Politik Tak Harus serius, Caleg DKI: Bawa Enjoy Saja
Kamis, 28 Maret 2019 - 11:51 WIB
Politik Tak Harus serius, Caleg DKI: Bawa Enjoy Saja
A
A
A
JAKARTA - Dunia politik bagi sebagian besar anak muda tentunya bukan hal yang menarik. Mereka cenderung apatis dan bersikap masa 'bodo'. Namun, hal tersebut ternyata tidak berlaku bagi R Gusti Arief Yulifard. Ia justru memilih jalan untuk akrab dengan dunia politik.
"Bagi saya politik merupakan alat perjuangan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat khususnya mewakili suara anak muda, terjun ke dunia politik tidak lain saya hanya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat luas bukan saja hanya dari golongan pemuda seperti yang telah dilakukan saat ini, tetapi kepada semua golongan masyarakat," kata pria yang akrab disapa Gusti ini di Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Bagi Gusti, politik adalah seni, artinya apa yang dilakukan di sebuah gerakan politik bukan hanya saja karena tujuan kepentingan pribadi ataupun golongan, tetapi bagaimana dapat mendengar aspirasi masyarakat dan berjuang dengan sepenuh hati tanpa pamrih.
Tidak mengherankan bila ketertarikan serta keuletannya pada dunia politik membawa dirinya dipercaya memimpin salah satu organisasi kepemudaan terbesar di Jakarta yakni menjadi ketua DPD KNPI DKI Jakarta.
Di bawah komandonya, Gusti berhasil merangkul anak muda untuk lebih melek berpolitik, setidaknya dalam memperjuangkan kepentingan anak muda dengan berkontribusi melakukan hal yang konstruktif untuk kemajuan Jakarta.
"Politik tidak harus serius, bisa juga dikemas dengan cara ringan, tapi 'mengena'. Kalau ada intrik-intrik ya disitulah seninya. Pokoknya di bawa enjoy saja," kata Gusti.
Gusti pun mengapresiasi minat anak muda yang mulai tertarik pada politik. Hal tersebut misalnya terlihat sangat kasat mata di media sosial. Isu maupun pemberitaan terkait politik sangat ramai dibicarakan bahkan tidak jarang terjadi twit war.
"Seperti diketahui pengguna aktif media sosial mayoritas adalah anak muda. Kondisi ini menggambarkan anak muda sebenarnya peka terhadap situasi politik yang terjadi. Namun cara mereka mengekspresikannya memang disesuaikan dengan zaman sekarang atau zaman now. Mereka lebih senang mengekspresikannya di media sosial," sebut pria asal Bali ini
Kecintaan Gusti dalam berorganisasi sudah dimulai dari usia belia. Dimulai dari saat berada di bangku sekolah menengah atas, dengan aktif di organisasi kemasyarakatan pemuda sebagai kader dari SAPMA Pemuda Pancasila, Gusti juga aktif di beberapa yayasan sosial, Jeera Foundation yang memfasilitasi masyarakat dan warga binaan Kumham yang kurang mampu untuk mendapatkan pembinaan pelatihan dan pekerjaan.
"Prinsip saya jangan membantu dengan memberikan ikannya, tapi bantulah dengan memberi kailnya, sehingga mereka bisa mandiri secara finansial," ujar Gusti.
Dengan semakin matang karir berorganisasi dan berpolitik dan dengan banyaknya perjalanan karir yang tidak mudah yang juga penuh dengan pelajaran berharga, sosok muda ini juga merupakan seorang pengusaha muda yang terbilang cukup sukses dengan karir yang dibangun dari nol di dunia usaha, perjalanannya pun tidak serta merta meraih sukses, semangat seorang anak muda yang penuh perjuangan dengan kemandiriannya mengantarkannya duduk sebagai direktur dan komisaris di beberapa perusahaan.
Raihan status tersebut tidak menjadikannya pribadi yang menampilkan kemewahan, Gusti adalah sosok sederhana yang gemar olahraga sepak bola dan bermain musik dan tetap menunjukkan identitas diri nya sebagai seorang aktivis pemuda dan politikus muda yang sederhana dan perduli akan lingkungan sosial, lalu Gusti memutuskan untuk terjun ke politik. Ia pun memilih bergabung dalam arus besar gerakan perubahan Partai Nasdem.
Melalui Partai Nasdem Nomor Urut 7 dapil DKI 2 Jakarta Utara yang meliputi Kecamatan Cilincing, Koja, Kelapa Gading dan Kepulauan Seribu, Gusti bekerja menghampiri masyarakat dapilnya dan berikhtiar menjadi pintu penghubung, yang menjadi dasar dipegangnya dalam bertarung mencalonkan diri menjadi anggota legislatif DKI Jakarta.
"Insya Allah semua niat baik saya, untuk mengabdikan diri kepada masyarakat luas khususnya terhadap anak muda tentunya tidak bisa diraih tanpa dukungan kedua orang tua, keluarga, saudara, kerabat dan yang terpenting masyarakat. Mari-mari bersama kita hadirkan arus perubahan untuk menjadikan Indonesia jaya dan menang di pentas Internasional," tutup Gusti.
"Bagi saya politik merupakan alat perjuangan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat khususnya mewakili suara anak muda, terjun ke dunia politik tidak lain saya hanya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat luas bukan saja hanya dari golongan pemuda seperti yang telah dilakukan saat ini, tetapi kepada semua golongan masyarakat," kata pria yang akrab disapa Gusti ini di Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Bagi Gusti, politik adalah seni, artinya apa yang dilakukan di sebuah gerakan politik bukan hanya saja karena tujuan kepentingan pribadi ataupun golongan, tetapi bagaimana dapat mendengar aspirasi masyarakat dan berjuang dengan sepenuh hati tanpa pamrih.
Tidak mengherankan bila ketertarikan serta keuletannya pada dunia politik membawa dirinya dipercaya memimpin salah satu organisasi kepemudaan terbesar di Jakarta yakni menjadi ketua DPD KNPI DKI Jakarta.
Di bawah komandonya, Gusti berhasil merangkul anak muda untuk lebih melek berpolitik, setidaknya dalam memperjuangkan kepentingan anak muda dengan berkontribusi melakukan hal yang konstruktif untuk kemajuan Jakarta.
"Politik tidak harus serius, bisa juga dikemas dengan cara ringan, tapi 'mengena'. Kalau ada intrik-intrik ya disitulah seninya. Pokoknya di bawa enjoy saja," kata Gusti.
Gusti pun mengapresiasi minat anak muda yang mulai tertarik pada politik. Hal tersebut misalnya terlihat sangat kasat mata di media sosial. Isu maupun pemberitaan terkait politik sangat ramai dibicarakan bahkan tidak jarang terjadi twit war.
"Seperti diketahui pengguna aktif media sosial mayoritas adalah anak muda. Kondisi ini menggambarkan anak muda sebenarnya peka terhadap situasi politik yang terjadi. Namun cara mereka mengekspresikannya memang disesuaikan dengan zaman sekarang atau zaman now. Mereka lebih senang mengekspresikannya di media sosial," sebut pria asal Bali ini
Kecintaan Gusti dalam berorganisasi sudah dimulai dari usia belia. Dimulai dari saat berada di bangku sekolah menengah atas, dengan aktif di organisasi kemasyarakatan pemuda sebagai kader dari SAPMA Pemuda Pancasila, Gusti juga aktif di beberapa yayasan sosial, Jeera Foundation yang memfasilitasi masyarakat dan warga binaan Kumham yang kurang mampu untuk mendapatkan pembinaan pelatihan dan pekerjaan.
"Prinsip saya jangan membantu dengan memberikan ikannya, tapi bantulah dengan memberi kailnya, sehingga mereka bisa mandiri secara finansial," ujar Gusti.
Dengan semakin matang karir berorganisasi dan berpolitik dan dengan banyaknya perjalanan karir yang tidak mudah yang juga penuh dengan pelajaran berharga, sosok muda ini juga merupakan seorang pengusaha muda yang terbilang cukup sukses dengan karir yang dibangun dari nol di dunia usaha, perjalanannya pun tidak serta merta meraih sukses, semangat seorang anak muda yang penuh perjuangan dengan kemandiriannya mengantarkannya duduk sebagai direktur dan komisaris di beberapa perusahaan.
Raihan status tersebut tidak menjadikannya pribadi yang menampilkan kemewahan, Gusti adalah sosok sederhana yang gemar olahraga sepak bola dan bermain musik dan tetap menunjukkan identitas diri nya sebagai seorang aktivis pemuda dan politikus muda yang sederhana dan perduli akan lingkungan sosial, lalu Gusti memutuskan untuk terjun ke politik. Ia pun memilih bergabung dalam arus besar gerakan perubahan Partai Nasdem.
Melalui Partai Nasdem Nomor Urut 7 dapil DKI 2 Jakarta Utara yang meliputi Kecamatan Cilincing, Koja, Kelapa Gading dan Kepulauan Seribu, Gusti bekerja menghampiri masyarakat dapilnya dan berikhtiar menjadi pintu penghubung, yang menjadi dasar dipegangnya dalam bertarung mencalonkan diri menjadi anggota legislatif DKI Jakarta.
"Insya Allah semua niat baik saya, untuk mengabdikan diri kepada masyarakat luas khususnya terhadap anak muda tentunya tidak bisa diraih tanpa dukungan kedua orang tua, keluarga, saudara, kerabat dan yang terpenting masyarakat. Mari-mari bersama kita hadirkan arus perubahan untuk menjadikan Indonesia jaya dan menang di pentas Internasional," tutup Gusti.
(mhd)