Bappenas Nilai Wacana Provinsi Bogor Raya Bukan Solusi

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 07:32 WIB
Bappenas Nilai Wacana...
Bappenas Nilai Wacana Provinsi Bogor Raya Bukan Solusi
A A A
DEPOK - Wacana pembuatan provinsi baru seperti yang ramai dibicarakan yaitu Bogor Raya, dianggap kurang tepat sasaran oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas), Bambang Brodjonegoro.

Menurut Bambang, wacana pembentukan pemerintahan baru bukan penyelesaian dari masalah pelayanan publik masyarakat. Pasalnya, perkembangan dari wilayah perkotaan terjadi secara alamiah.

"Jadi, bukan berdasarkan batas administratif. Masih ada solusi lain, dibandingkan harus membuat provinsi," kata Bambang saat diskusi terbuka Perencanaan dan Pembangunan Ibu Kota Negara Berbasis Smart City di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Kamis (22/8/2019).

(Baca juga: Pemkot Bogor Dukung LIPI Jadikan KRB sebagai Situs Warisan Dunia)

Bambang menuturkan, untuk pengembangan wilayah metropolitan diwujudkan dengan melaksanakan kerja sama antarpemerintah daerah. Utamanya adalah di bidang infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik.

"Jadi wilayah metropolitan yang kami usulkan itu, mendorong adanya kerja sama antarpemerintah daerah dalam menangani masalah fasilitas publik tertentu misalkan sampah, air, tergantung dari kebutuhan masing-masing wilayah metropolitan," ucapnya.

Dengan demikian, nantinya masyarakat di daerah metropolitan akan mendapatkan fasilitas setara seperti Kota Jakarta tanpa harus membentuk wilayah administrasi sendiri. Format usulan tersebut nantinya juga akan dikoordinasi mencakup seluruh kebutuhan masyarakat salah satu contohnya adalah bagaimana pembangunan transportasi publik tidak terhalang oleh garis batas wilayah administrasi.

"Sekarang ini, MRT hanya bisa sampai Lebak Bulus. Alasannya, setelah Lebak Bulus kesananya wilayah Tangerang. Seharusnya, transportasi ini diperpanjang tanpa melihat batas wilayah ini yang kita usulkan," kata Bambang.

(Baca juga: Wacana Pembentukan Provinsi Bogor Raya, Pengamat Sindir Wali Kota Bogor)

Dia memberikan usulan solusi dalam pembangunan jangka menengah untuk lima tahun kedepan bagi wilayah penunjang Kota Jakarta. "Kita berikan penyelesaian masalah tersebut, yaitu pengembangan wilayah metropolitan termasuk juga metropolitan Jakarta yang nantinya mencakup daerah yang disebutkan tadi (Bogor Raya)," tukasnya.

Jika hal tersebut direalisasikan maka kedepannya tidak perlu adalagi ungkapan pembentukan provinsi baru. "Kalaupun misal, dibentuk provinsi baru maka akan muncul lagi kebutuhan baru. Nah, apakah harus dibentuk lagi kan tidak mungkin. Di sini kami bukan tidak setuju namun, hanya menyarankan saja bahwa ada pendekatan yang lebih baik," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Ridwan Kamil Serahkan...
Ridwan Kamil Serahkan Dokumen DOB Kabupaten Bogor Barat ke Pusat
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Fakta Unik Bogor, Nomor...
Fakta Unik Bogor, Nomor 4 Jadi Cikal-bakal Ulang Tahun Kota Hujan
Rencana Wisata Malam...
Rencana Wisata Malam Kebun Raya Bogor Dikritisi, Begini Jawaban BRIN dan Operator
Awas! Jalan Raya Cibungbulang...
Awas! Jalan Raya Cibungbulang Bogor Ambles
Wacana Depok Gabung...
Wacana Depok Gabung Jakarta Raya, DPRD Jabar: Abaikan Saja
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
5 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
5 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
5 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
6 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
6 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
8 jam yang lalu
Infografis
Rusia Tolak Gencatan...
Rusia Tolak Gencatan Senjata sebagai Solusi Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved