah.

Dari pihak massa 2 orang meninggal dunia, di antaranya :
1). 1 orang massa kena tembakan di kaki dan meninggal dunia di RS Enarotali.
2). 1 orang massa meninggal dunia terkena panah di perut di halaman kantor Bupati Deiyai.

Semua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Enarotali untuk mendapatkan perawatan. Saat ini situasi di Kabupaten Deiyai sudah aman dan kondusif, Bupati dan Forkopimda Deiyai sedang melaksanakan rapat untuk mengimbau massa agar tidak melakukan aksi anarkis pascaunjuk rasa hari ini. (Baca Juga: 1 Anggota TNI AD Gugur Dipanah di Papua, 2 Polisi Terluka)
(shf)
Berita Terkait
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Penyelesaian Papua Harus...
Penyelesaian Papua Harus dengan Pendekatan Persuasif Bukan Kekuasaan
3 Polisi di Papua Meninggal...
3 Polisi di Papua Meninggal usai Bentrok dengan Prajurit Yonif 755/Kostrad
Pasukan Gabungan TNI...
Pasukan Gabungan TNI Buru Pimpinan OPM
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
Berita Terkini
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
24 menit yang lalu
Bus Sekolah Gratis Disabilitas...
Bus Sekolah Gratis Disabilitas Pemkot Tangsel Dapat Sambutan Positif dari Orang Tua
30 menit yang lalu
Kecelakaan Maut Tewaskan...
Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di Pantura Indramayu, DPR: Pikap Angkut Penumpang Itu Ilegal!
51 menit yang lalu
Polisi Tangkap Peneror...
Polisi Tangkap Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel, Ini Identitasnya
1 jam yang lalu
Sengketa Berakhir, Warek...
Sengketa Berakhir, Warek II UIN Jakarta Resmi Buka MPLS SMA/SMK Triguna
2 jam yang lalu
Dilengkapi Berbagai...
Dilengkapi Berbagai Fasilitas, Gedung Sekolah Rakyat Siap Difungsikan untuk MPLS
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved