Perkembangan MRT dan LRT Jangan Ciptakan Urbanisasi

Senin, 22 April 2019 - 07:01 WIB
Perkembangan MRT dan...
Perkembangan MRT dan LRT Jangan Ciptakan Urbanisasi
A A A
JAKARTA - Perkembangan Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) jangan ciptakan urbanisasi. Perkembangan kota harus Mandiri dan tidak bergantung pada Jakarta.

"Jangan pikirkan tranportasi yang kian dekat dan mengantar dari kota satelit ke Jakarta. Tapi bagaimana pikirkan soal mengembangkan kota satelit," kata Pengamat Universitas Trisakti, Nirwono Joga saat mengomentari pembangunan MRT dan LRT, Minggu 21 April 2019.

Nirwono melihat tanpa konsep dan aturan yang jelas. Keberadaan MRT dan LRT malah menimbulkan masalah baru. Urbanisasi makin menjadi lantaran transportasi yang mudah, kondisi ini diperburuk. Masyarakat meninggalkan rumah bekerja di Jakarta, kemudian belanja di Jakarta.

Kondisi ini bukannya menguntungkan kota satelit, melainkan Jakarta. Sebab dengan mudahnya dan cepatnya tranportasi membuat orang bakal membuang uang di Jakarta.

Selain itu, meskipun dalam ekonomi pendek hal itu cukup menguntungkan. Tapi bila mengukur jarak panjang, urbanisasi malah merugi. Investasi kesehatan perlu dipikirkan seiring dengan menuanya umur seseorang, biaya kesehatan menjadi bertambah.
Perkembangan MRT dan LRT Jangan Ciptakan Urbanisasi
Light Rapid Transit (LRT). Foto/Dok/SINDOphotoKarena itu dalam perkembangan MRT atau LRT, sejumlah kota harus mempersiapkan diri. Pencanangan kemandirian kota wajib dilakukan agar tak merugikan kota itu sendiri.

"Jadi bila perlu, segala aktivitas harus di kota. Fungsi MRT dan LRT ketika ada keperluan ke pusat negara, makanya menggunakan kereta itu," ucapnya. (Baca juga: Tak Ingin seperti MRT, Uji Coba LRT Langsung Terapkan Ticketing )

Selain itu, pengembangan MRT dan LRT perlu disesuaikan dengan Rancangan Jangka Pendek dan Menengah Daerah (RPJMD) kota yang dibangun. Jangan sampai keberadaan MRT dan LRT justru tidak selaras dan mengakibatkan pembangunan transportasi sia sia.

Jakarta sendiri, kata Nirwono terlihat mengalami itu. Ia mencontohkan seperti di Fatmawati. Pembangunan MRT tak menguntungkan sejumlah lantaran Gedung gedung disekitar tak terhubungan MRT, pembangunan ke atas tak terlihat.

"Ini yang perlu di pertimbangkan dengan pembangunan MRT atau LRT di luar Jakarta," tutupnya. (Baca juga: Mesin Tiket MRT Akan Efektif Kurangi Antrean Penumpang )
(mhd)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Besok, Naik Transjakarta,...
Besok, Naik Transjakarta, LRT, dan MRT Hanya Bayar Rp1
Mengenal 5 Perbedaan...
Mengenal 5 Perbedaan MRT, LRT, dan KRL Commuter Line
Tarif LRT Jabodebek...
Tarif LRT Jabodebek Lebih Mahal dari MRT Disebut Wajar, Asal.....
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Selamat! MRT dan LRT...
Selamat! MRT dan LRT Jakarta Raih DTKJ Award
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
10 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
10 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
11 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
11 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
12 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
15 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved