Kasus Korupsi Kapal, Rekanan PT DPS Divonis 16 Tahun Penjara

Rabu, 14 Agustus 2019 - 20:36 WIB
Kasus Korupsi Kapal,...
Kasus Korupsi Kapal, Rekanan PT DPS Divonis 16 Tahun Penjara
A A A
SURABAYA - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memvonis Direktur Utama A&C Trading Network, Antonius Aris Saputra, 16 tahun penjara. Terdakwa dianggap terbukti bersalah dalam pengadaan kapal floting crane PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) yang merugikan negara Rp63 miliar.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede menyatakan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. "Menjatuhkan pidana selama 16 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan," kata Gede, Rabu (14/8/2019).

Ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa, di antaranya terdakwa hanya mengembalikan uang kerugian sebesar Rp1,4 miliar yang ini dianggap terlalu kecil. Sedangkan pertimbangan meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Dalam putusan juga disebutkan, terdakwa diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 61,9 miliar. Jika tidak dibayar selama 41 bulan, maka hartanya akan disita oleh negara. Apabila harta yang disita tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana selama 8 tahun penjara.

Terkait dengan putusan ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU), menyatakan pikir-pikir. "Saya pikir-pikir yang mulia," kata JPU Arif Usman dan juga terdakwa.

Perkara ini bermula ketika pada 2015, PT DPS mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp200 miliar. Dari jumlah itu, Rp100 miliar di antaranya digunakan untuk membeli kapal floating crane. Rekanan dalam pengadaan kapal ini adalah PT A&C Trading Network. Meski alokasi anggarannya sebesar Rp100 miliar, namun harga kapal sendiri dibeli seharga Rp63 miliar.

Kapal floating crane yang diibeli, berasal dari Rusia. Sayangnya, kapal tersebut bukan kapal baru. Melainkan kapal bekas buatan tahun 1973. Ketika kapal itu dibawa ke Indonesia, ternyata tenggelam di laut China. Dengan begitu, negara tidak mendapat kemanfaatan dari pembelian kapal tersebut. Perkara ini juga menyeret mantan Direktur Utama PT DPS, Riry Syeried Jetta sebagai terdakwa.
(wib)
Berita Terkait
Berantas Praktik Korupsi,...
Berantas Praktik Korupsi, Pemkab Malang Lampaui Target MCP KPK
KMBUI Demo di KPK, Desak...
KMBUI Demo di KPK, Desak Usut Istri Mantan Bupati Mojokerto Dalam Dugaan Korupsi
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
KPK Geledah Kantor Pemkab...
KPK Geledah Kantor Pemkab Bangkalan Madura, Amankan 4 Koper
Senjakala Pemberantasan...
Senjakala Pemberantasan Korupsi jika Kejaksaan Dilarang Usut Korupsi
Diskusi Kaleidoskop...
Diskusi Kaleidoskop Korupsi: Pemberantasan Korupsi Butuh Reformasi Menyeluruh
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
4 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved