Pinjam Pengeras Suara di Hotel untuk Bantu Jamaah Haji
Sabtu, 27 Juli 2019 - 16:12 WIB
Pinjam Pengeras Suara di Hotel untuk Bantu Jamaah Haji
A
A
A
PADANGSIDIMPUAN - Bagi Muhammad Asroi, ditunjuk sebagai salah satu tim pembimbing haji daerah (TPHD) tahun 2018, merupakan anugerah dari Allah yang tidak ternilai harganya.
Namun, dalam bertugas, dai muda yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kantor urusan agama (KUA) itu selalu menanamkan rasa ikhlas untuk membantu para jamaah haji asal Kota Padangsidimpuan . "Kuncinya harus ikhlas membantu para jamaah, maka Allah akan permudah semua pekerjaan," ujarnya di Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Banyak yang diluar kemampuannya, tapi Allah membantu. Untuk mempermudah pekerjannya saat itu, dia mengambil kebijakan untuk membagi jamaah dalam beberapa kelompok seperti, mudah sehat, tua dan jamaah resiko tinggi (risti). Diceritakannya, saat jamaah akan umroh wajib pertama akan berangkat, dia terpaksa meminjam mikrofon hotel tempat mereka menginap.
Gunanya, agar seluruh jamaah mendengar imbauan yang akan dia sampaikan, sehingga jamaah bisa bersiap-siap dan berkumpul. "Saya kadang melakukan tindakan yang diluar kemampuan. Namun, Allah selalu mempermudah," tuturnya.
Ketika berangkat untuk tawaf di Masjidil Haram Makkah, dia menekankan kepada jamaah yang terlebih dahulu agar tidak ada yang keluar dari barisan sebelum mereka datang. "Saat masuk ke bus, kami selalu memprioritaskan jamaah risti (risiko tinggi) dengan dibantu jamaah berusia muda, karena bus tidak hanya ditumpangi jamaah asal Indonesia tapi negara lain," imbuh Asroi.
Ketika akan tawaf, jamaah akan dibagi lagi dengan formasi. Jamaah usia muda di barisan depan, risti tengah dan perempuan di belakang. Tujuannya, pada saat tawaf, maka barisan tidak akan pecah. Sedangkan para petugas akan berada di luar barisan guna memperhatikan jamaah yang keluar dari barisan.
"Kuncinya harus kerja ikhlas membantu jamaah, maka Allah akan mempermudah semua pekerjaan," demikian pesan Asroi.
Namun, dalam bertugas, dai muda yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kantor urusan agama (KUA) itu selalu menanamkan rasa ikhlas untuk membantu para jamaah haji asal Kota Padangsidimpuan . "Kuncinya harus ikhlas membantu para jamaah, maka Allah akan permudah semua pekerjaan," ujarnya di Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Banyak yang diluar kemampuannya, tapi Allah membantu. Untuk mempermudah pekerjannya saat itu, dia mengambil kebijakan untuk membagi jamaah dalam beberapa kelompok seperti, mudah sehat, tua dan jamaah resiko tinggi (risti). Diceritakannya, saat jamaah akan umroh wajib pertama akan berangkat, dia terpaksa meminjam mikrofon hotel tempat mereka menginap.
Gunanya, agar seluruh jamaah mendengar imbauan yang akan dia sampaikan, sehingga jamaah bisa bersiap-siap dan berkumpul. "Saya kadang melakukan tindakan yang diluar kemampuan. Namun, Allah selalu mempermudah," tuturnya.
Ketika berangkat untuk tawaf di Masjidil Haram Makkah, dia menekankan kepada jamaah yang terlebih dahulu agar tidak ada yang keluar dari barisan sebelum mereka datang. "Saat masuk ke bus, kami selalu memprioritaskan jamaah risti (risiko tinggi) dengan dibantu jamaah berusia muda, karena bus tidak hanya ditumpangi jamaah asal Indonesia tapi negara lain," imbuh Asroi.
Ketika akan tawaf, jamaah akan dibagi lagi dengan formasi. Jamaah usia muda di barisan depan, risti tengah dan perempuan di belakang. Tujuannya, pada saat tawaf, maka barisan tidak akan pecah. Sedangkan para petugas akan berada di luar barisan guna memperhatikan jamaah yang keluar dari barisan.
"Kuncinya harus kerja ikhlas membantu jamaah, maka Allah akan mempermudah semua pekerjaan," demikian pesan Asroi.
(rhs)