Angkot Berbasis Online Pertama Mengaspal di Bekasi

Sabtu, 04 Mei 2019 - 05:15 WIB
Angkot Berbasis Online...
Angkot Berbasis Online Pertama Mengaspal di Bekasi
A A A
BEKASI - Angkutan Kota (angkot) berbasis online resmi mengaspal di Kota Bekasi, Jumat (3/5/2019). Pengelola angkot online PT Teknologi Rancang Olah Nusantara (TRON) menyatakan Bekasi menjadi daerah pertama di Indonesia dalam penerapan teknologi aplikasi online.

Meski baru 30 angkot yang baru diakomodir, namun penyedia jasa layanan ini bersama VIA menargetkan seluruh angkot di Kota Bekasi bisa menggunakan aplikasinya.”Bekasi merupakan daerah pertama, dan kami target daerah lainnya,” kata Kepala Komunikasi Perusahaan PT TRON, Andy M. Saladin kepada wartawan di Stadion Patriot, Bekasi.

Menurut dia, Kota Bekasi menjadi salah satu wilayah yang potensial untuk melakukan uji coba aplikasi angkot online ini. Sebab, pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) yang kian masif di Kota Bekasi menjadi alasan perlunya angkot sebagai angkutan pengumpang (feeder).

”Kami yakin dengan adanya LRT nanti, angkot bisa kembali menjadi salah satu pilihan utama dan termasuk menjadi feeder untuk LRT,” ungkapnya. Tidak hanya itu, Bekasi juga dianggap sangat strategis karena ada tiga proyek lainnya berskala nasional selain pembangunan LRT seperti DDT, Tol Jakarta Cikampek Elevated dan lain-lain.

Andy optimistis pengguna aplikasi TRON akan meningkat seiring jalannya waktu. Untuk angkot online, terdapat kelebihan sendiri. Contoh gampangnya adalah pada saat hujan, penumpang bisa menggunakan transportasi ini yang lebih murah dibandingkan taksi online.

Sejauh ini, lanjut dia, baru 30 angkot online dengan dua trayek yang menggunakan aplikasi ini. Kedua trayek itu adalah angkot K-11A jurusan Terminal Bekasi-Rawalumbu-Narogong-Bantar Gebang dan angkot K-11B jurusan Terminal Bekasi-Wijayakusuma Bekasi Timur. Untuk masa promo diberikan harga murah Rp3.000 dan setelah promo menjadi Rp5.000.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi upaya pihak swasta dalam memprakarsai penerapan angkot online. Sebab dari 416 kabupaten dan 98 kota di Indonesia, hanya Kota Bekasi yang telah menerapkan angkot online.”Untuk di dunia, Kota Bekasi merupakan nomor 52 penerapan angkot online dari 195 negara di dunia,” kata Rahmat Effendi.

Dalam peresmian angkot online ini, kata dia, hanya sebanyak lima angkot yang diresmikan dari total 30 angkot online yang dikelola oleh PT TRON dan VIA untuk dilaunching secara simbolis. Meski demikian, keberadaan angkot online bisa menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bekasi.

Apalagi, jumlah penduduknya Kota Bekasi hampir menembus 2,7 juta jiwa. Sehingga, keberadaan angkutan ini diharapkan bisa menjadi penumpan atau feeder angkutan massal seperti LRT dan KRL Comumuter Line.”Kita belum mampu buat, jadi kita gandeng pihak lain untuk menciptakan aplikasi Tron ini,” jelasnya.

Rahmat mengatakan, saat ini memang baru dua zona yang ditawarkan yakni untuk K-11A dan K-11B. Namun tidak menutup kemungkinan, seluruh trayek angkutan kota yang ada di Kota Bekasi akan menggunakan aplikasi serupa.

”Untuk sementara waktu kita terapkan dulu di wilayah Bekasi Timur dan Bantar Gebang, tapi ke depan bisa wilayah lain karena kepadatan cukup tinggi bukan hanya kedua titik itu saja tapi ada di Medan Satria, Bekasi Barat, Rawalumbu, Jatiasih dan sebagainya,” tegasnya.

CEO TRON David Santoso mengatakan, telah mengoperasikan sistem ini sejak 10 April 2019 lalu namun baru sebatas uji coba. Lantaran baru sebatas uji coba, maka tarif yang dipatok masih promo yakni Rp3.000 per penumpang.”TRON adalah aplikasi terbaru yang memungkinkan penggunanya untuk memanggil angkot tanpa perlu berjalan jauh,” ujarnya.

Menurutnya, setelah melakukan registrasi, pengguna cukup memasukan tujuannya dan akan diarahkan ke halte virtual terdekat untuk menunggu angkot tersebut. David merasa bangga dengan kehadirannya di Kota Bekasi, karena TRON sejalan dengan semangat Kota Bekasi dalam pengembangan daerah smart city.

”TRON dapat menyediakan skema reroute di mana memungkinkan angkot untuk masuk ke kawasan permukiman dengan jalur yang sudah ditentukan,” katanya. Hingga kini, aplikasi TRON sudah diunduh mencapai kurang lebih 2.000 orang dan telah mengoperasikan 30 angkot dan ditarget bisa mengoperasikan 10.000 angkot.
(whb)
Berita Terkait
Organda Usul Tarif Angkutan...
Organda Usul Tarif Angkutan Umum di Kota Bekasi Naik Rp2.000
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Capek Antre Tiket Bus?...
Capek Antre Tiket Bus? Platform Ini Ubah Perjalananmu Jadi Lebih Asyik dan Hemat
Tarif Baru Pete-pete...
Tarif Baru Pete-pete di Makassar: Umum Rp7.000 dan Pelajar Rp3.000
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
5 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
5 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
6 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
6 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
8 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved