Pemkot Bekasi Proyeksikan Tren Berkurban Warganya Terus Meningkat

Selasa, 06 Agustus 2019 - 14:03 WIB
Pemkot Bekasi Proyeksikan...
Pemkot Bekasi Proyeksikan Tren Berkurban Warganya Terus Meningkat
A A A
BEKASI - Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi memproyeksikan pertumbuhan atau tren berkurban pada kesempatan Idul Adha yang akan jatuh pada Minggu 11 Agustus 2019 mendatang, akan meningkat tajam. Sayangnya peningkatan warga yang berkurban itu tidak berbanding lurus dengan peminat tenaga medis dokter hewan.

Pada tahun 2014 lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 21.065 ekor, kemudian naik di tahun 2015 menjadi 21.804 ekor, lalu di tahun 2016, melejit menjadi 25.618 ekor. Tahun 2017 lalu naik menjadi 26.432 ekor hewan kurban yang dipotong. Angka warga yang berkurban juga bertambah drastis pada tahun 2018 dimana ada 35.000 hewan kurban yang telah disembelih.

"Tren hewan yang dipotong setiap tahun memang selalu bertambah. Ini menunjukkan, tingkat perekonomian masyarakat membaik dan kesadaran mereka untuk merayakan Iduladha juga meningkat," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanikan) Kota Bekasi, Momon Sulaeman di Plaza Wali Kota Bekasi, Selasa (6/8/2019).

Namun sayangnya, kata dia, peminat tenaga medis dokter hewan di Kota Bekasi minim. Buktinya, dari tahun ke tahun kini baru ada lima dokter hewan yang ada di Kota Bekasi.
Saat ini pihaknya masih berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi standar kesehatan hewan kurban melalui tenaga medis. Soalnya, angka hewan yang dipotong telah mencapai ribuan.

"Ini yang kami sedang upayakan untuk meningkatkan SDM dokter hewan di Kota Bekasi," katanya. Saat ini, pemerintah telah melakukan empat upaya untuk mengantisipasi kekurangan dokter hewan tersebut. Keempat upaya itu di antaranya usulan tenaga dokter hewan ke Wali Kota Bekasi, melatih tenaga kelurahan menjadi tenaga kesehatan hewan.

Selanjutnya, bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dalam melakukan pelayanan kesehatan dan merekrut tenaga dokter hewan mandiri. "Empat upaya itu kita sudah laksanakan, dan tahun ini kan jadi ada lima dokter hewan artinya bertambah dan terus akan kita upayakan meningkat minimal 15 tenaga medis dokter hewan," katanya.

Momon mengakui, pemerintah telah menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan terhadap hewan kurban tersebut. Sebab hewan kurban yang hendak dijual patut diperiksa kesehatannya. Bila tidak diperiksa, dikhawatirkan bakal menimbulkan penyakit bagi masyarakat yang mengonsumsinya. "Hewan kurban wajib diperiksa sebelum disembelih," ungkapnya.

Sebenarnya, kata dia, ada empat jenis penyakit yang kerap menyerang hewan kurban, yakni semi katarak atau pink eye, kudis atau scabies pada kambing, cacing hati pada sapi atau fasciolosis serta pilek atau rhinitis akibat terserang virus. "Keempat penyakit itu paling sering menyerang hewan kurban. Dan peyebabnya sangat bervariasi," jelasnya.

Meski ada beberapa penyebab, namun yang paling dominan adalah lingkungan yang jorok. Menurutnya, pemilik harus rutin membersihkan kandang hewannya setiap hari dan selalu berupaya menjauhkan makanan ternak dengan feses (kotoran hewan). "Jangan sampai rumput yang hendak dimakan, tercemar oleh fesesnya sendiri," imbuhnya.
(ysw)
Berita Terkait
Sholat Idul Adha di...
Sholat Idul Adha di Masjid Al Barkah Bekasi, Begini Suasananya
Kota Bekasi Bentuk Tim...
Kota Bekasi Bentuk Tim Pengawas Kesehatan Hewan Kurban
PPKM Darurat, Pemkot...
PPKM Darurat, Pemkot Bekasi Tiadakan Takbiran dan Salat Idul Adha 
Jelang Idul Adha, Pedagang...
Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Bakal Dilakukan Rapid Test
Tiga Kriteria Warga...
Tiga Kriteria Warga yang Dilarang Salat Idul Adha di Bekasi
Lokasi Salat Idul Adha...
Lokasi Salat Idul Adha 9 Juli 2022 di Bekasi, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
19 menit yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
1 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
1 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
2 jam yang lalu
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
2 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved