Lulusan SMP di Kendal Jateng Lebih Meminati SMK dibanding SMA

Jum'at, 28 Juni 2019 - 17:14 WIB
Lulusan SMP di Kendal...
Lulusan SMP di Kendal Jateng Lebih Meminati SMK dibanding SMA
A A A
KENDAL - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Kabupaten Kendal , Jawa Tengah, dengan sistem zonasi mulai melakukan verifikasi berkas. Dari 14 SMA negeri di Kabupaten Kendal, sebanyak 10 sekolah daya tampungnya masih sisa dibandingkan calon peserta didik yang melakukan verifikasi berkas di sekolah itu.

Namun tidak demikian dengan PPDB SMK Negeri di Kabupaten Kendal. Seluruh SMK Negeri di Kabupaten Kendal mengalami kelebihan jumlah calon peserta didik yang melakukan verifikasi berkas dibandingkan jumlah daya tampung tiap SMK.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan XIII Provinsi Jawa Tengah, Santoso mengatakan, para lulusan SMP di Kabupaten Kendal lebih meminati SMK dibanding SMA. Hal itu terbukti pendaftar SMK mengalami kelebihan peserta.

"Pada PPDB SMA, Gubernur melakukan penyesuaian yang tidak menyimpang dari Permendikbud nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB 2019. Yakni melakukan penyesuaian yakni memberikan jalur zonasi prestasi sebesar 20 persen dari daya tampung sekolah agar mengakomodir para siswa berprestasi yang masih dalam satu zona," katanya.

Menurutnya, bagi sekolah yang kekurangan siswa akan mendapatkan limpahan siswa dari sekolah yang telah memenuhi daya tampung namun mempertimbangkan jarak sekolah itu dengan domisili siswa tersebut.

"Namun permasalahan itu akan muncul pada SMA N 2 Sukorejo dan SMA N 1 Patean, karena SMA di sekitarnya juga sedikit yang mendaftar," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Noor Ahmad mengatakan bahwa dari kunjungan di Kabupaten Kendal, pihaknya mendapatkan beberapa catatan untuk menjadi bahan evaluasi PPDB 2019. Satu di antaranya yakni masih adanya ketidakkeseimbangan.

"Dengan adanya sistem zonasi ini maka sekolah yang dekat dengan permukiman seperti di kota-kota akan mendapatkan jumlah lebih banyak siswa dibandingkan sekolah yang berada di daerah yang kurang penduduk," katanya.

Selain itu adanya zonasi maka akan membuat sekolah yang berada di perkotaan akan berkembang sangat baik karena diisi siswa perkotaan dibanding dengan sekolah di pedesaan.

"Maka dari itu dilakukan pemerataan baik tenaga pendidikan maupun sarana prasarana di tiap sekolah agar tidak ada tumpang tindih fasilitas sekolah baik di kota maupun di desa," pungkasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Pendaftaran PPDB Jateng...
Pendaftaran PPDB Jateng 2023 Jenjang SMA-SMK Resmi Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftar
22 SMK Terbaik di Jawa...
22 SMK Terbaik di Jawa Tengah yang Bisa Jadi Rekomendasi PPDB 2024, Ada Kotamu?
Klik ppdb.jatengprov.go.id/,...
Klik ppdb.jatengprov.go.id/, Begini Cara Melihat Pengumuman PPDB Jateng 2024
Ditutup 27 Juni Hari...
Ditutup 27 Juni Hari Ini, Kapan Pengumuman PPDB Jateng 2024 SMA-SMK? Ini Tanggalnya
Penerimaan Siswa Baru...
Penerimaan Siswa Baru di Tengah Pandemi
PPDB Jateng 2024 Dibuka...
PPDB Jateng 2024 Dibuka Juni, Cek Kuota dan Syarat Dokumennya
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
7 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
8 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
8 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
9 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
9 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
11 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved