Kata Pengamat Soal Fenomena Curhat di Sosmed sebelum Bunuh Diri

Rabu, 13 Maret 2019 - 08:35 WIB
Kata Pengamat Soal Fenomena...
Kata Pengamat Soal Fenomena Curhat di Sosmed sebelum Bunuh Diri
A A A
DEPOK - Reni Novita Dewi (23), mahasiswi yang tewas bunuh diri di Apartemen di Depok diduga menjadi korban bullying karena sempat curhat di sosial media miliknya. Sebelum ditemukan tewas, korban pernah mencurahkan perasaannya di sosial media.

Menanggapi kejadian ini, pengamat sosial dari Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati, mengatakan, fenomena curhat di sosmed sebelum bunuh diri merupakan salah satu cara mengekspresikan emosi.

Karenanya, orang terdekat seharusnya bisa memberikan peranan dengan memperhatikan orang terindikasi depresi. Ketika seseorang curhat di sosmed hal itu menandakan orang tersebut tidak memiliki ruang di kehidupan nyata. Sehingga, dia merasa lebih leluasa curhat di sosmed. (Baca juga: Perempuan Muda Terjun Bebas dari Lantai 3 Apartemen di Depok)

“Kita tidak ada salahnya memberikan perhatian, dimana jika ada orang yang menampakkan gejala stres, depresi atau tertekan, minimal kita menegur. Walau sekadar menanyakan kabar dan mendengar ceritanya, itu sudah membuat seseorang merasa diperhatikan,” ujarnya saat ditemui di acara Program Generasi Titanium Indonesia 5.0 di Vokasi Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (12/3/2019).

Dia menyarankan untuk menumbuhkan kembali sikap saling peduli terhadap sesama. Dengan demikian, orang terindikasi depresi merasa dirinya masih memiliki teman untuk bercerita. (Baca juga: Wanita Muda yang Lompat dari Apartemen di Depok Dipastikan Bunuh Diri)

“Kita harus punya sensitivitas terhadap orang-orang tersebut. Minimal kita menyapa dengan nada yang senang dan bahagia. Jangan sampai menggurui atau menghakimi,” ucapnya. (Baca juga: Loncat dari Lantai 3 Apartemen, Reni Pernah Curhat di Sosmed)

Dia menjelaskan, ada tiga faktor yang membuat seseorang memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup. Pertama, karena kesepian. Kedua, faktor generasi yang mengedepankan kesempurnaan. Ketiga faktor lemahnya hubungan sosial di dunia nyata.

Faktor kesepian ini banyak terjadi di era modern yang membuat orang merasa terisolasi. Sementara, faktor generasi yang mengedepankan kesempurnaan timbul terutama di era digital yang membuat orang berlomba-lomba memamerkan yang terbaik.

“Ini membuat sebagian orang malah tidak percaya diri jika tidak menemukan dirinya seperti orang lain. Apalagi di media sosial menjadi panggung orang memamerkan hal yang indah, cantik dan citra-citra yang baik. Ini membuat seseorang jadi membandingkan dirinya dengan orang lain,” tukasnya.

Dia menuturkan, kehidupan sosial manusia saat ini memang lebih disibukkan banyak hal. Mulai dari kompetisi ekonomi hingga hasrat untuk mendapatkan citra baik. Manusia saat ini lebih terfokus pada kehidupan di sosmed ketimbang kehidupan nyata. Hal ini kata dia melemahkan hubungan sosial di dunia nyata.

“Sekarang ini orang lebih fokus ke gawai. Gawai tidak dijadikan sebagai sarana silaturahmi. Orang berlomba-lomba mengejar likes dan followers, padahal semua itu sifatnya semu. Malah membuat orang yang dekat menjadi jauh, bukan mendekatkan yang jauh,” tutupnya.
(thm)
Berita Terkait
Tragis, Perempuan Muda...
Tragis, Perempuan Muda Tewas Lompat dari Lantai 9 Apartemen Laguna Pluit
Situasi Terkini Lokasi...
Situasi Terkini Lokasi Bunuh Diri Empat Orang Satu Keluarga di Apartemen Penjaringan Jakut
Kronologi Satu Keluarga...
Kronologi Satu Keluarga Terjun dari Lantai 22 Apartemen di Penjaringan, Sempat Cium Kening
Mahasiswi PPL Ditemukan...
Mahasiswi PPL Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri Loncat dari Lantai 6
Jenazah Satu Keluarga...
Jenazah Satu Keluarga Bunuh Diri di Apartemen Penjaringan Disemayamkan di Grand Heaven Pluit
Sekeluarga Bunuh Diri...
Sekeluarga Bunuh Diri Lompat dari Apartemen, Polisi Periksa DNA dan Otopsi Psikologi
Berita Terkini
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
56 menit yang lalu
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
1 jam yang lalu
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
1 jam yang lalu
Jelang Demo Mahasiswa...
Jelang Demo Mahasiswa BEM UI, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Masih Ramai Lancar
1 jam yang lalu
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
1 jam yang lalu
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved