Pesisir Pangandaran Kini Jadi Sentra Bisnis Pisang Terbesar di Jawa Barat

Senin, 15 Juli 2019 - 20:12 WIB
Pesisir Pangandaran...
Pesisir Pangandaran Kini Jadi Sentra Bisnis Pisang Terbesar di Jawa Barat
A A A
PANGANDARAN - Daerah pesisir pantai Pangandaran ternyata wilayah sentra pisang terbesar di Jawa Barat dengan luas lahan mencapai 1.844 hektare (ha).Produksi pisang pada 2018 di Kabupaten Pangandaran bahkan mencapai 11.573,9 ton. Salah satu sentra pisang di kabupaten ini adalah Kecamatan Kalipucang yaitu tepatnya di Desa Bagolo dengan luas lahan sekitar 70 ha.

Salah satu kelompok yang mengembangkan di antaranya Gapoktan Mugi Rahayu. Tanaman pisang ditanam secara tumpangsari dengan komoditas hortikultura lainnya sepeti cabai, kacang, jagung dan di sela-sela tanaman kayu-kayuan sebelum tanaman kayu tumbuh besar.

Jenis pisang yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Kalipucang antara lain pisang nangka, raja bulu, ambon, kepok, tanduk dan pisang lampeneng atau janeng yang merupakan pisang lokal.

Sebagian besar petani pisang masih melakukan budidaya dengan cara tradisional sehingga hasil panen belum maksimal. Produksi pisang sebagian besar diserap untuk industri olahan seperti keripik, sale dan lainnya sebagai oleh-oleh mengingat Pangandaran. Selain itu ada juga yang dikirim ke Bandung dalam bentuk segar.

Ketua Gapoktan Mugi Rahayu Pangandaran, Mugiyono mengatakan, saat ini Kecamatan Kalipucang dapat menghasilkan pisang sebesar 5 – 6 ton per hari, dengan harga rata-rata Rp 1500 – 2500 per kg. "Ini merupakan peluang usaha tani pisang di Kabupaten Pangandaran memiliki potensi yang besar."

Melalui Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Hortikultura APBN 2019 akan dilakukan pengembangan kawasan pisang di Kabupaten Pangandaran seluas 40 hektare. Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran telah melakukan CPCL pada lokasi dan petani penerima manfaat di beberapa kecamatan dan kelompok tani.

Untuk kegiatan ekstensifikasi kawasan pisang dialokasikan di 4 desa dari 3 kecamatan dengan 5 kelompok tani. Adapun varietas pisang yang akan dikembangkan melalui program tersebut adalah Raja Bulu dan Ambon.

"Saya berharap melalui program pengembangan dan pemeliharaan kawasan pisang ini, produksi dan mutu pisang di Kabupaten Pangandaran terus meningkat, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor dan kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Plt Direktur Buah dan Florikultura Kementan Sri Wijayanti Yusuf.
(vhs)
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
46 menit yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
1 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
1 jam yang lalu
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
1 jam yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
2 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
2 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved