Anies Jamin Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Kebakaran Jatinegara
Minggu, 07 Juli 2019 - 14:32 WIB
Anies Jamin Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Kebakaran Jatinegara
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi kebakaran di Jalan Cipinang Jaya 1, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019).
Diketahui, kebakaran melanda RT 7 RW 10, Cipinang Besar, pada Sabtu pagi kemarin. Sebanyak 26 rumah ludes terbakar dan 147 warga yang harus mengungsi di tenda darurat SD Cipinang Besar Selatan.
Meski demikian, Anies mengapresiasi kinerja tim Pemadam Kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Provinsi DKI Jakarta yang bertindak cepat mengisolasi api serta tim dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang responsif untuk membantu pengungsi.
“Alhamdulillah tim pemadam kebakaran kita respons cepat, berpacu dengan waktu, kira-kira 30 menit api sudah bisa dipadamkan. Artinya, respons cepat tim pemadam kebakaran berhasil mencegah api meluas sehingga meskipun musibah ini tidak kita harapkan, tapi bisa terisolasi dan tidak meluas,” ujar Anies.
Anies menjamin seluruh pengungsi yang terdiri atas 47 kepala keluarga dan 147 jiwa yang sementara menempati tempat pengungsian di sekolah, akan disipakan seluruh fasilitas serta dipenuhi kebutuhan dasarnya.
“Seluruh kebutuhan dasar kami pastikan terpenuhi, makanan 24 jam ada. Untuk anak-anak, kita siapkan kebutuhan mereka untuk sekolah, sehingga nanti tanggal 15 saat mereka mulai sekolah tidak ada masalah kebutuhannya, dan orang tua mendapatkan pelayanan kesehatan,” papar Anies.
Selain itu, Dinas Dukcapil Pemprov DKI Jakarta juga telah menyediakan posko pengaduan dan kepengurusan surat-surat beharga yang hilang atau terbakar di lokasi kejadian. Sehingga, seluruh korban terjamin kepemilikan dokumennya.
Guna mencegah kejadian terulang di lokasi lain di Jakarta, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah melakukan operasi pengecekan, terutama pada saluran listrik di kampung-kampung yang menjadi penyebab umum terjadinya kebakaran.
"Kita sekarang ada operasi pengecekan utamanya saluran listrik, jadi pada semua kampung kita lakukan inspeksi apakah ada jaringan listrik yang berisiko. Saya pesan, bagi rumah-rumah agar tak memberikan beban yang terlalu besar pada sambungan listrik yang tidak sesuai,” tutupnya.
Diketahui, kebakaran melanda RT 7 RW 10, Cipinang Besar, pada Sabtu pagi kemarin. Sebanyak 26 rumah ludes terbakar dan 147 warga yang harus mengungsi di tenda darurat SD Cipinang Besar Selatan.
Meski demikian, Anies mengapresiasi kinerja tim Pemadam Kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Provinsi DKI Jakarta yang bertindak cepat mengisolasi api serta tim dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang responsif untuk membantu pengungsi.
“Alhamdulillah tim pemadam kebakaran kita respons cepat, berpacu dengan waktu, kira-kira 30 menit api sudah bisa dipadamkan. Artinya, respons cepat tim pemadam kebakaran berhasil mencegah api meluas sehingga meskipun musibah ini tidak kita harapkan, tapi bisa terisolasi dan tidak meluas,” ujar Anies.
Anies menjamin seluruh pengungsi yang terdiri atas 47 kepala keluarga dan 147 jiwa yang sementara menempati tempat pengungsian di sekolah, akan disipakan seluruh fasilitas serta dipenuhi kebutuhan dasarnya.
“Seluruh kebutuhan dasar kami pastikan terpenuhi, makanan 24 jam ada. Untuk anak-anak, kita siapkan kebutuhan mereka untuk sekolah, sehingga nanti tanggal 15 saat mereka mulai sekolah tidak ada masalah kebutuhannya, dan orang tua mendapatkan pelayanan kesehatan,” papar Anies.
Selain itu, Dinas Dukcapil Pemprov DKI Jakarta juga telah menyediakan posko pengaduan dan kepengurusan surat-surat beharga yang hilang atau terbakar di lokasi kejadian. Sehingga, seluruh korban terjamin kepemilikan dokumennya.
Guna mencegah kejadian terulang di lokasi lain di Jakarta, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah melakukan operasi pengecekan, terutama pada saluran listrik di kampung-kampung yang menjadi penyebab umum terjadinya kebakaran.
"Kita sekarang ada operasi pengecekan utamanya saluran listrik, jadi pada semua kampung kita lakukan inspeksi apakah ada jaringan listrik yang berisiko. Saya pesan, bagi rumah-rumah agar tak memberikan beban yang terlalu besar pada sambungan listrik yang tidak sesuai,” tutupnya.
(thm)