Jalani Hidup Sekadarnya, tapi Keselamatan Nyawa Terjamin

Kamis, 16 Mei 2019 - 23:24 WIB
Jalani Hidup Sekadarnya,...
Jalani Hidup Sekadarnya, tapi Keselamatan Nyawa Terjamin
A A A
JAKARTA - Sejumlah pengungsi asal Afghanistan merasa sangat senang dapat melaksanakan Ramadhan di Indonesia. Pasalnya, meskipun harus hidup menggembel namun keselamatan nyawa mereka terjamin dibandingkan di negara asal.

“Kalau di negara saya, Afghanistan tiap hari konflik. Peluru dan rudal hanya beberapa sentimeter dari atap rumah,” kata salah seorang pengungsi Afghanistan, Ali Reza di Rudinem, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (16/5/2019).

Ali mengharapkan Indonesia tak seperti negaranya, konflik berkepanjangan tanpa henti membuat kondisi tak lagi nyaman. Ali pun keluar dari negaranya dan kabur ke beberapa negara arab lainnya sebelum akhirnya ke Indonesia.

Di Indonesia, Ali yang membawa tabungannya dari Afganistan kemudian sempat singgah ke beberapa kota mulai dari Bandung, Yogyakarta, Bogor, hingga Jakarta. Karena uang menipis dia kemudian pindah ke Rudenim.

Meski menggelandang, namun Ali mengaku senang tinggal di Indonesia. Masyarakatnya yang ramah membuatnya betah tinggal di sini. Terlebih di Indonesia tidak terjadi konflik.

Ali yang telah enam tahun tinggal di Indonesia mengenal sedikit bahasa Indonesia. Dia kemudian memahami kondisi Indonesia yang memanas setelah pemilu. Terlebih beberapa warga yang mengobrol mengetahui bahwa Indonesia disebutnya sangat mencekam.

“Indonesia itu orang baik-baik, agamanya banyak, sukunya banyak jangan sampai berantem yah. Jangan sampai terjadi kayak negara saya Afghanistan,” tuturnya.

Lain halnya dengan Farissa (13), pengungsi lainnya dari Afghanistan yang mengaku rindu dengan kampung halamannya. Sudah beberapa tahun Farissa tingga di depan Rudenim dan menggelandang.

Bersama dengan ayah dan ibu, dia tinggal di tenda pengungsian yang hanya beralas dan beratap terpal. Setiap harinya Farrissa harus tidur berhempitan di tenda yang kecil."Tapi lebih baik dibandingkan di Afghanistan. Kami tak menemukan kedamaian di sana,” ucapnya.

Seorang pedagang makanan, Andri (27) mengaku tak masalah dengan keberadaan para pengungsi yang ada di sekitar Rudenim. Sekalipun mereka susah, namun mereka masih bisa bersosalisasi. Saat sahur pun, para pengungsi muslim ini kerap membagikan makanan kepada masyarakat sekitar termasuk dirinya.

“Jadi kalau bisa dibilang. Sekalipun susah mereka masih bisa berbagi,” ucapnya.
Tak hanya itu, saat membeli barang di warung, para pengungsi juga selalu membayar dan tak mengutang.
(whb)
Berita Terkait
Ramadhan, Bulan Menjaga...
Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Mencuci Dosa-dosa
Muhammadiyah: Puasa...
Muhammadiyah: Puasa Ramadhan Mulai 13 April
Hakikat Kesabaran
Hakikat Kesabaran
3 Waktu Terkabulnya...
3 Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan
Marhaban Ya Syahru Siyam,...
Marhaban Ya Syahru Siyam, Ini 15 Keutamaan Ramadhan dan Dalilnya
9 Nama Julukan Ramadhan...
9 Nama Julukan Ramadhan yang Tidak Dimiliki Bulan Lain
Berita Terkini
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
14 menit yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
1 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
3 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Infografis
Pengadilan China Melelang...
Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved