Bunuh Diri Diduga Korban Bullying, Kak Seto: Kuncinya Pendampingan Psikologis

Selasa, 12 Maret 2019 - 20:14 WIB
Bunuh Diri Diduga Korban...
Bunuh Diri Diduga Korban Bullying, Kak Seto: Kuncinya Pendampingan Psikologis
A A A
DEPOK - Reni Novita Dewi (23) mahasiswi yang tewas bunuh diri di Apartemen di Depok diduga menjadi korban bullying karena sempat curhat di sosial media miliknya. Menanggapi hal tersebut Kak Seto menyarankan agar orang terdekat bisa peka terhadap orang sekitarnya agar bullying tidak berujung dengan bunuh diri.

Sebelum ditemukan tewas, korban pernah mencurahkan perasaannya di sosial media. Pada Februai 2019, korban sempat menuliskan di dinding sosmednya. Dia menuliskan “Koo manusia julid itu dimana mana ya. Ga di WhatsaApp ga di facebook. Suka lucu aja”.

Kemudian korban juga diketahui berencana bunuh diri dan menuliskan di dinding sosmednya. Dia menuliskan “Masalah terus menghantam bertubi-tubi. Dalam hati rasa ingin bunuh diri. Siapa yang sebenarnya korban disini? Kenapa semua membully? Seakan sayalah tersangka utamanya”

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, dampak dari bullying sendiri dapat menyebabkan tekanan jiwa terhadap korbannya. Korban bullying juga menjadi tidak percaya diri dan bisa sampai pada tindakan agresif. (Baca: Perempuan Muda Terjun Bebas dari Lantai 3 Apartemen di Depok )

“Bullying ini bisa menyebabkan seseorang bunuh diri karena dia merasa tertekan dan merasa tidak ada lagi tempat baginya di dunia ini,” katanya ditemui usai acara Program Generasi Titanium Indonesia 5.0 di Vokasi Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (12/3/2019).

Dampak dari cyber bullying sendiri kata dia sudah banyak terjadi. Sehingga orang terdekat harus menjadi garda terdepan sebagai penolong orang yang dalam kondisi depresi akibat korban bullying.

Kuncinya kata dia, korban bullying atau orang yang terindikasi depresi harus didampingi. Orang terdekat harus peka dan memperhatikan perubahan yang terjadi pada rekannya atau anggota keluarganya.

“Kuncinya memang pada pendampingan psikologis. Misalnya orang tua menjadi sahabat anak untuk bercerita, saling terbuka," katanya.

Sehingga korban bullying atau orang terindikasi depresi bisa merasa nyaman jika dia bisa mencurahkan isi hatinya pada orang lain. Sebaliknya, jika dia tidak punya tempat maka dia merasa sendiri. "Dalam kondisi demikian, dia merasa tidak ada tempat lagi dan memutuskan tindakan tersebut (bunuh diri),” ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Bom Bunuh Diri di Somalia...
Bom Bunuh Diri di Somalia Tewaskan 32 Orang
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Mengenal Kapsul Bunuh...
Mengenal Kapsul Bunuh Diri Sarco: Teknologi Kontroversial yang Menggemparkan Dunia
Ciri Orang Hampir Bunuh...
Ciri Orang Hampir Bunuh Diri, Begini Cara Mencegahnya
Minta Polisi Usut Tuntas...
Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Pastikan Bunuh Diri atau Tidak
Refleksi dari Kasus...
Refleksi dari Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT, Anak Tak Selalu Mampu Ungkap Perasaannya
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
1 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
3 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved