Museum Pertanian Ajak Generasi Muda Mencintai Pertanian

Selasa, 28 Mei 2019 - 12:26 WIB
Museum Pertanian Ajak...
Museum Pertanian Ajak Generasi Muda Mencintai Pertanian
A A A
BOGOR - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengharapkan keberadaan Museum Pertanian menjadi memicu generasi muda untuk mengeksporasi lebih jauh tentang sistem pertanian di Indonesia.

Letak Museum Pertanian di Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor yang genap baru tiga bulan berdiri letaknya persis masih dalam satu lokasi dengan Museum Tanah, berseberangan dengan Museum Zoologi, dan pintu masuk Kebun Raya Bogor.

"Di sini para pelajar atau anak muda bisa mengetahui pertanian itu telah berkembang sebelum negara Indonesia dibentuk, sebagai sumber kebutuhan pangan. Tidak bisa terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia," katanya, belum lama ini.

Bahkan, masyarakat patut berbangga karena dipastikan sejarah mencatat peran sektor masyarakat Indonesia bagi komunitas global adalah pemasok rempah terbesar seperti Pala, Cengkeh dan Lada yang diperdagangkan melalui jalur sutra.

Dengan hadirnya Museum Pertanian ini, kata dia, juga untuk mengubah stigma masyarakat khususnya kaum milenial terhadap sektor pertanian yang selama ini kerap dipandang sebelah mata dan kurang diminati.

"Kita memberikan spirit ke depan, dan sudah dimulai sekarang, bahwa pertanian itu bersih, ngikutin teknologi, ada mekanisasi. Kemudian semuanya pakai gadget dan sebagainya, dan orientasinya ke bisnis. Jadi bagaimana agar milenial tertarik terjun ke bidang pertanian yang selama ini dipandang kotor, miskin dan sebagainya," jelasnya.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, memasuki museum wistawan akan menikmati pajangan berbagai artefak pertanian masa lalu di lantai dasar Gedung C Museum Pertanian. Mulai dari kalender pranata mangsa, pacul, hingga patung petani kerbau membajak sawah.

Naik ke lantai 2, suara debur ombak dan replika kapal VOC yang pertama kali datang ke Indonesia akan langsung menyambut pengunjung. Perkembangan kondisi pertanian di era 1600-1945 yang didominasi komoditas perkebunan seperti kopi, karet, tembakau ada di lantai ini. Deretan kebijakan dan sosok menteri pertanian dalam periode Indonesia Merdeka juga dihadirkan di lantai dua tersebut.

Di lantai 3, pengunjung dapat menyaksikan teknologi pertanian masa depan. Potret lumbung pangan dunia 2045, dan ilustrasi tentang penggunaan teknologi canggih. (Haryudi)

(nfl)
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
16 menit yang lalu
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
5 jam yang lalu
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
8 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
9 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
11 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved