Dalam 1 Tahun, 122 Anak di Jakarta Barat Tersangkut Kriminalitas

Kamis, 14 Maret 2019 - 17:13 WIB
Dalam 1 Tahun, 122 Anak...
Dalam 1 Tahun, 122 Anak di Jakarta Barat Tersangkut Kriminalitas
A A A
JAKARTA - Sebanyak 122 anak diamankan Polrestro Jakarta Barat selama satu tahun terakhir. Ratusan anak-anak ini harus berurusan dengan kepolisian karena terlibat dalam serangkaian kejahatan mulai dari pencurian, tawuran, hingga pembunuhan.

Kapolrestro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, banyak anak-anak yang terlibat kasus kejahatan masih tercatat sebagai pelajar."Anak-anak ini terlibat dalam serangkaian kejahatan. Karena kita perlu bantuan semua pihak untuk menekan permasalahan ini," kata Hengki saat bersilaturahmi dengan ratusan kepala sekolah di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Kamis (14/3/2019).

Meski tak menjelaskan adanya penambahan atau penurunan, namun Hengki menjelaskan jumlah itu cukup miris. Sebab dalam beberapa kasus ada anak-anak yang terlibat prostitusi anak, perampokan, geng motor, narkoba, hingga tawuran.

Hengki mencatat mayoritas pelaku tawuran masih mendominasi anak yang diamankan, sebanyak 95 orang. Kemudian disusul kasus pencurian sebanyak 14 orang, membawa senjata tajam 10 orang, sembilan orang kasus begal, pengeroyokan delapan orang, dan kasus penganiyaan lima orang. “Setelah kami telusuri dan kami tes urine. Kami mendapati semuanya positif narkoba,” ujarnya.

Hengki menuturkan, konsumsi narkoba dan obat daftar G yang dilakukan para pelaku, membuat beberapa orang kehilangan rasa empati. Beberapa pelaku anak kemudian menjadi sadis hingga nekat, bahkan dalam beberapa kasus para pelaku membunuh sejumlah korbannya. “Ini yang menarik. Terakhir kali kami ungkap tiga anak menjadi begal. Semuanya positif ganja dan obat daftar G,” tuturnya.

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi mengatakan, akan membantu polisi memberantas narkoba di lingkungan sekolah. “Mungkin salah satunya kami akan melakukan tes urine terhadap mereka,” kata Rustam.

Rustam melanjutkan, pihaknya telah melakukan tes urine dibeberapa sekolah dan rencananya pada 2020 mendatang dilakukan secara serempak. Rustam mengaku miris dengan kondisi itu, dan mengimbau serta meminta orang tua dan para sekolah menjaga sejumlah anak anaknya.

Kini melalui jam belajar malam, Rustam menyakini proses menjaga anak dari tindak kriminalitas dapat dilakukan. Dia telah meminta semua pihak mulai dari lingkungan RT, RW, Lurah, dan Camat untuk mengawasi. “Jadi ketika ada anak yang berkeliaran saat jam belajar. Akan langsung kami tindak,” ucap Rustam.
(whb)
Berita Terkait
Amankan Masa Transisi...
Amankan Masa Transisi PSBB, Tiga Pilar Jakarta Barat Cek Kesiapan Pasar Kopro
Pemkot Jakbar Berkolaborasi...
Pemkot Jakbar Berkolaborasi Kebut Vaksinasi Anak 6-11 Tahun
Pemkot Jakbar Tangani...
Pemkot Jakbar Tangani Banjir di Tegal Alur, Tokoh Pemuda: Terus Keruk Sumbatan
Bikin Keramaian saat...
Bikin Keramaian saat PSBB, Satpol PP Pastikan Bubarkan Pasar Malam
Tak Ingin Terlena, Jakbar...
Tak Ingin Terlena, Jakbar Rutinkan Razia Pemakaian Masker di Pasar-pasar
Pemkot Jakbar Salurkan...
Pemkot Jakbar Salurkan Bantuan dan Beasiswa untuk 675 Anak Yatim Korban Covid-19
Berita Terkini
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
37 menit yang lalu
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
56 menit yang lalu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
8 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
9 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
9 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved