Heboh Film Kucumbu Tubuh Indahku, Begini Respons MUI

Senin, 29 April 2019 - 09:28 WIB
Heboh Film Kucumbu Tubuh...
Heboh Film Kucumbu Tubuh Indahku, Begini Respons MUI
A A A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan respons terkait larangan penayangan film karya Garin Nugroho 'Kucumbu Tubuh Indahku', yang menceritakan tentang seorang pemuda bernama Juno sebagai penari Lengger Lanang. Tari yang menitik beratkan pada penampilan penari laki-laki yang menyerupai perempuan. Para penari Lengger dituntut meleburkan sisi maskulin dan feminim dalam satu tubuh.

Ketua MUI Bidang Infokom Masduki Baidowi mengatakan, film tersebut banyak ditentang masyarakat. Bahkan, kata dia, ada petisi penandatanganan untuk menolak film tersebut.

"Bahkan, Wali Kota Depok mempelopori penolakan terhadap film tersebut untuk tidak diputar di wilayahnya," kata Baidowi kepada SINDOnews, Minggu 28 April 2019. (Baca juga: Pemkot Depok dan MUI Larang Penayangan Film Kucumbu Tubuh Indahku )

Baidowi melanjutkan, adanya rasa khawatir yang mengemuka dari masyarakat pada umumnya bahwa dalam film tersebut mengandung cerita tentang penyimpangan seksual, Lesbian, Gay, Biseksual and Transgender (LGBT) yang semestinya tak dijadikan lakon cerita dalam film.

"Isu tentang pengaruh buruk LGBT pada kehidupan masyarakat akhir-akhir ini sedang menjadi pembicaraan hangat dan MUI secara saksama mengikuti perkembangan ini untuk melindungi umat Islam dari pengaruh negatif gerakan LGBT tersebut," imbuhnya.

Lebih lanjut Baidowi menyampaikan, perihal pelarangan penayangan film tersebut. Secara akal sehat, publik menilai film itu akan berpengaruh buruk pada masyarakat.

"Padahal semestinya, secara implisit produksi film-film nasional kita mengandung nilai-nilai keteladanan seperti: kebaikan, kejujuran, sportifitas dan bentuk-bentuk pembangunan karakter bangsa lainnya," terang Baidowi.

Menurut dia, MUI akan mendalami masalah film ini dengan cara membahasnya dalam Komisi Kajian MUI serta Komisi Budaya MUI untuk kemudian akan disikapi secara komprehensif setelah melakukan pendalaman dan kajian secara menyeluruh.

"Kami dari MUI juga punya perwakilan yaitu saudara Imam Suhardjo yang bertugas di Lembaga Sensor Film (LSF), untuk kami mintai konfirmasi ihwal film tersebut," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Pawai LGBT di New York...
Pawai LGBT di New York City Dibubarkan Polisi
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Rusia Resmi Tetapkan...
Rusia Resmi Tetapkan Gerakan LGBT Sebagai Kelompok Ekstremis
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
2 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
3 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
3 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
4 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
4 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved