Ini Wasiat Almarhumah Pendiri Masjid Kubah Emas kepada Anak dan Cucu
Jum'at, 29 Maret 2019 - 20:42 WIB
Ini Wasiat Almarhumah Pendiri Masjid Kubah Emas kepada Anak dan Cucu
A
A
A
DEPOK - Pendiri Masjid Kubah Emas Hj Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais atau yang biasa disapa Hj Dian Al Mahri tutup usia Jumat (29/3/2019) dini hari sekitar pukul 02.20 WIB. Dian Al Mahri sebelumnya sempat dirawat selama satu pekan di rumah sakit sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir di usia 70 tahun.
Dian Al Mahri meninggalkan suami bernama H Maimun Al Rasyid. Mereka dikaruniai 14 anak dan 38 cucu. Semasa hidup, Dian Al Mahri dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan sering membangun masjid di sejumlah tempat. (Baca juga: Mengenal Sosok Dian Al Mahri, Jarang Muncul di Publik dan Rajin Sedekah)
Dian Al Mahri dimakamkan di area Masjid Kubah Emas di Jalan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, yang memiliki total lahan seluas 70 hektare. Isak tangis keluarga dam ribuan jamaah mengiringi proses pemakaman alhmarhumah.
Dimata suami, almarhumah dikenal sebagai sosok istri yang solehah. Sang istri sudah berpesan kepada keluarga untuk disalati oleh jamaah Masjid Kubah Emas, ketika meninggal dunia. "Beliau tidak hanya seorang istri, tapi juga guru yang baik, selalu mengajarkan berbagi terhadap sesama. Alhamdulilah, seluruh keinginan almarhumah terkabulkan," ujar Maimun, suami almarhumah.
Dia pun meminta doa dari semua agar istrinya mendapat tempat terbaik dan diterima amal ibadahnya. "Mohon doa bapak dan ibu yang hadir, semoga almarhumah diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT," tukasnya. (Baca juga: Netizen: Semoga Lahir Dian Al Mahri Lainnya di Indonesia)
Seusai dimakamkan, seluruh anggota keluarga memberikan taburan bunga. Di makam tersebut terlihat banyak bunga mawar. Sebelum meninggal, almarhumah sempat berpesan (berwasiat) dua hal kepada keluarga.
Pertama, almarhumah ingin agar anak-anaknya mendirikan majelis taklim yang bagus. Kedua, almarhumah ingin anak cucunya berangkat ke Tanah Suci. Setiap ucapan almarhum di mata anak-anak dianggap sebagai pesan.
"Setiap hari perkataan beliau itu seperti pesan. Tapi dua hal yang diucapkan sebelum meninggal yaitu untuk membuat majelis taklim yang bagus. Dan beliau juga bilang anak dan cucu harus berangkat ke Tanah Suci," kata Hj Ratu Ayu Novianti (49), anak kedelapan almarhumah. (Baca juga: Ribuan Pentakziah Antarkan Jenazah Dian Al Mahri ke Pemakaman)
![Ini Wasiat Almarhumah Pendiri Masjid Kubah Emas kepada Anak dan Cucu]()
Menurut Hj Ratu, almarhumah adalah ibu yang baik. Dia sudah menganggap almarhumah sebagai guru, ibu, dan juga teman bagi 14 anaknya. "Ibu itu sosok yang enggak bisa dilupakan. Beliau guru, ulama, ibu, kakak, penopang dan sebagai segala macam. Kami dekat dengan almarhumah," ucapnya.
Hal yang akan diingatnya adalah pesan almarhumah untuk selalu sadar dan ikhlas. Dia juga mengingatkan arti penting silaturahmi. "Ibu selalu berpesan agar kami sadar dan ikhlas. Kami belajar menjadi anak-anak yang bisa menjaga silaturahmi," paparnya.
Dia pun akan memenuhi amanah almarhumah untuk merawat masjid peninggalan sang Ibu yang menjadi kebanggaan masyarakat Depok. Masjid ini juga dijadikan tujuan wisata oleh masyarakat Depok dan luar daerah. "Ibu sudah membangun. Tinggal kami yang merawat sekarang," katanya.
Masjid Kubah Emas adalah masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Masjid ini memiliki lima kubah berlapis emas. Selain itu masjid ini juga dilengkapi enam menara. Material masjid didatangkan dari luar negeri.
Emas untuk melapisi kubah didatangkan dari Italia, sedangkan granit didatangkan dari Brazil. "Kami tidak pernah tahu berapa jumlahnya (emas). Karena ibu kalau habis bangun masjid tidak pernah mengingat jadi kami tidak pernah ingat apa yang sudah kami berikan," pungkasnya.
Dian Al Mahri meninggalkan suami bernama H Maimun Al Rasyid. Mereka dikaruniai 14 anak dan 38 cucu. Semasa hidup, Dian Al Mahri dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan sering membangun masjid di sejumlah tempat. (Baca juga: Mengenal Sosok Dian Al Mahri, Jarang Muncul di Publik dan Rajin Sedekah)
Dian Al Mahri dimakamkan di area Masjid Kubah Emas di Jalan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, yang memiliki total lahan seluas 70 hektare. Isak tangis keluarga dam ribuan jamaah mengiringi proses pemakaman alhmarhumah.
Dimata suami, almarhumah dikenal sebagai sosok istri yang solehah. Sang istri sudah berpesan kepada keluarga untuk disalati oleh jamaah Masjid Kubah Emas, ketika meninggal dunia. "Beliau tidak hanya seorang istri, tapi juga guru yang baik, selalu mengajarkan berbagi terhadap sesama. Alhamdulilah, seluruh keinginan almarhumah terkabulkan," ujar Maimun, suami almarhumah.
Dia pun meminta doa dari semua agar istrinya mendapat tempat terbaik dan diterima amal ibadahnya. "Mohon doa bapak dan ibu yang hadir, semoga almarhumah diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT," tukasnya. (Baca juga: Netizen: Semoga Lahir Dian Al Mahri Lainnya di Indonesia)
Seusai dimakamkan, seluruh anggota keluarga memberikan taburan bunga. Di makam tersebut terlihat banyak bunga mawar. Sebelum meninggal, almarhumah sempat berpesan (berwasiat) dua hal kepada keluarga.
Pertama, almarhumah ingin agar anak-anaknya mendirikan majelis taklim yang bagus. Kedua, almarhumah ingin anak cucunya berangkat ke Tanah Suci. Setiap ucapan almarhum di mata anak-anak dianggap sebagai pesan.
"Setiap hari perkataan beliau itu seperti pesan. Tapi dua hal yang diucapkan sebelum meninggal yaitu untuk membuat majelis taklim yang bagus. Dan beliau juga bilang anak dan cucu harus berangkat ke Tanah Suci," kata Hj Ratu Ayu Novianti (49), anak kedelapan almarhumah. (Baca juga: Ribuan Pentakziah Antarkan Jenazah Dian Al Mahri ke Pemakaman)

Menurut Hj Ratu, almarhumah adalah ibu yang baik. Dia sudah menganggap almarhumah sebagai guru, ibu, dan juga teman bagi 14 anaknya. "Ibu itu sosok yang enggak bisa dilupakan. Beliau guru, ulama, ibu, kakak, penopang dan sebagai segala macam. Kami dekat dengan almarhumah," ucapnya.
Hal yang akan diingatnya adalah pesan almarhumah untuk selalu sadar dan ikhlas. Dia juga mengingatkan arti penting silaturahmi. "Ibu selalu berpesan agar kami sadar dan ikhlas. Kami belajar menjadi anak-anak yang bisa menjaga silaturahmi," paparnya.
Dia pun akan memenuhi amanah almarhumah untuk merawat masjid peninggalan sang Ibu yang menjadi kebanggaan masyarakat Depok. Masjid ini juga dijadikan tujuan wisata oleh masyarakat Depok dan luar daerah. "Ibu sudah membangun. Tinggal kami yang merawat sekarang," katanya.
Masjid Kubah Emas adalah masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Masjid ini memiliki lima kubah berlapis emas. Selain itu masjid ini juga dilengkapi enam menara. Material masjid didatangkan dari luar negeri.
Emas untuk melapisi kubah didatangkan dari Italia, sedangkan granit didatangkan dari Brazil. "Kami tidak pernah tahu berapa jumlahnya (emas). Karena ibu kalau habis bangun masjid tidak pernah mengingat jadi kami tidak pernah ingat apa yang sudah kami berikan," pungkasnya.
(thm)