Pembangunan Rest Area Jalur Puncak Ditarget Rampung Akhir 2019

Selasa, 09 Juli 2019 - 22:55 WIB
Pembangunan Rest Area...
Pembangunan Rest Area Jalur Puncak Ditarget Rampung Akhir 2019
A A A
BOGOR - Setelah sempat mangkrak hampir dua tahun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggeber proyek pembangunan rest area di tepi Jalan Raya Puncak, tepatnya Perkebunan Teh Gunung Mas, Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, proyek tersebut sudah harus tuntas pada akhir tahun ini, sehingga dapat segera dipergunakan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang sempat dibongkar lapaknya pada 2017 silam. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Chrisman saat ditemui di kawasan Puncak, Cisarua Bogor, memaparkan ada tiga kegiatan yang harus dikerjakan saat ini yakni pembangunan jalan lingkungan, pembangunan trotoar, serta pemerataan lahan parkir.

Tiga pekerjaan fisik tersebut baru dimulai sejak Minggu, 7 Juli 2019 lalu. Itu menyusul MoU antara ketiga pihak yakni Kementerian PUPR, Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya maupun Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor.

"Untuk perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan tersebut, baru akan ditanda tangani pekan depan. Sebab tahapannya kerja sama itu ada dua, pertama itu MoU dulu sebenarnya kita menunggu PKS. Hanya kita minta izin untuk pekerjaan, karena kita sudah berkontrak, dan kita mulai duluan, teryata di izinkan, dan PKS-nya pararel," kata Chrisman pada Selasa (9/7/2019).

Berkaitan dengan pekerjaan rest area, lanjut Chris, untuk pembangunan saat ini sedang fokus dalam pekerjaan jalan lingkungan dengan lebar delapan meter hingga 16 meter yang telah disesuaikan dengan Detail Engineering Design (DED)“Kalau jalan lingkungan itu jika menurut Permen 19/2011, lebarnya hanya diperkenankan 5,5 meter saja. Tapi karena ini kebutuhan rest area, dan hasil kesepakatan luas maupun lebar jalan lingkungan itu sesuai dengan DED proyek," jelasnya.

Chrisman mengungkapkan, tiga lingkup kegiatan tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2019. Kemudian, pekerjaan lainnya bisa diteruskan oleh Disperdaging dan Ditjen Cipta Karya untuk finalisasi dari pembangunan rest area.

"Idealnya pekerjaan sih harusnya berbarengan. Tapi sesuai kesepakatan, kita duluan yang kerja. Disperdagin itu pekerjaannya kios-kios, kalau Ditjen Cipta Karya nantinya itu fasos-fasum serta seluruh fasilitas Rest Area," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, Pemkab Bogor kembali menganganggarkan proyek rest area di APBD 2019 dengan angka lebih besar, yakni Rp15 miliar. Tapi, pendanaannya dibantu oleh Kementerian PUPR.

"Jika ditotalkan keseluruhan anggaran pembangunan rest area Puncak ini nilainya Rp116 miliar. Mudah mudahan ini cepat selesai di bangun dan bisa dipergunakan para PKL yang biasa berjualan di Puncak, pasca-penertiban untuk pelebaran jalan dua tahun lalu," katanya.
(whb)
Berita Terkait
Pemkab Bogor Inginkan...
Pemkab Bogor Inginkan Sentul Eco Edu Tourism Jadi Objek Wisata Unggulan
Polisi Perketat Pengawasan...
Polisi Perketat Pengawasan Kendaraan yang Melintas di Jalur Puncak Bogor
Wisatawan Keluhkan Tempat...
Wisatawan Keluhkan Tempat Wisata Gunung Pancar Bogor Kelewat Mahal
Libur Natal, Pengunjung...
Libur Natal, Pengunjung Cimory Dairy Land Puncak Membeludak
Transformasi Megamendung...
Transformasi Megamendung Puncak, dari Konflik Tanah ke Wisata Ramah Lingkungan
KLH Resmi Cabut Plang...
KLH Resmi Cabut Plang Segel 15 Usaha Wisata, Salah Satunya Eiger Adventure Land
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
1 jam yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
2 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
4 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
5 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
5 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved