Volume Kendaraan Tak Sebanding Kapasitas Jalan Jadi Penyebab Macet Bekasi

Jum'at, 08 Maret 2019 - 17:01 WIB
Volume Kendaraan Tak...
Volume Kendaraan Tak Sebanding Kapasitas Jalan Jadi Penyebab Macet Bekasi
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatat kapasitas jalan di Kota Bekasi tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang lalu lalang. Sehingga, kondisi itu menjadi salah satu penyebab terjadinya kepadatan lalu lintas kendaraan di kota berjuluk Kota Patriot tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, jumlah kendaraan di Kota Bekasi mencapai 1,5 juta dengan rincian 1,2 juta kendaraan roda dua, sedangkan roda empat 300.000.”Kapasitas jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan, itu pemicu macet Bekasi,” kata Yayan pada wartawan Jumat (8/3/2019).

Berdasarkan data dari Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Bekasi jumlah kendaraan bermotor lebih besar yaitu mencapai 1.613.317 dengan perbandingan 75% roda dua, dan 25% roda empat. Dengan ratio jumlah kendaraan sebanyak itu, dibutuhkan jalan arteri sebagai jalur utama sepanjang 3.300 Km.

"Hitungannya, besaran kendaraan dikalikan dengan jumlah kendaraan. Adapun jalan arteri baru ada 1.500 kilometer,” ujarnya. Belum lagi, kata dia, ditambah dengan kendaran yang masuk atau melintas di Kota Bekasi. Hal itu berdampak dengan pola perjalanan ke DKI Jakarta menjadi sangat tinggi.

Yayan mencontohkan, sejumlah jalan di Bekasi, mulai padat mulai pukul 05.00 WIB atau selepas salat subuh. Bahkan, jalan dari wilayah Bekasi Utara menggunakan Jalan Perjuangan-Summarecon-Jalan Ahmad Yani-Gerbang Tol Bekasi Barat menuju Jakarta.

Selain itu, ada jalan baru underpass akses warga dari Bekasi Timur dan Tambun Utara menuju ke Tol Bekasi Timur dan Tol Bekasi Barat. Ada juga kepadatan dari Jalan Pahlawan-Jalan Joyomartono menuju Tol Bekasi Timur.”Ini laju kendaraan roda empat,” ungkapnya.

Sementara pengguna jalan menggunakan sepeda motor akses utamanya adalah Jalur Kalimalang atau Jalan KH. Noer Ali serta Jalan I Gusti Ngurah Rai menuju ke Jakarta. Tapi, paling banyak, kata dia, aktivitas warga Kota Bekasi menuju ke Kabupaten Bekasi yang bekerja di kawasan industri.

Saat ini, persimpangan di Kota Bekasi cukup tinggi sebanyak 52 titik, sehingga membuat laju kendaraan menjadi tersendat. Selain itu, aksesbilitas mengakibatkan pola perjalan yang tidak efektif, dan gangguan jalan berlubang, parkir liar, genangan, hingga pedagang kaki lima, dan proyek strategis nasional.

Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan menambahkan, beberapa langkah tengah disiapkan. Misalnya persoalan kapasitas jalan, pemerintah pusat melalui proyek strategis nasional sedang menggarap Tol Becakayu koridor Kalimalang-Ahmad Yani sampai Jalan KH Agus Salim.

Pembangunan Jalan Tol Jatiasih-Setu, JORR 2 dari Cibubur-Cileungsi-Setu-Babelan sampai ruas JORR 1 di daerah Cakung, Tol Cimanggis-Cibitung, Jalan Baru ruas Bekasi Raya (Jalan Pejuang-Kaliabang-Cikarang), dan pelebaran Jalan Siliwangi, serta pembangunan jalur busway Setu-Siliwangi-Tol Bekasi.

Adapun peningkatan kapasitas jalan di dalam kota, kata dia, harus ada peningkatan fungsi dan kapasitas jalan arteri primer seperti Jalan Hankam dan lainnya. Adapun untuk jalan sekunder arteri sekunder poros Jalan KH Noer Ali, sedangkan poros utara Jalan Pengasinan, Mustikasari, dan lainnya.

Selain peningkatan, harus ada pembangunan poros barat-timur (Rawalumbu-Jatiasih) dan utara-selatan (Tambun-Sumur Batu). Hal itu perlu digunakan karena jumlah kendaraan yang ada tidak sebanding dengan jalan yang dimiliki Kota Bekasi.”Pertumbuhan kendaraan harus dibatasi,” katanya.

Johan menambahkan, pihaknya menerjunkan anggota untuk mengatur lalu lintas sejak pukul 05.00 WIB. Sebabnya, jam itu di wilayah tersebut sekarang telah menjadi jam padat kendaraan karena orang berangkat kerja.”Dibandingkan tiga atau lima tahun lalu, jam padat maju sampai dua jam,” ungkapnya.

Lima tahun lalu, kata dia, orang yang tinggal di Bekasi bisa berangkat kerja menuju ke Jakarta pukul 07.00 WIB. Sejam perjalanan, mereka sampai di kantornya pukul 08.00 WIB. Tapi, sekarang mereka berangkat kerja minimal dua jam sebelum jam masuk kantor.

Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, padatnya lalu lintas kendaraan pada jam sibuk mulai pukul 05.00 WIB. Sehingga, anggota khusus lalu lintas untuk mengatur lalu lintas.”Jam lima pagi anggota kami sudah di lapangan, agar jalan lancar,” ucap singkat.
(whb)
Berita Terkait
Bekasi Macet, Netizen:...
Bekasi Macet, Netizen: Gokil, Pagi Ini Sudah Padat
Hujan Deras Guyur Bekasi,...
Hujan Deras Guyur Bekasi, Lalu Lintas Jalan Kalimalang Macet
Dampak Kemacetan, Pemkot...
Dampak Kemacetan, Pemkot Bekasi Batasi Operasi Truk Tiga Sumbu
Jalan Macet di Bekasi,...
Jalan Macet di Bekasi, Nomor 2 Gara-gara Tumpahan Penumpang KRL
U-Turn Jalan Ahmad Yani...
U-Turn Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi Tergenang Air
Kurangi Kemacetan, Pembangunan...
Kurangi Kemacetan, Pembangunan MRT Tomang-Medan Satria Dimulai 2024
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
16 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
17 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
19 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved