Pengamat UI Beberkan Alasan Kenapa Jakarta Selalu Diserbu Pendatang

Kamis, 13 Juni 2019 - 15:36 WIB
Pengamat UI Beberkan...
Pengamat UI Beberkan Alasan Kenapa Jakarta Selalu Diserbu Pendatang
A A A
JAKARTA - Bersamaan dengan arus balik lebaran, biasanya sejumlah pendatang baru bermunculan di Jakarta. Pengamat menilai kondisi ini disebabkan tidak meratanya pembangunan dan perekonomian di daerah dan di kota.

Pengamat Sosial Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rachmawati mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan derasnya arus urbanisasi dari tahun ke tahun.
Pertama, karena ketiadaan sumber pendapatan yang memadai di daerah. Kondisi ini mendorong masyarakat secara alamiah mencari sumber penghasilan yang lebih baik.

Mudik menjadi tanda bahwa sebenarnya masyarakat pendatang tidak pernah benar-benar ingin ke kota. "Setiap tahunnya mereka selalu kembali ke kampung halaman untuk sekedar melepas kerinduan dan kepenatan," katanya ketika dihubungi, Kamis (13/6/2019).

Ketika daerah terus menerus abai untuk memastikan fasilitas kehidupan layak, maka angka kemiskinan, pengangguran justru akan berpindah ke kota seperti Jakarta.

Kedua, ilusi yang dibangun tentang kota melalui berbagai tayangan di media konvensional maupun media sosial akan gemilangnya kehidupan kota, telah membangun imaji yang menyilaukan masyarakat di berbagai pelosok tanah air. Sehingga ketika ada kesempatan untuk sekedar melihat dahulu Kota Dan kemudian mencoba peruntungan ekonomi melalui saudara saudara yang mudik ke kampungnya.

"Sebenarnya semenjak era gubernur Basuki, Jakarta tidak lagi memikat karena banyak pengusaha yang menggeser bisnisnya ke kawasan penyangga seperti Bodetabek atau bahkan daerah daerah di Jawa seperti Semarang," ungkapnya.

Menurutnya, tidak heran kalau saat ini angka kemiskinan dan pengangguran di Jakarta berkurang. Karena Jakarta hanya menjadi pit stop bagi orang orang yang ingin sekedar melihat seperti apa kota Jakarta.

Untuk melanjutkan kehidupan mereka akan bergeser ke kawasan penyangga yang masih memungkinkan untuk menampung tenaga kerja yang tidak dibekali ketrampilan khusus.

"Mengingat Jakarta saat ini didominasi dengan bisnis sektor jasa seperti keuangan misalnya yang membutuhkan standard kompetensi tertentu yang relatif sulit di penuhi oleh pendatang," tambahnya.

Selama pusat ekonomi dan bisnis masih berputar di Jakarta maka selama itu pula Jakarta menjadi 'madu' bagi pendatang baru yang ingin mengadu nasib. Sehingga ada baiknya pemerataan pembangunan ekonomi dan bisnis sudah mulai dilakukan.

"Ruh desentralisasi kan pemerataan kesempatan dan penghasilan. Selama masih terpusat di Jakarta maka selama itu pula arus urbanisasi berlangsung," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Ini Tanggal yang Diramal...
Ini Tanggal yang Diramal Jadi Puncak Arus Mudik dan Balik
Menhub Minta Pemudik...
Menhub Minta Pemudik Rayakan Lebaran Ketupat Dulu Baru Balik ke Jakarta
Pemudik yang Lolos Keluar...
Pemudik yang Lolos Keluar Jakarta Capai 1 Juta Lebih
Siap Kembali ke Jakarta?...
Siap Kembali ke Jakarta? Catat Skema dan Jadwal One Way Arus Balik Berlaku Hari Ini!
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, 44.000 Lebih Penumpang KA per Hari Kembali ke Jakarta
Rute Alternatif Jakarta-Bandung...
Rute Alternatif Jakarta-Bandung Saat One Way Arus Balik 6-8 Mei
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
21 menit yang lalu
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
2 jam yang lalu
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
13 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
13 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
13 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
14 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved