Menteri PPN: Ekonomi Lembata Bakal Tumbuh Lebih Besar

Kamis, 04 April 2019 - 19:07 WIB
Menteri PPN: Ekonomi...
Menteri PPN: Ekonomi Lembata Bakal Tumbuh Lebih Besar
A A A
LEMBATA - Setelah mengunjungi ke beberapa lokasi pembangunan di Kabupaten Lembata, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas RI, Bambang Brojonegoro, Jumat, (29/3) tiba di Hotel Palm Indah, Lewoleba, Lembata, di forum Musrenbang.

"Kita harapkan, Musrenbang yang diselenggarakan ini berujung pada upaya pembangunan yang lebih besar lagi di Kabupaten Lembata. Ekonomi Lembata bakal tumbuh lebih besar,” ujar Menteri Bambang.

Menurut Bambang, Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 5,13%. Jadi kira-kira hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional 5,17%. Kita lihat sektor pendukunya yang utama adalah sektor pertanian. Hal itu tidak berbeda banyak dengan Kabupaten Lembata. Di mana Kabupaten Lembata secara ekonomi relatif kecil untuk NTT. Kontribusi Lembata terhadap PDRB untuk NTT sekitar 1,7%. Tetapi rata-rata pertumbuhan ekonomi dari Kabupaten Lembata 4,97 % memang masih dibawa pertumbuhan NTT. Namun posisinya boleh dibilang berada di tengah jadi masih ada kesempatan atau ruang untuk Kabupaten Lembata tumbuh lebih tinggi dengan ekonomi yang lebih besar.

Menteri Bambang menjelaskan, selain tantangan pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Lembata menghadapi tantangan tingkat kemiskinan di atas rata-rata, baik di tingkat nasional dan juga di atas Nusa Tenggara Timur.

"Artinya, prioritas pertama ketika mengalokasikan anggaran, melakukan kegiatan pembangunan adalah bagaimana caranya supaya kemiskinan itu turun. Disisi lain, pengangguran di NTT dan juga di Lembata itu relatif rendah. Jadi kalau kemiskinan tinggi, pengangguran relatif rendah maka kesimpulannya bahwa orang yang bekerja tetapi dengan pendapatan rendah. Jadi mereka tetap tergolong kelompok rumah tangga miskin."

Menurut Bambang, kalau melihat sejarah DAK fisik di Kabupaten Lembata tahun 2019, yang paling puncak di mana Kabupaten Lembata menerima DAK sebesar Rp 157 miliar jauh di atas tahun 2018 yakni Rp 99,6 miliar. "Paling besar dan saya sangat setuju adalah Kesehatan. Itu penting karena masalah stanting kita ingin mengurangi masalah kemiskinan. Tetapi DAK air bersih dan sanitasi masih kecil misalkan air minum 2019 Rp 3 Milyar, sanitasinya Rp 2,2 Milyar, kesehatan sampai Rp 55 milyar. Sedangkan jalan atau tranportasi Rp5,8 miliar. Air bersih dan Sanitasi mohon ditingkatkan karena saya yakin masih kurang di Kabupaten Lembata maupun NTT”, ujar Bambang.
(akn)
Berita Terkait
Pupuk Indonesia bersama...
Pupuk Indonesia bersama Relawan Bakti BUMN Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang Satu Kilometer di Pantai Nusantara
Hasil SWAB Tahap Satu,...
Hasil SWAB Tahap Satu, 10 PDP Kabupaten Lembata Negatif Covid-19
BBM Langka di Lembata,...
BBM Langka di Lembata, Antrean Mobil Capai 1 Kilometer, Harga Eceren Rp50 Ribu Sebotol
Yuni Damayanti Berbagi...
Yuni Damayanti Berbagi Kasih dengan Korban Bencana Erupsi Ile Lewotolok
Gunung Api Lewotolok...
Gunung Api Lewotolok Kembali Erupsi, Semburkan Abu hingga 700 Meter
Gunung Ile Lewotolok...
Gunung Ile Lewotolok 4 Kali Meletus dan Muntahkan Abu Tinggi 200 Meter
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
2 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
4 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
5 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
5 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
6 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
6 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved