Demo Massa Papua Serang Aparat, Panglima TNI Buka Dialog

Rabu, 28 Agustus 2019 - 19:52 WIB
Demo Massa Papua Serang...
Demo Massa Papua Serang Aparat, Panglima TNI Buka Dialog
A A A
TIMIKA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjhajanto didampingi Kapolri Jenderal M Tito Karnavian menegaskan bahwa TNI siap membuka dialog dengan kelompok pemberontak Papua Egianus Kogoya, untuk menghentikan konflik dan menciptakan Papua lebih damai.

Hal itu disampaikan Panglima TNI usai menggelar tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat se-Kabupaten Mimika dan Wamena guna menyikapi perkembangan situasi Papua bertempat di Timika Papua, Rabu pagi (28/08/2019).

Hal itu juga diungkapkan saat pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di Biak dan Jayapura sehari sebelumnya pada Selasa (27/08/2019). "Saya ingin berdialog dengan kelompok Egianus Kogoya Cs," kata Panglima TNI.
Demo Massa Papua Serang Aparat, Panglima TNI Buka Dialog

Disamping itu Panglima TNI menyampaikan bahwa, penebalan pasukan di Kabupaten Nduga dilakukan karena wilayah tersebut belum dinyatakan kondusif.

"Ada penambahan pasukan di Nduga untuk menyikapi peristiwa pembantaian 34 karyawan Istaka Karya yang sedang membangun jalan dan jembatan di sana. Sebelumnya sudah ada peristiwa-peristiwa kekerasan tapi kita tak tambah pasukan, tapi kejadian pembantaian terhadap 34 karyawan Istaka Karya ini menghentakkan kita semua, sehingga kita menambah pasukan untuk mengamankan daerah itu," jelasnya.

Ada yang meminta agar pasukan ditarik kembali. "Pertanyaannya adalah apakah ada yang bisa menjamin bahwa situasinya akan betul-betul aman, kemudian KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) tidak melakukan kekerasan," tegas Panglima TNI.

Keinginan pemerintah yang disampaikan Panglima TNI seperti tidak sejalan dengan keinginan kelompok bersenjata. Kontak senjata terjadi di wilayah Deiyai, Papua, Rabu siang (28/8/2019).

Satu prajurit TNI AD dikabarkan gugur, sementara dua anggota Polri terluka. Aparat saat itu sedang mengamankan demonstrasi massa. Namun kelompok bersenjata yang menunggangi aksi massa justru menyerang aparat. Kelompok bersenjata memanfaatkan unjuk rasa dan upaya pengamanan persuasif aparat untuk menyerang. (Baca Juga: 1 Anggota TNI AD Tewas Dipanah OPM, 2 Polisi Terluka)
(rhs)
Berita Terkait
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Penyelesaian Papua Harus...
Penyelesaian Papua Harus dengan Pendekatan Persuasif Bukan Kekuasaan
Pasukan Gabungan TNI...
Pasukan Gabungan TNI Buru Pimpinan OPM
3 Polisi di Papua Meninggal...
3 Polisi di Papua Meninggal usai Bentrok dengan Prajurit Yonif 755/Kostrad
Atasi Konflik Papua,...
Atasi Konflik Papua, Jenderal Agus Subiyanto: Pendekatan Smart Power dan Diplomasi Militer
Calon Panglima TNI Agus...
Calon Panglima TNI Agus Subiyanto Ungkap Strategi Atasi Konflik Papua
Berita Terkini
Polisi Tangkap Peneror...
Polisi Tangkap Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel, Ini Identitasnya
58 menit yang lalu
Sengketa Berakhir, Warek...
Sengketa Berakhir, Warek II UIN Jakarta Resmi Buka MPLS SMA/SMK Triguna
1 jam yang lalu
Dilengkapi Berbagai...
Dilengkapi Berbagai Fasilitas, Gedung Sekolah Rakyat Siap Difungsikan untuk MPLS
1 jam yang lalu
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
2 jam yang lalu
Mobil Listrik Tetap...
Mobil Listrik Tetap Masuk Pajak Progresif? Ini Penjelasan Lengkapnya
2 jam yang lalu
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
2 jam yang lalu
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved